Omenacort tablet golongan kortikosteroid yang digunakan untuk menangani beberapa kelainan kulit, peradangan pada sendi, pembengkakan, rhinitis alergi, penyakit kolagen, ganggaun hematologik, gangguan pencernaan
Omenacort tablet golongan kortikosteroid yang digunakan untuk menangani beberapa kelainan kulit, peradangan pada sendi, pembengkakan, rhinitis alergi, penyakit kolagen, ganggaun hematologik, gangguan pencernaan
Omenacort tablet golongan kortikosteroid yang digunakan untuk menangani beberapa kelainan kulit, peradangan pada sendi, pembengkakan, rhinitis alergi, penyakit kolagen, ganggaun hematologik, gangguan pencernaan
Omenacort tablet golongan kortikosteroid yang digunakan untuk menangani beberapa kelainan kulit, peradangan pada sendi, pembengkakan, rhinitis alergi, penyakit kolagen, ganggaun hematologik, gangguan pencernaan
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 318.000/box per November 2019
Kemasan 1 box isi 10 strip @ 10 tablet
Produsen Mutifa

Omenacort adalah obat golongan kortikosteroid yang digunakan untuk menangani beberapa kelainan kulit, peradangan pada sendi, pembengkakan, rhinitis alergi, penyakit kolagen, ganggaun hematologik, gangguan pencernaan dan kondisi lainnya yang berhubungan dengan ketidaknyamanan pada kulit. Obat ini merupakan golongan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Omenacort mengandung triamcinolone sebagai zat aktifnya.

  • Insufisiensi adrenal kronik sekunder.
  • Reaksi alergi yang diinduksi oleh suatu obat.
  • Tipe inflamasi pada hidung yang terjadi ketika sistem imun bereaksi lebih terhadap alergen di udara (rhinitis alergi).
  • Penyakit kolagen:
  • Penyakit kulit:
    • Peradangan pada kulit yang menyebabkan kulit memerah dan gatal (dermatitis).
    • Reaksi kulit yang dapat dipicu oleh infeksi atau penggunaan obat-obatan tertentu (arythema multiforme).
    • Mycosis fungoides.
    • Peradangan pada kulit yang ditandai dengan ruam merah, kulit kering, tebal, bersisik, dan mudah terkelupas (psoriasis).
    • Peradangan hebat yang menyebabkan pembentukan lepuh atau gelembung kecil (vesikel) pada kulit hingga akhirnya pecah dan mengeluarkan cairan (eksema).
  • Gangguan saluran pencernaan:
    • Peradangan saluran pencernaan bagian bawah (colitis).
    • Peradangan pada usus (enteritis regional).
  • Gangguan hematologik:
    • Kelainan sel darah merah dan kelainan sistem kekebalan tubuh yang langka (anemia hemolitik auto-imun).
    • Erythroblastopenia.
    • Anemia hipoplastik kongenital
    • Trombositopenia purpura idiopatik
  • Inflamasi non reumatik:
    • Peradangan atau pembengkakan yang terjadi pada bursa, yaitu kantong berisi cairan pelumas yang terletak di sekitar sendi, dan berfungsi sebagai bantalan untuk mengurangi gesekan dan iritasi yang berpotensi terjadi di antara tulang dan tendon (bursitis akut).
    • Sindrom rasa sakit yang mempengaruhi siku (epicondylitis).
    • Tenosinovitis non spesifik akut.
  • Udema serebral.
  • Nephrotic syndrome.
  • Gangguan pernapasan:
  • Penyakit mata:
    • Chorioretinitis.
    • Konjungtivitas alergi.
    • Herpes zoster.
    • Irifocycilitis.
    • Keratitis yang bukan disebabkan oleh infeksi fungi atau herpes simplex.
    • Neuritis optik.
    • Simphathetic opthalmia.
  • Penyakit rematik:
    • Ankylosis spondylitis.
    • Psoriasis arthritis.
    • Rheumatoid arthritis.
    • Gouty arthritis.
  • Post traumatic osteoarthritis.
  • Shock yang disebabkan insufisiensi adrenal.
  • Terapi pembantu pada penyakit neoplasma

Triamcinolone 4 mg

  • Dewasa dan anak 12 tahun ke atas:
    • Insufisiensi adrenal: 4-12 mg/hari dosis tunggal atau dosis terbagi.
    • Indikasi lain: 4-36 mg/hari dosis tunggal atau terbagi.
  • Anak 12 tahun ke bawah:
    • Insufisiensi adrenal: 0,117 mg/kg BB/hari dosis tunggal atau terbagi.
    • Indikasi lain: 0,416 mg-1,7 mg/kg BB/hari dosis tunggal atau terbagi.
    • Anakpenderita penyakti neoplasma: 2 mg/kg BB/hari

Dikonsumsi bersamaan dengan makananan atau sesudah makan.

  • Wanita hamil.
  • Wanita menyusui.
  • Pasien penderita herpes simpleks okuler.
  • Anak-anak.
  • Pasien usia lanjut.
  • Pasien penderita gangguan pencernaan.
  • Pasien dengan riwayat psikosis.
  • Pasien dengan riwayat tuberkulosis.
  • Pasien dengan riwayat epilepsi.
  • Pasien dengan riwayat penyakit jantung kongestif.
  • Antidiabetik oral atau insulin.
  • Glikosida jantung.
  • Diuretika.
  • Obat penginduksi enzim heptic.
  • Obat atau makanan yang mengandung natrium.

Sesuai kemasan per November 2019.

Artikel Terkait