Paclitaxel merupakan obat kanker yang digunakan dalam kemoterapi untuk memperlambat hingga menghentikan pertumbuhan sel kanker.
Paclitaxel adalah salah satu obat yang digunakan dalam kemoterapi.

Anzatax danTaxol, Ebetaxel, Paclimedac, Paxus, Santotaxel, Sindaxel

Paclitaxel merupakan obat yang digunakan untuk menangani beberapa tipe kanker. Obat ini termasuk obat kemoterapi yang bekerja memperlambat dan menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker.

Paclitaxel (-)
Golongan

Kemoterapi Sitotoksik

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Infus

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori D: Terbukti menimbulkan risiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius di mana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).

Dosis obat

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu.

Selama pengobatan, dokter akan melihat respon terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Intravena
Kanker paru-paru non-small cell tingkat lanjut

  • Dewasa: 135 mg/m2 selama 24 jam atau 175 mg/m2 selama 3 jam, dilanjutkan oleh cisplatin dan diulang dengan interval 3 minggu.

Karsinoma ovarium

  • Dewasa: Pengobatan primer (kombinasi dengan cisplatin atau carboplatin): 135 mg m2 melalui infus selama 24 jam, dilanjutkan oleh cisplatin dan diulang dengan interval 3 minggu. Perawatan sekunder (sebagai agen tunggal): 135 atau 175 mg/ m2 melalui infus selama 3 jam setiap 3 minggu sekali.

Kanker payudara

  • Dewasa: Terapi adjuvan - Monoterapi lini kedua atau pengobatan lini pertama dengan trastuzumab: 175 mg/m2 melalui infus selama 3 jam setiap 3 minggu untuk 4 tahap. Bila digunakan dengan trastuzumab, dosis harus diberikan sehari setelah dosis pertama trastuzumab, atau segera setelah dosis berikutnya jika ditoleransi dengan baik. Lini pertama dengan doxorubicin: 220 mg/m2 selama 3 jam setiap 3 minggu, dosis akan diberikan 24 jam setelah doxorubicin.

Sarkoma kaposi pada pasien AIDS

  • Dewasa: 135 mg/m2 selama 3 jam setiap 3 minggu atau 100 mg/m2 selama 3 jam setiap 2 minggu terutama pada pasien dengan status kesehatan yang buruk.

Obat yang digunakan untuk menangani kanker adalah obat keras dan dapat menimbulkan banyak efek yang tidak diinginkan. Sebelum menerima obat ini, berkomunikasilah dengan dokter mengenai manfaat dan risiko penggunaannya terlebih dulu.

Paclitaxel diberikan langsung oleh dokter atau perawat melalui suntikan ke pembuluh darah. Pengobatan biasanya diberikan setiap tiga minggu dan digunakan bersama dengan obat kanker lainnya, seperti cisplatin atau doxorubicin.

Anda juga dapat menerima obat lain untuk mencegah reaksi alergi dan mual atau muntah karena paclitaxel.

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Paclitaxel dapat menyebabkan efek samping yang meliputi:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Luka pada mulut.
  • Nyeri otot.
  • Kebas, kesemutan, atau rasa terbakar pada tangan atau kaki.
  • Rasa panas pada tubuh.
  • Pusing
  • Gangguan pada sistem darah, antara lain penurunan sel netrofil, sel darah putih dan trombosit. Segera beritahu dokter jika Anda mengalami hal-hal ini.
  • Kerontokan rambut sementara juga dapat terjadi. Rambut akan kembali setelah pengobatan dihentikan.

Segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping yang serius seperti di bawah ini:

  • Anemia (kelelahan tanpa sebab, kulit pucat).
  • Mudah memar atau mengalami perdarahan.
  • Pingsan
  • Kebingungan
  • Nyeri, kemerahan, bengkak, atau lemah pada tangan atau kaki.
  • Nyeri atau bengkak pada betis, yang terasa hangat ketika disentuh.
  • Batuk berdarah.
  • Mual dan muntah yang terjadi terus menerus.
  • Sakit perut.
  • Kulit dan mata yang kuning.
  • Urine berwarna gelap.
  • Kelainan penglihatan atau
  • Kejang

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Kelainan darah (jumlah sel darah putih yang rendah).
  • Penurunan fungsi tulang sumsum.
  • Sedang mengalami infeksi
  • Gangguan jantung.
  • Tekanan darah rendah atau tinggi
  • Penyakit hati.

Kontraindikasi

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis di bawah ini:

  • Riwayat hipersensitivitas.
  • Neutropenia ,1500 sel/mm3.
  • Kehamilan dan menyusui.
  • Pada pasien sarkoma kaposi, terdapat infeksi berulang, serius dan tidak terkontrol.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum digunakan atau dikonsumsi. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi paclitaxel dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi berikut:

  • Dapat meningkatkan kadar anthracycline (misalnya, doxorubicin dan epirubicin) atau toksisitas.
  • Dapat menurunkan penyerapan glikosida jantung (mungkin hanya mempengaruhi tablet digoxin).
  • Dapat meningkatkan tingkat atau efek inhibitor CYP2C8, misalnya gemfibrozil, ketoconazole, montelukast, dan ritonavir.

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3477/paclitaxel-intravenous/details
Diakses pada 14 Desember 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/paclitaxel-intravenous-route/description/drg-20065247
Diakses pada 14 Desember 2018

MIS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/paclitaxel/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 14 Desember 2018

Artikel Terkait