Omenacort Tablet 4 mg

18 Nov 2019| Dina Rahmawati

Deskripsi obat

Omenacort adalah obat golongan kortikosteroid yang digunakan untuk menangani beberapa kelainan kulit, peradangan pada sendi, pembengkakan, rhinitis alergi dan gangguan pencernaan. Obat ini merupakan golongan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Omenacort mengandung zat aktif triamsinolon.
Omenacort Tablet 4 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 31,800/strip per November 2019
Produk HalalYa
Kandungan utamaTriamsinolon.
Kelas terapiAntialergi dan antiinflamasi.
Klasifikasi obatGlukokortikoid.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (4 mg)
ProdusenMutifa

Informasi zat aktif

Triamsinolon merupakan obat golongan kortikosteroid, obat ini bekerja dengan menekan migrasi leukosit polimorfonuklear dan mengurangi permeabilitas kapiler sehingga mengurangi peradangan. Triamsinolon juga menekan sistem kekebalan dengan mengurangi aktivitas dan volume sistem limfatik.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, triamsinolon diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan mudah setelah pemberian oral. Waktu puncak konsentrasi terjadi sekitar 1-2 jam.
  • Distribusi: Dihilangkan cepat dari darah dan didistribusikan ke otot, kulit, hati, usus, dan ginjal. Obat terikat secara luas pada protein plasma (transkortin dan albumin). Hanya bagian yang tidak terikat yang aktif. Adrenokortikoid didistribusikan ke dalam ASI dan melalui penghalang plasenta.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati menjadi metabolit glukuronida dan sulfat yang tidak aktif.
  • Ekskresi: Metabolit tidak aktif dan sejumlah kecil obat yang tidak termetabolisme diekskresikan oleh ginjal. Jumlah obat yang tidak signifikan juga dibuang melalui feses. Waktu paruh biologis triamsinolon adalah 18 jam hingga 36 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi peradangan dan reaksi alergi seperti:

  • Peradangan pada sendi.
  • Asma yang disebabkan terjadinya pembengkakan pada dinding saluran pernapasan (asma bronkial).
  • Peradangan rongga hidung (rinitis alergi).
  • Biduran (urtikaria).
  • Peradangan berupa ruam kemerahan pada kulit (dermatitis kontak).
  • Peradangan kulit berupa ruam dan rasa gatal (dermatitis atopik). 


Triamsinolon menstimulasi sintesis enzim yang dibutuhkan untuk menurunkan respon inflamasi. Obat ini mampu menekan sistem kekebalan dengan mengurangi aktivitas dan volume sistem limfatik, menghasilkan limfositopenia (terutama limfosit T), menurunkan tingkat imunoglobulin dan komplemen, mengurangi bagian kompleks imun melalui membran basal, dan menekan reaktivitas jaringan terhadap interaksi antigen-antibodi.

Komposisi obat

Triamsinolon 4 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas: 4-48 mg/hari.
  • Anak-anak 12 tahun ke bawah: 416 mcg-1,7 mg/kgBB/hari.
    Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan makanan.

