Ozen Tablet 10 mg

Deskripsi obat

Ozen tablet adalah obat untuk mengatasi gejala alergi seperti bersin, mata berair, dan gatal akibat rinitis alergi atau urtikaria. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Rydian tablet mengandung zat aktif setirizin hidroklorida.
Ozen Tablet 10 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 185.040/strip per Oktober 2019
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 tablet (10 mg)
ProdusenPharos Indonesia

Indikasi (manfaat) obat

Mengobati:

  • Peradangan pada mukosa hidung yang disebabkan oleh reaksi alergi terhadap alergen tertentu dan terjadi sepanjang tahun (rinitis alergi perenial).
  • Reaksi yang terjadi karena adanya perubahan musim (rinitis alergi musiman).
  • Biduran yang berlangsung selama 6 minggu ke atas (urtikaria idiopatik kronik) dan tidak diketahui penyebabnya secara signifikan (urtikaria idiopatik kronis).

Setirizin adalah antialergi yang dapat digunakan untuk meredakan gejala alergi seperti pilek, bersin, mata berair, mata atau hidung gatal, dan gatal-gatal. Ini bekerja dengan menghalangi zat alami tertentu (histamin) yang dibuat tubuh Anda selama reaksi alergi. Histamin dilepaskan dari sel yang menyimpan histamin (sel mast) dan kemudian melekat pada sel lain yang memiliki reseptor untuk histamin. Penempelan histamin ke reseptor menyebabkan sel menjadi aktif dan melepaskan bahan kimia lain yang menghasilkan efek yang kita kaitkan dengan alergi, misalnya bersin. Setirizin memblokir satu jenis reseptor untuk histamin (reseptor H1) dan dengan demikian mencegah aktivasi sel yang mengandung reseptor H1 oleh histamin. Setirizin dan antihistamin generasi kedua lainnya tidak mudah masuk ke otak dari darah sehingga akan menyebabkan lebih sedikit rasa kantuk.

