Oxycodone

21 Mar 2019
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Oxycodone adalah obat untuk menghilangkan dan meredakan rasa sakit

Oxyneo, Oxynorm.

Oxycodone merupakan obat yang digunakan untuk mengobati nyeri ringan hingga berat. Obat ini bekerja pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan rasa sakit. Kelompok obat ini adalah obat-obatan nyeri.

Oxycodone (Oksikodon)
Golongan

Opioid analgesik

Kategori obat

Tablet, kapsul, dan suntik

Bentuk sediaan obat

Dewasa dan Lansia

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan Lansia

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko..

Dosis obat

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respon terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Intravena

Nyeri sedang hingga berat

  • Dewasa: Secara injeksi: 1-10 mg selama 1-2 menit, diulang tidak lebih dari tiap 4 jam. Sebagai infus: Awalnya, 2 mg / jam, dapat ditingkatkan bila perlu. Analgesia yang dikontrol pasien (PCA): 0,03 mg / kg, berikan dengan jeda waktu lockout (tanpa pemberian obat apapun) minimal 5 menit.
  • Lansia: Berikan dosis terendah dengan titrasi seksama untuk mengontrol rasa sakit.

Oral

Nyeri Sedang hingga berat

  • Dewasa: Awalnya, 5 mg tiap 4-6 jam dapat meningkat jika diperlukan. Tab pelepas diperpanjang: 5-10 mg 12 jam. Maks: 400 mg / hari.

Subkutan

Nyeri Sedang hingga berat

  • Dewasa: Sebagai inj: Awalnya, 5 mg 4 jam. Sebagai infus: Awalnya, 7,5 mg setiap hari disesuaikan dengan respons.
  • Lansia: Berikan dosis terendah dengan titrasi seksama untuk mengontrol rasa sakit.

Ikuti saran dan resep dokter.

  • Mengonsumsi obat ini dengan makanan.
  • Jangan menghancurkan obat, telan seluruh obat untuk menghindari paparan overdosis.
  • Ukur dosis dengan benar.

Konsumsi obat sesuai petunjuk dokter.

Efek samping dapat terjadi pada pemakaian obat-obatan. Mual, muntah, sakit kepala merupakan efek samping yang umum terjadi selama pemakaian obat ini. Beritahukan dokter anda mengenai setiap efek samping yang terjadi pada anda.

Bila anda mengalami gejala yang berat/serius sebagai berikut, segera hubungi dokter anda:

  • Mual, sembelit, muntah, depresi pernafasan, sakit kepala, pruritus, insomnia, pusing, asthenia, somnolen, sakit perut, menggigil dan demam, hipotensi, anoreksia, diare

Beritahukan dokter anda mengenai riwayat penyakit anda sebelumnya, terutama bila anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

 

  • Meningkatkan tekanan intrakranial, hipotensi, hipovolemia.
  • Gangguan hati ringan hingga sedang.
  • Kehamilan.

 

 

Kontraindikasi:

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Depresi pernapasan
  • Ileus paralitik
  • Akut abdomen
  • Pengosongan lambung yang tertunda
  • PPOK
  • Cor pulmonale
  • Asma bronkial akut atau kronis
  • Hiperkarbia
  • Konstipasi kronis
  • Monoamin oxidase inhibitors atau dalam 2 minggu penghentian penggunaan
  • Gangguan hati dan ginjal berat
  • Laktasi

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Konsumsi beberapa obat secara bersamaan dapat menimbulkan interaksi obat. Konsumsi Oxycodone dapat terjadi mempotensiasi efek dari obat penenang. Penggunaan dengan quinidine mengakibatkan peningkatan kadar serum dan eliminasi waktu paruh oxycodone. Penggunaan bersama dengan inhibitor Cimetidine dan CYP3A dapat menghambat metabolisme oxycodone. Penggunaan bersamaan dengan inhibitor Monoamin Oksidase  menyebabkan eksitasi atau depresi CNS dengan krisis hipertensi atau hipotensi.

Bila pasien memiliki riwayat alkoholisme berat maka dapat meningkatkan efek depresi saraf pusat (otak).

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0885392405000369
Diakeses 10 Juni 2019

Google Patent. https://patents.google.com/patent/US5508042A/en
Diakeses 10 Junie 2019

Drugs. https://www.drugs.com/sfx/oxycodone-side-effects.html
Diakses pada 27 November 2018

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/oxycodone/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 27 November 2018

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/oxycodone-oral-route/description/drg-20074193
Diakses pada 27 November 2018

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Mengenal 11 Jenis Skala Nyeri dan Cara Menilainya

Skala nyeri digunakan untuk menilai tingkat keparahan rasa sakit yang dirasakan seseorang. Pengukuran ini bisa dilakukan dengan angka, gambar, hingga penjelasan yang lebih rinci dengan berbagai dimensi.
07 May 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Mengenal 11 Jenis Skala Nyeri dan Cara Menilainya

Sakit dan Lesu Tanpa Pemicu Jelas, Mungkin Gejala Gangguan Somatoform

Gangguan somatoform umumnya ditandai dengan rasa nyeri atau lemas tanpa penyebab fisik yang jelas. Kondisi ini bisa disembuhkan melalui terapi perilaku kognitif dan validasi emosinya.
29 Mar 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Sakit dan Lesu Tanpa Pemicu Jelas, Mungkin Gejala Gangguan Somatoform

Mengenal Obat Pereda Nyeri dan Cara Kerjanya

Obat penghilang rasa sakit terdiri dari berbagai jenis. Ada jenis yang bisa dibeli bebas di apotek, namun ada juga yang harus melalui resep. Setiap jenisnya, digunakan untuk kondisi yang berbeda pula.
27 Sep 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Mengenal Obat Pereda Nyeri dan Cara Kerjanya