Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Oxytocin (Alias: Oksitosin)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri pada 22 Mar 2019
Oxytocin digunakan pada pasien selama menjalani persalinan dan menghentikan pendarahan saat bersalin
Oxytocin digunakan pada pasien selama menjalani persalinan

Merk dagang yang beredar:

Sodium Bicarbonate, Meylon 84-BP

Oxytocin digunakan untuk membantu pasien menjalani persalinan, serta menghentikan pendarahan saat persalinan. Obat ini juga kadang digunakan untuk merangsang keluarnya air susu ibu (ASI).

Oxytocin (Oksitosin)
Golongan

Hormon sintetis

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Suntik dan nasal spray

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis obat bersifat individual. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya.

Pendarahan saat persalinan

  • 10-40 unit melalui infus 1.000 mL, untuk mengontrol pendarahan pasca persalinan.

Induksi persalinan

  • Dosis diberikan sebanyak 1-2 miliunit/menit melalui suntikan ke pembuluh darah. Dosis bisa ditambah dengan interval setidaknya 30 menit, hingga pasien mengalami maksimal 3-4 kontraksi setiap 10 menit. Pemberian obat tidak boleh melebihi 32 miliunit/menit, maupun lebih dari 5 unit dalam sehari. Jangan gunakan obat ini dalam 6 hari setelah pemberian tablet induksi. Awasi kontraksi uterus dan detak jantung janin secara terus menerus. Kurangi pemberian obat secara bertahap setelah ada kemajuan persalinan.  

Membantu laktasi

  • 1 spray (4 unit) disemprotkan dalam salah satu lubang hidung sebelum ibu menyusui.

Pemeriksaan kondisi gawat janin

  • Encerkan 5-10 unit dalam 1 L cairan dekstrosa dengan kadar 5%. Pertama-tama, berikan obat kepada ibu melalui infus 0,5 miliunit/menit. Kecepatan infus bisa ditingkatkan dengan interval 15-30 menit. Dosis maksimal 20 miliunit/menit. Awasi detak jantung janin dan kontraksi uterus, segera sebelum dan selama pemberian infus. hentikan infus saat muncul 3 kontraksi uterus moderat dalam interval 10 menit. Bandingkan dengan detak jantung janin yang telah diinduksi oxytocin. Jika tidakada perubahan, ulangi pemeriksaan dalam 1 minggu.

Prosedur aborsi

  • 10-20 miliunit/menit melalui suntikan ke pembuluh darah. Dosis maksimal 30 unit selama periode 12 hari

Aturan pakai Oxytocin dengan benar

Selalu ikuti anjuran dari dokter dan baca petunjuk di kemasan obat sebelum menggunakannya. Obat ini diberikan melalui suntikan ke pembuluh darah. Dosis diberikan sesuai kondisi medis. Beritahu dokter segera jika kondisi semakin memburuk atau tidak membaik.

Efek Samping

Setiap pemakaian obat berpotensi menimbulkan efek samping. Meski belum tentu terjadi, efek samping yang berlebihan harus segera mendapat penanganan medis.

Obat oxytocin dapat menyebabkan efek samping berupa sakit perut, muntah, penyakit kuning, kekejangan, hipertonia, iritasi hidung, dan hipotensi. Jika efek samping memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping jarang terjadi namun serius seperti: Segera cari pertolongan medis jika mengalami efek samping berikut ini, yang meski jarang, tapi sifatnya serius.

  • Detak jantung lambat
  • Kesulitan buang air kecil
  • Sakit perut parah
  • Pendarahan hebat

Janin bisa bereaksi terhadap obat dan mengalami penyakit kuning, aritmia (detak jantung terlalu cepat), bradikardia (denyut jantung lambat), kerusakan sistem saraf pusat (SSP) di otak, kejang, pendarahan pada retina mata, serta rendahnya tingkat Apgar Score (tes untuk menilai kesehatan bayi).

Sementara itu, ibu juga bisa bereaksi terhadap obat dan mengalami hipotensi sementara, peningkatan detak jantung, iritasi hidung, lendir dalam jumlah banyak pada rongga hidung, mata berair, urine berdarah, kontraksi parah, penurunan kemampuan otot dalam kontraksi, kontraksi otot mendadak, mual, serta muntah.

Ada risiko fatal dari penggunaan obat ini, yaitu janin keracunan air ketuban (terutama setelah ibu mendapatkan infus lambat selama 24 hari), kontraksi uterus yang berlangsung lama dan menyebabkan hipoksia hingga kematian janin, pecahnya uterus gravid, kelainan sistem pembekuan darah (afibrinogenaemia), serta pendarahan yang terjadi tiba-tiba pada celah antara otak dan membran tengah pembungkus otak (subarachnoid).

Ada beberapa efek samping lain yang belum disebutkan di atas. Jika Anda mengalami efek samping lain, tanyakan pada tenaga kesehatan.

Peringatan

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut ini.

  • Risiko keracunan air ketuban ketika menggunakan obat dalam dosis tinggi
  • Risiko ketergantungan terhadap efek obat semprot hidung

Kontraindikasi

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Kanker serviks
  • Herpes

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan obat

Interaksi

Interaksi mungkin terjadi jika Anda menggunakan beberapa obat bersamaan. Apabila ingin menggunakan oxytocin bersama dengan obat lain, harap konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Sebab, dokter mungkin saja mengubah dosisnya.

Berikut ini jenis obat yang akan menimbulkan interaksi tertentu saat digunakan bersamaan dengan oxytocin.

Jenis obat Interaksi
Vasokonstriktor selama 3-4 jam dalam anestesi untuk pembedahan Hipertensi akut
Anestesi cyclopropane Peningkatan risiko hipotensi dan detak jantung lambat dengan ritme abnormal pada aritmia ventrikel
Dinoprostone, misoprostol Peningkatan efek uterotonik (zat pemicu kontraksi uterus) pada oxytocin
Prostaglandin Peningkatan risiko pecahnya rahim dan robeknya dinding rahim, yang berakibat fatal

Simpatomimetik

Peningkatan efek vasopressor

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Referensi

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/oxytocin-intravenous-route-intramuscular-route/proper-use/drg-20065254
Diakses pada 28 November 2018

Drugs. https://www.drugs.com/cdi/oxytocin.html
Diakses pada 28 November 2018

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/oxytocin/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 28 November 2018

Artikel Terkait:
Back to Top