Opicort Tablet 4 mg

16 Sep 2020| Ajeng Prahasta

Deskripsi obat

Opicort tablet adalah untuk mengobati panyakit kulit, gangguan endokrin, alergi seperti rhinitis alergi, dan peradangan. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Opicort tablet mengandung zat aktif triamsinolon.
Opicort Tablet 4 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaTriamsinolon.
Kelas terapiAntialergi dan antiinflamasi.
Klasifikasi obatGlukokortikoid.
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 tablet (4 mg)
ProdusenOtto Pharmaceutical Industries

Informasi zat aktif

Triamsinolon merupakan obat golongan kortikosteroid yang bekerja dengan menekan migrasi leukosit polimorfonuklear dan mengurangi permeabilitas kapiler sehingga mengurangi peradangan. Triamsinolon juga menekan sistem kekebalan dengan mengurangi aktivitas dan volume sistem limfatik.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, triamsinolon diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan mudah setelah pemberian oral. Waktu puncak konsentrasi terjadi sekitar 1-2 jam.
  • Distribusi: Dihilangkan cepat dari darah dan didistribusikan ke otot, kulit, hati, usus, dan ginjal. Obat terikat secara luas pada protein plasma (transkortin dan albumin). Hanya bagian yang tidak terikat yang aktif. Adrenokortikoid didistribusikan ke dalam ASI dan melalui penghalang plasenta.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati menjadi metabolit glukuronida dan sulfat yang tidak aktif.
  • Ekskresi: Metabolit tidak aktif dan sejumlah kecil obat yang tidak termetabolisme diekskresikan oleh ginjal. Jumlah obat yang tidak signifikan juga dibuang melalui feses. Waktu paruh biologis triamsinolon adalah 18 jam hingga 36 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi berbagai kondisi peradangan dan reaksi alergi pada:

  • Peradangan berupa ruam kemerahan pada kulit (dermatitis kontak).
  • Peradangan kulit berupa ruam dan rasa gatal (dermatitis atopik). 
  • Asma yang disebabkan terjadinya pembengkakan pada dinding saluran pernapasan (asma bronkial).
  • Peradangan rongga hidung (rinitis alergi).
  • Biduran (urtikaria).

Triamsinolon bekerja dengan menstimulasi sintesis enzim yang dibutuhkan untuk menurunkan respon inflamasi. Obat ini mampu menekan sistem kekebalan dengan mengurangi aktivitas dan volume sistem limfatik, menghasilkan limfositopenia (terutama limfosit T), menurunkan tingkat imunoglobulin dan komplemen, mengurangi bagian kompleks imun melalui membran basal, dan menekan reaktivitas jaringan terhadap interaksi antigen-antibodi.

Komposisi obat

Triamsinolon 2 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas: 4-48 mg/hari.
  • Anak-anak 12 tahun ke bawah: 416 mcg-1,7 mg/kgBB/hari.
    Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan makanan.

