Pantoprazole adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit asam lambung
Pantoprazole digunakan untuk mengobati penyakit asam lambung

Caprol, Ciprazol, Erprazol, Ottozol, Panloc, Pantorin, Pranza, Propanzol, Pumpisel, Topazol, Pandecta, Pantoz, Panvell, Pepzol, Prazopant, Ulcan, Vomizole

Pantoprazole merupakan obat yang digunakan untuk mengobati penyakit asam lambung. Obat ini bekerja mengurangi produksi jumlah asam dalam lambung sehingga membantu mengurangi gejala dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada dinding lambung dan kerongkongan.

Pantoprazole (Pantoprazol)
Golongan

Penghambat Pompa Proton

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Tablet dan infus

Dikonsumsi oleh

Dewasa, anak-anak, dan lansia

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis obat

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respons terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Intravena

Sindrom Zollinger-Ellison

  • Dewasa: 80 mg sekali atau dua kali sehari, hingga 240 mg/hari dapat diberikan dalam dosis terbagi melalui injeksi lambat atau infus jangka pendek selama 2-15 menit. Lanjutkan dengan terapi oral sesegera mungkin.

Penyakit Refluks Gastroesofageal (GERD), Peptic ulcer

  • Dewasa: 40 mg/hari sebagai injeksi lambat atau infus jangka pendek selama 2-15 menit. Konversikan ke terapi oral sesegera mungkin.
  • Lansia: Tidak diperlukan penyesuaian dosis.

Oral

Sindrom Zollinger-Ellison

  • Dewasa: 80 mg satu kali sehari di pagi hari, dapat ditingkatkan hingga 240 mg/hari. Dosis harian lebih dari 80 mg harus diberikan dalam 2 dosis terbagi.
  • Lansia: Tidak diperlukan penyesuaian dosis.

Penyakit Refluks Gastroesofageal (GERD)

  • Dewasa: 20-40 mg sekali sehari diberikan di pagi hari selama 4 minggu, dapat diteruskan sampai 8 minggu. Pemberian dapat diteruskan dengan dosis pemeliharaan 40 mg/hari atau 20 mg/hari pada gejala yang berulang.
  • Lansia: Tidak diperlukan penyesuaian dosis.

Peptic ulcer

  • Dewasa: 40 mg satu kali sehari di pagi hari selama 2-4 minggu untuk ulkus duodenum atau 4-8 minggu untuk ulkus lambung.
  • Lansia: Tidak diperlukan penyesuaian dosis.

Esofagitis Erosif

  • Dewasa: Diberikan oral dengan dosis 20-40 mg satu kali sehari di pagi hari selama 4 minggu, diteruskan hingga 16 minggu bila diperlukan. Dosis diteruskan 20-40 mg/hari. Atau, 20 mg/hari pada gejala yang berulang.
  • Anak lebih dari 5 tahun: Berat badan 15-40 kg: 20 mg; Berat badan lebih dari 40 kg: 40 mg. Semua dosis harus diminum sekali sehari di pagi hari. Durasi: Hingga 8 minggu.
  • Lansia: Tidak diperlukan penyesuaian dosis.

Prophylaxis Ulkus yang diinduksi OAINS

  • Dewasa: Diberikan per oral dengan dosis 20 mg sekali sehari di pagi hari.
  • Lansia: Tidak diperlukan penyesuaian dosis.

Infeksi H. pylori

  • Dewasa: diberikan per oral selama 1-minggu kombinasi 3 obat: 40 mg dua kali sehari dikombinasikan dengan klaritromisin 500 mg dua kali sehari dan amoxicillin 1 g dua kali sehari atau kombinasi dengan klaritromisin 250mg dua kali sehari dan 400 mg metronidazol dua kali sehari.
  • Lansia: Tidak diperlukan penyesuaian dosis.

Ikuti saran dan resep dokter.

  • Minum dengan atau tanpa makanan.
  • Telan seluruh tablet, jangan membagi atau memecahnya.
  • Jika berbentuk butiran, jangan mencampur obat dengan makanan atau minuman selain saus apel atau jus apel.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis, usia, dan berat badan.
  • Jika konsumsi butiran melalui selang ke dalam lambung, tanyakan dokter untuk petunjuk rinci.

Konsumsi obat sesuai petunjuk dokter.

Efek samping dapat terjadi pada pemakaian obat-obatan. Sakit kepala, diare, merupakan efek samping yang umum terjadi selama pemakaian obat ini. Beritahukan dokter Anda mengenai setiap efek samping yang terjadi pada Anda.

Bila Anda mengalami gejala berat/serius sebagai berikut, segera hubungi dokter Anda:

  • Denyut jantung sangat cepat/sangat lambat
  • Kram otot

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi seperti kanker lambung dan kehamilan.

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Penggunaan bersama dengan rilpivirine, atazanavir, dan nelfinavir
  • Laktasi

Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada kemasan.

Konsumsi beberapa obat secara bersamaan dengan obat ini dapat menimbulkan interaksi, seperti:

  • Peningkatan efek kardiotoksik bila konsumsi bersamaan dengan digoxin
  • Peningkatan risiko hipomagnesemia dengan diuretik
  • Peningkatan perdarahan dengan warfarin
  • Penurunan penyerapan bila diberikan bersamaan dengan sukralfat (sucralfate)

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Artikel Terkait