Oxytocin

27 Apr 2021
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Oxytocin digunakan untuk melancarkan proses persalinan atau melahirkan

Oxytocin digunakan untuk melancarkan proses persalinan atau melahirkan

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Sodium Bicarbonate, Meylon 84-BP

Deskripsi obat

Oxytocin digunakan untuk melancarkan proses persalinan atau melahirkan (postpartum). Oxytocin adalah hormon yang diproduksi hipotalamus dan dilepaskan kelenjar pituitari.

Hormon ini memainkan peran penting dalam proses persalinan, seperti memperkuat kontraksi rahim atau uterus dan mengendalikan perdarahan setelah persalinan. Obat ini juga kadang digunakan untuk merangsang keluarnya air susu ibu (ASI) dan membantu menjaga kesehatan. 

Selain itu, obat oxytocin juga digunakan untuk merangsang kontraksi rahim pada wanita yang mengalami keguguran inkomplet, yaitu hanya sebagian janin yang keluar dari rahim, dan keguguran terancam yang ditandai dengan perdarahan di jalan lahir.

Oxytocin (Oksitosin)
GolonganKelas terapi: Hormon sintesis
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatInjeksi, semprot hidung (nasal spray)
Dikonsumsi olehDewasa
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan oxytocin adalah:

  • Sakit kepala parah
    Pastikan Anda istirahat yang cukup. Minumlah banyak air dan hindari alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi obat ini. Hubungi dokter jika gejala berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah parah.
  • Mual dan muntah
    Konsumsilah makanan sederhana dan hindari makanan dengan rasa yang kuat, seperti pedas. Jika Anda sedang sakit, cobalah minum air sedikit demi sedikit untuk menghindari dehidrasi.
  • Detak jantung cepat, lambat, atau tidak seimbang
  • Perdarahan berlebihan setelah melahirkan
  • Penglihatan kabur
  • Kebingungan
  • Kelemahan parah
  • Perasaan tidak stabil

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan oxytocin pada kondisi:

  • Infeksi parah di rahim
  • Persalinan yang sulit karena memiliki panggul kecil
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Masalah jantung
  • Usia 35 tahun ke atas

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 2-8°C.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hindari penggunaan oxytocin pada pasien dengan kondisi medis, seperti:

  • Ketidakseimbangan antara kepala janin dengan panggul ibu (disproporsi sefalopelvik)
  • Janin abnormal
  • Cairan ketuban berlebihan (hidramnios)
  • Wanita yang telah melahirkan dua hingga empat kali (multiparae)
  • Operasi caesar atau operasi rahim lainnya
  • Rahim (uterus) pecah
  • Kanker leher rahim (serviks)
  • Infeksi herpes genital aktif
  • Keluarnya tali pusar sebelum bayi saat persalinan (prolaps tali pusar)
  • Plasenta di bawah rahim (plasenta previa)
  • Pembuluh darah dari tali pusat janin melintas di mulut rahim (vasa previa)
  • Gawat janin, yaitu kondisi saat bayi kekurangan oksigen

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan oxytocin pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Detak jantung cepat, lambat, atau tidak seimbang
  • Perdarahan berlebihan dan lama setelah melahirkan
  • Sakit kepala parah
  • Penglihatan kabur
  • Kebingungan
  • Kelemahan parah
  • Perasaan tidak stabil

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi bila beberapa obat dikonsumsi bersamaan. Jika ingin mengonsumsi obat bersamaan, konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu. Bila perlu, dokter akan mengubah dosis obat atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Menggunakan epinephrine dengan obat-obatan lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Epinephrine
    Penggunaan oxytocin bersama epinephrine dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah signifikan dan risiko hipertensi.
  • Ciprofloxacin dan ondansetron
    Penggunaan ciprofloxacin atau ondansetron bersama oxytocin dapat meningkatkan risiko irama jantung tidak teratur yang mungkin serius dan berpotensi mengancam nyawa, meskipun efek sampingnya relatif jarang terjadi.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

You and Your Hormones. https://www.yourhormones.info/hormones/oxytocin/
Diakses pada 4 Maret 2021

MIMS. https://www.mims.com/malaysia/drug/info/oxytocin?mtype=generic
Diakses pada 4 Maret 2021

Eeveryday Health. https://www.everydayhealth.com/drugs/oxytocin#drug-side-effects
Diakses pada 4 Maret 2021

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/oxytocin.html
Diakses pada 4 Maret 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email