Komposisi obat

Setirizin hidroklorida 10 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 10 mg/hari.
  • Anak-anak:
    • 2-6 tahun: 2,5 mg/hari.
    • 6-12 tahun: 5 mg/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Pasien yang memiliki denyut jantung di atas normal atau 100 kali/menit (takikardi).
  • Biduran (urtikaria).
  • Mengantuk dan kelelahan.
  • Muntah.
  • Perasaan tidak nyaman (malaise).
  • Pembengkakan pada kulit akibat terjadinya penumpukan cairan (angioedema).
  • Kejang.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Halusinasi.
  • Peradangan pada faring (faringitis).
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
    Gantikan dengan mengonsumsi obat antialergi yang tidak menimbulkan rasa kantuk. Jika tidak membantu, konsultasikan dengan dokter.
  • Sakit kepala.
    Beristirahatlah dan minum banyak cairan. Hindari mengonsumsi alkohol. Minta rekomendasi obat untuk menghilangkan rasa sakit pada apoteker. Sakit kepala biasanya akan hilang dalam minggu pertama konsumsi obat ini, jika sakit kepala berlangsung lebih lama, segera hubungi dokter Anda.
  • Mulut kering.
    Mengunyah permen karet atau menghisap permen bebas gula.
  • Mual.
    Mengonsumsi obat dengan makanan. Hindari mengonsumsi makanan pedas.
  • Pusing.
    Jika merasa pusing ketika berdiri, coba bangun dengan perlahan atau tetap duduk hingga merasa lebih baik. Jika mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, duduk hingga merasa lebih baik. Hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin.
  • Sakit perut.
    Coba untuk beristirahat dan rileks dan makan lebih sering dan dalam jumlah yang lebih sedikit. Tempelkan bantal panas atau botol air panas tertutup pada berut. Jika rasa sakit semakin memburuk, segera hubungi dokter Anda.
  • Diare.
    Minumlah banyak cairan, segera hubungi dokter Anda jika mengalami tanda dehidrasi seperti penurunan frekuensi buang air kecil dan urin berwarna gelap. Jangan mengonsumsi obat lain untuk mengatasi diare, segera hubungi dokter Anda.
  • Sakit tenggorokan.
    Untuk yang berusia 16 tahun ke atas, Anda dapat mencoba berkumur dengan larutan aspirin (1 tablet aspirin terlarut dalam setengah gelas air) atau menggunakan obat kumur yang menghilangkan rasa sakit seperti Oraldene. Jika gejala bertahan lebih dari seminggu, segera hubungi dokter atau apoteker. Untuk anak-anak usia 16 tahun ke bawah tidak boleh diberi aspirin.
  • Gejala flu.
    Jika Anda berusia 16 tahun ke atas, Anda dapat mencoba minum aspirin atau ibuprofen secara teratur selama beberapa hari. Anak-anak lebih mungkin mendapatkan gejala-gejala ini, tetapi harus diberikan ibuprofen saja dan bukan aspirin. Anak-anak di bawah usia 16 tahun tidak boleh diberikan asprin. Jika gejala Anda atau anak Anda kembali ketika Anda berhenti minum obat penghilang rasa sakit, konsultasikan dengan apoteker Anda.
  • Gatal atau ruam.
    Jika mengalami ruam setelah mengonsumsi obat ini, segera hubungi dokter atau apoteker Anda. Anda mungkin memerlukan jenis obat antihistamin yang berbeda.
  • Kaki dan tangan terasa kesemutan.
    Jika ini tidak hilang, segera hubungi dokter Anda.
  • Timbul rasa kegelisahan.
    Cobalah untuk mengonsumsi setirizin tepat sebelum tidur, jadi Anda tertidur saat ini kemungkinan besar terjadi. Jika gejalanya tidak hilang, segera hubungi dokter atau apoteker Anda. Anda mungkin memerlukan jenis antihistamin yang berbeda.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan peningkatan risiko retensi urin.
  • Pasien epilepsi dan pasien yang berisiko mengalami kejang.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati atau ginjal ringan hingga sedang.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Bayi yang lahir prematur.
  • Anak-anak usia 2 tahun ke bawah.
  • Wanita hamil pada trimester pertama.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Hidroksizin dan levosetrizin.
    Penggunaan bersama setirizin dapat menyebabkan peningkatan kadar setirizin dalam darah dan dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping.
  • Obat penenang.
    Penggunaan bersama setirizin dapat menyebabkan peningkatan depresi pada sistem saraf pusat.

Sesuai kemasan per Oktober 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ryvel
Diakses pada 7 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/capritazin?type=brief&lang=id
Diakses pada 7 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/cetirizine?mtype=generic
Diakses pada 7 Agustus 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/cetirizine/
Diakses pada 7 Agustus 2020

Sdrugs. https://www.sdrugs.com/
Diakses pada 7 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Bokong Gatal Bentol Bikin Tak Nyaman, Kenali Pemicunya

Bokong gatal bentol biasanya menjadi indikasi masalah seperti infeksi virus dan jamur. Bisa juga, ruam di bokong muncul sebagai reaksi alergi. Sebagian besar kondisi ini akan mereda dengan sendirinya namun jika cukup parah, perlu penanganan medis.
04 Oct 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Bokong Gatal Bentol Bikin Tak Nyaman, Kenali Pemicunya

Mengenal Obat Gatal Cetirizine yang Diminum Ketika Alergi Menyerang

Obat gatal cetirizine merupakan obat bebas yang dapat dibeli di apotek tanpa perlu resep dokter. Cetirizine adalah obat antihistamin untuk mengatasi gejala alergi seperti mata berair dan hidung gatal.
26 Oct 2020|Bayu Galih Permana
Baca selengkapnya
Mengenal Obat Gatal Cetirizine yang Diminum Ketika Alergi Menyerang

Badan Gatal-gatal Tanpa Sebab pada Lansia. Apa Pemicunya?

Badan gatal-gatal tanpa sebab yang terjadi pada lansia dapat menghambat dalam memilih perawatan yang tepat. Gatal-gatal tanpa sebab dapat dipicu oleh gangguan saraf, kondisi psikologis, dan konsumsi obat-obatan.
21 Aug 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Badan Gatal-gatal Tanpa Sebab pada Lansia. Apa Pemicunya?