Efek samping obat

  • Sakit kepala.
    Jika merasa sakit kepala, hentikan aktivitas sementara dan berisirahatlah hingga merasa lebih baik, jika sakit kepala tidak membaik atau semakin memburuk, segera minta rekomendasi obat penghilang rasa sakit kepada apoteker Anda. 
  • Pusing.
  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Berkurangnya kepadatan tulang (osteoporosis).
  • Garis-garis pada beberapa bagian tubuh atau stretch marks (striae).
  • Berat badan bertahan.
  • Perubahan suasana hati.
  • Daerah kulit tertentu lebih gelap (hiperpigmentasi).
  • Gangguan cairan dan elektrolit.
  • Kelainan otot akibat penggunaan obat steroid (miopati steroid).
  • Kelemahan otot.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan kerusakan hati (sirosis hati).
  • Pasien dengan kadar kadar hormon tiroid yang rendah (hipotiroidisme).
  • Pasien dengan infeksi herpes pada mata yang dapat menyebabkan kebutaan (herpes simpleks okular).
  • Anak-anak.
  • Pasien dengan gangguan hati dan ginjal.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien dengan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien dengan peradangan usus (kolitis ulserativa nonspesifik).
  • Pasien dengan tekanan bola mata yang tinggi (glaukoma) atau buramnya lensa mata (katarak).
  • Pasien dengan gagal jantung.
  • Pasien dengan serangan jantung (infark miokard akut).
  • Pasien dengan gangguan saluran pencernaan.
  • Pasien dengan riwayat kejang.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan opicort tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita komplikasi malaria akibat adanya parasit yang menyebabkan kerusakan pada sawar otak (malaria serebral).
  • Pasien penderita infeksi jamur sistemik.
  • Pasien penderita yang mengalami kesulitan dalam membedakan antara imajinasi dan kenyataan (psikosis akut).
  • Pasien penderita herpes simpleks keratitis.
  • Pasien penderita parasitosis.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap triamsinolon.
  • Pasien yang memiliki jumlah sel keping darah yang rendah sehingga menjadi mudah berdarah dan memar (trombositopenia idiopatik purpura).
  • Pasien penderita tuberkulosis.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat antihipertensi dan diuretik.
    Penggunaan bersama triamsinolon menurunkan tekanan darah arteri.
  • Obat antikolinergik seperti atropin.
    Penggunaan bersama triamsinolon meningkatkan tekanan intraokular.
  • Obat antikoagulan.
    Penggunaan bersama triamsinolon mengurangi efek antikoagulan dari obat-obatan antikoagulan oral.
  • Obat turunan sulfonilurea dan insulin.
    Penggunaan bersama triamsinolon menurunkan efek terapi antidiabetik.
  • Disopiramid, kuinidin, prokainamid, amiodaron, sotalol, bepridil.
    Penggunaan bersama triamsinolon meningkatkan risiko perpanjangan interval QT.
  • Obat NSAID.
    Penggunaan bersama triamsinolon meningkatkan risiko pendarahan di saluran cerna.
  • Kontrasepsi oral.
    Penggunaan bersama triamsinolon meningkatkan kadar serum estrogen.
  • Seritinib.
    Penggunaan bersama triamsinolon meningkatkan efek hiperglikemia yaitu meningkatkan kadar gula darah.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya gunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk menggunakan obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal pemakaian obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal pemakaian obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Jika Anda mengalami peningkatan tekanan darah tinggi yang ditandai dengan sakit kepala yang parah, penglihatan kabur, telinga berdengung, gelisah, nye dada, sesak napas, dan kejang.
  • Jika Anda mengalami penurunan kadar kalium dalam darah yang ditandai dengan gejala kebingungan, detak jantung tidak stabil, rasa haus yang ekstrim, peningkatan frekuensi buang air kecil, kelemahan otot, dan merasa lemas.
  • Jika Anda mengalami gangguan penglihatan, mengalami pembengkakan, peningkatan berat badan secara cepat, sesak napas, depresi berat, timbulnya perilaku yang tidak biasa, kejang, feses berdarah, batuk berdarah, nyeri pada perut bagian atas yang menyebar ke punggung, mual dan muntah, jantung berdetak cepat.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/opicort
Diakses pada 18 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/triamcinolone?mtype=generic
Diakses pada 26 Agustus 2020

Drugs. https://www.drugs.com/triamcinolone.html
Diakses pada 26 Agustus 2020

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/t057.html
Diakses pada 26 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

7 Penyakit yang Bisa Membuat Hidung Tersumbat, Walau Tidak Pilek

Hidung tersumbat sering dikaitkan dengan pilek atau flu. Namun, ada beberapa penyakit yang juga ditandai dengan hidung mampet. Ada 7 penyakit yang bisa sebabkan hidung tersumbat tidak pilek.
24 May 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
7 Penyakit yang Bisa Membuat Hidung Tersumbat, Walau Tidak Pilek

Cara Menangani Asma pada Wanita

Wanita berisiko tinggi mengalami asma saat menstruasi, kehamilan, atau menopause. Beberapa tips menangani asma pada wanita, antara lain menghindari pemicu alergi dan terapi hormon.
14 Feb 2019|Aby Rachman
Baca selengkapnya
Cara Menangani Asma pada Wanita

Cara Penggunaan Inhaler yang Benar untuk Obati Asma

Cara penggunaan inhaler yang tepat perlu dilakukan agar risiko munculnya efek samping tidak meningkat. Dengan cara yang tepat, obat yang keluar dari inhaler juga akan lebih efektif masuk ke paru-paru.
13 Oct 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Cara Penggunaan Inhaler yang Benar untuk Obati Asma