Ostovel Kapsul 0,25 mcg

16 Sep 2020| Dea Febriyani

Deskripsi obat

Ostovel kapsul adalah obat yang digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan pada tulang seperti berkurangnya kepadatan tulang (osteoporosis) setelah menopause, masalah tulang pada pasien gangguan ginjal (osteodistrofi ginjal), pasien dengan hormon tiroid yang rendah (hipoparatiroidisme), dan gangguan tulang pada anak (rakitis). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Ostocel kapsul mengandung zat aktif kalsitriol.
Ostovel Kapsul 0,25 mcg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaKalsitriol
Klasifikasi obat?Analog Vitamin D
Kemasan1 box isi 1 botol @ 30 kapsul (0,25 mcg)
ProdusenNovell Pharmaceutical Laboratories

Informasi zat aktif

Kalsitriol adalah bentuk aktif dari vitamin D3 (cholecalciferol). Kalsitriol merangsang reseptor vitamin D di usus, ginjal, kelenjar paratiroid, dan tulang untuk meningkatkan transportasi dan penyerapan kalsium sehingga meningkatkan kadar serum kalsium. Kalsitrol juga menstimulasi resorpsi tulang dan reabsorbsi kalsium di tubulus ginjal sehingga menurunkan kadar hormon paratiroid (PTH) dan mempertahankan homeostasis kalsium fosfat. Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, kalsitriol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diabsorpsi dengan cepat dari saluran pencernaan. Waktu puncak konsentrasi palsma adalah 2-6 jam.
  • Distribusi: Ikatan protein plasma adalah 99,9%, terutama untuk protein pengikat vitamin D sepeti albumin dan lipoprotein.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati dan ginjal melalui hidroksilasi dan oksidasi melalui CYP24A1 terutama menjadi asam kalsitroat dan metabolit lakton.
  • Ekskresi: Diekskresi terutama melalui feses sebanyak 27% dan urin sebanyak 7%. Waktu paruh eliminasi adalah 5-8 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Gangguan tulang yang ditandai dengan penurunan massa tulang yang menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah (osteoporosis postmenopause).
  • Perubahan bentuk dan struktur tulang pada pasien dengan penyakit ginjal kronis (osteodistrofi ginjal).
  • Kekurangan hormon tiroid yang tidak diketahui penyebabnya (hipoparatiroid idiopatik).
  • Rendahnya kalsium dalam darah dan tulang namun hormon paratiroid tinggi (pseudohipoparatiroidisme).
  • Pelunakan dan perlemahan tulang pada anak yang terjadi karena kekurangan vitamin D (rakitis).
  • Kekurangan hormon tiroid paska bedah.

Kalsitriol merupakan obat analog vitamin D yang bekerja dengan membantu tubuh untuk menggunakan lebih banyak kalsium yang ditemukan dalam makanan atau suplemen dan mengatur produksi hormon paratiroid tubuh. Kalsitriol merangsang reseptor vitamin D di usus, ginjal, kelenjar paratiroid, dan tulang untuk meningkatkan transportasi dan penyerapan kalsium sehingga meningkatkan kadar serum kalsium.

Komposisi obat

Kalsitriol 0,25 mcg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Berkurangnya kepadatan tulang setelah menopause (osteoporosis postmenopause): 0,25 mcg sebanyak 2 kali/hari.
  • Kekurangan kadar kalium (hipokalemia) pada pasien osteodistrofi ginjal, hipoparatiroidisme, dan pseudohipoparatiroidisme:
    • Dosis awal: 0,25 mcg/hari. Dosis dapat ditingkatkan 0,25 mcg/hari dengan interval 2-4 minggu. Penurunan atau penghentian pemberian dosis mungkin diperlukan sesuai dengan kadar serum kalsium, tolerabilitas dan keamanan masing-masing pasien.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan, tetapi sebaiknya dikonsumsi dengan makanan untuk menghindari rasa tidak nyaman pada saluran cerna.

