Ondansetron bekerja dengan mencegah pembentukan serotonin, zat yang menimbulkan mual atau muntah.
Rasa mual dan ingin muntah umum timbul pada pasien yang melakukan kemoterapi.

Ceteron, Dantroxal, Entron, Frazon, Fudanton, Lametic, Mefoz, Narfoz, Ondavell, Odanostin/Odanostin Forte, ODR, Ondarin, Onetic 4/Onetic 8, Onetic, Trovensis, Tronadex, Vomceran, Vometraz, Vometron

Ondansetron merupakan obat yang digunakan untuk mencegah muntah dan mual yang disebabkan oleh terapi obat dan operasi. Obat ini bekerja dengan menghalangi terbentuknya serotonin (zat alami pada tubuh yang menyebabkan mual atau muntah).

Ondansetron (Ondansetron)
Golongan

Antiemetik

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Tablet, sirup, suntik, dan suppositoria

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori B: Penelitian pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak menunjukkan adanya risiko pada janin, namun tidak ada penelitian terkontrol yang telah dilakukan pada wanita hamil.

Dosis obat

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respons terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Oral
Mual dan Muntah yang Terjadi pada Kemoterapi

  • Dewasa: 24 mg sebagai dosis tunggal, 30 menit sebelum dimulainya kemoterapi satu hari.
  • Anak: 4-11 tahun 4 mg 30 menit sebelum kemoterapi, ulangi dosis pada 4 dan 8 jam setelah dosis awal, kemudian 4 mg tiga kali sehari selama 1-2 hari setelah selesainya kemoterapi.

Rektal
Mual dan Muntah Terkait dengan Kemoterapi Kanker

  • Dewasa: Sebagai suppositoria: 16 mg diberikan 1-2 jam sebelum perawatan.

Parenteral
Mual dan Muntah Terkait dengan Kemoterapi Kanker

  • Dewasa: Kemoterapi yang sangat emetogenik: 8 mg sebagai dosis tunggal, diberikan injeksi intramuskular atau injeksi intravena lambat diberikan sesegera mungkin sebelum perawatan dimulai; atau 8 mg IM atau injeksi IV lambat diberikan segera sebelum perawatan diikuti dengan infus IV berkelanjutan 1 mg/jam sampai 24 jam atau dengan 2 dosis lagi 8 mg dengan selang 2-4 jam.
  • Anak: umur ≥ 6 bulan 150 mcg/kg melalui infus IV 30 menit sebelum dimulainya kemoterapi, ulangi dosis pada 4 dan 8 jam setelah dosis awal. 

Prophylaxis Mual dan Muntah Pasca Operasi

  • Dewasa: Diberikan per oral 16 mg diminum 1 jam sebelum anestesi; atau 8 mg diminum 1 jam sebelum anestesi dilanjutkan oleh 2 dosis lagi 8 mg selang 8 jam.

Baca petunjuk kemasan dan ikuti cara pemakaian sesuai anjuran dokter sebelum menggunakan obat ondansetron. Obat ini biasanya dikonsumsi 30 menit sebelum dimulainya perawatan. Obat ini juga dapat dikonsumsi 3 kali sehari selama 1 hingga 2 hari setiap kemoterapi. Dosis sesuai dengan kondisi medis. Jangan meningkatkan dosis atau mengonsumsinya lebih sering dari yang ditentukan oleh dokter. Beritahu dokter jika kondisi semakin memburuk atau tidak membaik.

Efek samping dapat terjadi pada setiap pemakaian obat. Jika terjadi efek samping yang serius, segera berikan pertolongan medis. Efek samping yang umum terjadi pada konsumsi ondansetron, antara lain: sakit kepala, kepala terasa ringan, pusing, mengantuk, lelah, dan sembelit. Jika efek samping semakin memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping yang jarang terjadi namun serius, seperti:

  • Nyeri dada
  • Detak jantung lambat atau cepat
  • Pusing berat
  • Pingsan

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek lain seperti di atas, tanyakan kepada dokter Anda.

Beritahukan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Gangguan hati
  • Kehamilan dan menyusui
  • Masalah perut/usus (riwayat pembedahan perut, ileus)

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Sindrom kongenital pemanjangan interval QT
  • Penggunaan bersamaan dengan apomorphine

Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada kemasan.

Interaksi obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan dengan obat ini. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan, harap konsultasikan terlebih dahulu ke dokter Anda. Dokter mungkin akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan

Mengonsumsi obat ondansetron dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Dapat meningkatkan risiko aritmia dengan obat kardiotoksik (misalnya anthracyclines)
  • Dapat mengurangi efek analgesik tramadol

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/ondansetron-oral-route-oromucosal-route/description/drg-20074421
diakses pada 30 November 2018.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ondansetron/?type=brief&mtype=generic 
diakses pada 30 November 2018.

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-16910-1345/ondansetron-oral/ondansetron-soluble-film-oral/details
diakses pada 30 November 2018.

Artikel Terkait