Efek samping obat

  • Luka pada lambung (tukak lambung).
  • Berkurangnya kepadatan tulang (osteoporosis).
  • Garis-garis pada beberapa bagian tubuh atau stretch marks (striae).
  • Daerah kulit tertentu lebih gelap (hiperpigmentasi).
  • Gangguan cairan dan elektrolit.
  • Kelainan otot akibat penggunaan obat steroid (miopati steroid).
  • Kelemahan otot.
  • Berat badan bertahan.
  • Perubahan suasana hati.
  • Sakit kepala.
  • Pusing.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan tekanan bola mata yang tinggi (glaukoma) atau buramnya lensa
  • mata (katarak).
  • Pasien dengan gagal jantung.
  • Pasien dengan serangan jantung (infark miokard akut).
  • Pasien dengan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien dengan kerusakan hati (sirosis).
  • Pasien dengan kadar kadar hormon tiroid yang rendah (hipotiroidisme).
  • Pasien dengan infeksi herpes pada mata yang dapat menyebabkan kebutaan
  • (herpes simpleks okular).
  • Pasien dengan peradangan usus (kolitis ulserativa nonspesifik).
  • Pasien dengan gangguan saluran pencernaan.
  • Pasien dengan riwayat kejang.
  • Anak-anak.
  • Pasien dengan gangguan hati dan ginjal.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan omenacort tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita infeksi jamur sistemik.
  • Pasien penderita yang mengalami kesulitan dalam membedakan antara imajinasi dan kenyataan (psikosis akut).
  • Pasien penderita tuberkulosis.
  • Pasien penderita herpes simpleks keratitis.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap triamsinolon.
  • Pasien yang memiliki jumlah sel keping darah yang rendah sehingga menjadi mudah berdarah dan memar (trombositopenia idiopatik purpura).
  • Pasien penderita komplikasi malaria akibat adanya parasit yang menyebabkan kerusakan pada sawar otak (malaria serebral).
  • Pasien penderita parasitosis.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat antihipertensi dan diuretik.
    Penggunaan bersama triamsinolon menurunkan tekanan darah arteri.
  • Obat NSAID.
    Penggunaan bersama triamsinolon meningkatkan risiko pendarahan di saluran cerna.
  • Kontrasepsi oral.
    Penggunaan bersama triamsinolon meningkatkan kadar serum estrogen.
  • Disopiramid, kuinidin, prokainamid, amiodaron, sotalol, bepridil.
    Penggunaan bersama triamsinolon meningkatkan risiko perpanjangan interval QT.
  • Obat antikolinergik seperti atropin.
    Penggunaan bersama triamsinolon meningkatkan tekanan intraokular.
  • Obat antikoagulan.
    Penggunaan bersama triamsinolon mengurangi efek antikoagulan dari obat-obatan antikoagulan oral.
  • Seritinib.
    Penggunaan bersama triamsinolon meningkatkan efek hiperglikemia yaitu meningkatkan kadar gula darah.
  • Obat turunan sulfonilurea dan insulin.
    Penggunaan bersama triamsinolon menurunkan efek terapi antidiabetik.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Jika Anda mengalami gangguan penglihatan, mengalami pembengkakakn, peningkatan berat badan secara cepat, sesak napas, depresi berat, timbulnya perilaku yang tidak biasa, kejang, feses berdarah, batuk berdarah, nyeri pada perut bagian atas yang menyebar ke punggung, mual dan muntah, jantung berdetak cepat.
  • Jika Anda mengalami penurunan kadar kalium dalam darah yang ditandai dengan gejala kebingungan, detak jantung tidak stabil, rasa haus yang ekstrim, peningkatan frekuensi buang air kecil, kelemahan otot, dan merasa lemas.
  • Jika Anda mengalami peningkatan tekanan darah tinggi yang ditandai dengan sakit kepala yang parah, penglihatan kabur, telinga berdengung, gelisah, nye dada, sesak napas, dan kejang.

Sesuai kemasan per November 2019

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/amtocort%20tablet?type=brief&lang=id
Diakses pada 21 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/triamcinolone?mtype=generic
Diakses pada 21 Agustus 2020

Drugs. https://www.drugs.com/triamcinolone.html
Diakses pada 19 Agustus 2020

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/t057.html
Diakses pada 21 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Meski Tidak Nyeri, Pemicu Moluskum Kontagiosum Adalah Virus “Tahan Banting”

Ciri-ciri moluskum kontagiosum adalah munculnya bintik, ruam, dan benjolan di lapisan teratas kulit. Virus penyebab moluskum kontagiosum bisa bertahan di permukaan benda yang terkontaminasi penderitanya.
04 Dec 2019|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Meski Tidak Nyeri, Pemicu Moluskum Kontagiosum Adalah Virus “Tahan Banting”

Mengenal Penyakit Kulit Psoriasis Vulgaris dan Jenis Psoriasis Lainnya

Psoriasis vulgaris merupakan bentuk umum dari penyakit kulit psoriasis. Selain psoriasis vulgaris, masih banyak jenis psoriasis lainnya, yang Anda harus tahu. Apa saja gejala dan cara mengobatinya?
06 Dec 2019|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Mengenal Penyakit Kulit Psoriasis Vulgaris dan Jenis Psoriasis Lainnya

Penyebab Bibir Bengkak dan Solusi untuk Mengatasinya

Penyebab bibir bengkak dapat beragam, misalnya saja alergi, cedera, hingga kondisi neurologis yang langka. Penanganannya perlu dilakukan sesuai dengan penyebabnya.
11 Dec 2019|Rieke Saraswati
Baca selengkapnya
Penyebab Bibir Bengkak dan Solusi untuk Mengatasinya