Efek samping obat

  • Rasa tidak nyaman pada perut.
    Cobalah mengonsumsi makanan yang ringan, hindari makanan yang berat dan pedas. Jika rasa tidak nyaman pada perut terus berlanjut, segera hubungi dokter Anda sebab efek samping tersebut mungkin dapat menjadi tanda adanya terlalu banyak kalsium dalam darah Anda.
  • Diare.
    Cobalah untuk minum banyak air untuk mencegah dehidrasi. Tanda-tanda dehidrasi antara lain buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau urin berbau tajam. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa konsultasi dengan apoteker atau dokter.
  • Kehilangan nafsu makan, kehilangan berat badan, mual, merasa haus, berkeringat, rasa logam di mulut Anda, keinginan untuk buang air kecil lebih sering.
    Berikut adalah efek samping yang dapat menjadi tanda bahwa mungkin ada terlalu banyak kalsium dalam darah Anda. Buatlah janji bertemu dengan dokter Anda sesegera mungkin. Dosis pengobatan Anda mungkin perlu disesuaikan.
  • Sakit kepala.
    Cobalah minum banyak air dan mintalah apoteker untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai. Jika sakit kepala terus berlanjut, segera hubungi dokter Anda.
  • Ruam kulit dan infeksi saluran kemih.
    Jika Anda mengalami efek samping tersebut dan menjadi masalah yang serius bagi Anda, segera hubungi dokter Anda.
  • Mengantuk.
    Jangan mengemudi atau menggunakan alat dan mesin dan cobalah duduk atau berbaring hingga Anda merasa lebih baik, serta hindari mengonsumsi alkohol sebab akan memperburuk keadaan.
  • Peningkatan kadar kalsium dalam darah (hiperkalsemia).
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan gangguan penyerapan cairan dan nutrisi (sindrom malabsorpsi).
  • Hindari asupan vitamin D yang berlebihan dan pertahankan asupan kalsium yang cukup.
  • Pasien dengan gangguan ginjal.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan ostovel kapsul pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan kadar kalsium tinggi dalam darah (hiperkalsemia).
  • Pasien dengan risiko keracunan (toksisitas) vitamin D.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Kolestiramin dan sevelamer.
    Penggunaan bersama kalsitriol menurunkan laju penyerapan usus.
  • Obat antikonvulsan penginduksi CYP450 seperti karbamazepin, fenofibrat, fenitoin, dan obat kortikosteroid.
    Penggunaan bersama kalsitriol menurunkan efektivitas dari kalsitriol.
  • Diuterik tiazid.
    Penggunaan bersama kalsitriol meningkatkan risiko peningkatan kadar kalsium (hiperkalsemia).
  • Antasida.
    Penggunaan bersama kalsitriol menyebabkan peningkatan kadar magnesium dalam darah (hipermagnesemia) pada pasien dialisis.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Gejala dehidrasi seperti merasa sangat haus atau panas, tidak dapat buang air kecil, berkeringat banyak, atau kulit panas dan kering.
  • Kadar kalsium tinggi seperti mual, muntah, sembelit, peningkatan rasa haus atau buang air kecil, kelemahan otot, nyeri tulang, kebingungan, kurang energi, atau perasaan lelah.
  • Kadar kalsium rendah seperti kejang atau kontraksi otot, mati rasa di sekitar mulut, atau di jari tangan dan kaki.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/calcitriol?mtype=generic
Diakses pada 26 Agustus 2020

Patient. https://patient.info/medicine/calcitriol-capsules-rocaltrol#nav-4
Diakses pada 26 Agustus 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-7448/calcitriol-oral/details
Diakses pada 26 Agustus 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682335.html#if-i-forget
Diakses pada 26 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Manfaat Hiking Tak Hanya Berikan Udara Segar

Hiking adalah aktivitas rekreasional yang seru dan menyenangkan. Selain menyegarkan mata dengan pemandangan indah, manfaat hiking juga tak bisa diremehkan. Apa sajakah itu?
11 Mar 2020|Rieke Saraswati
Baca selengkapnya
Manfaat Hiking Tak Hanya Berikan Udara Segar

Mengenal Penyebab Tulang Keropos yang Dapat Dialami Segala Usia

Penyebab tulang keropos perlu diketahui sebagai langkah pencegahan. Tak hanya dipengaruhi oleh usia, hormon yang tidak seimbang juga dapat jadi penyebabnya.
22 Jun 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Mengenal Penyebab Tulang Keropos yang Dapat Dialami Segala Usia

Pada Usia Berapa Penyakit pada Tulang Umumnya Mulai Menyerang?

Penyakit tulang seperti osteoporosis tidak hanya terjadi pada lansia, tetapi dapat terjadi pada seseorang pada usia muda. Beberapa penyebab osteoporosis terjadi lebih cepat, antara lain PCOS dan faktor keturunan.
03 Jul 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Pada Usia Berapa Penyakit pada Tulang Umumnya Mulai Menyerang?