Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Ofloxacin (Alias: Ofloxacin)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri pada 10 Jun 2019
Ofloxacin senyawa antibakteri golongan kuinolon untuk melawan bakteri jahat
Ofloxacin senyawa antibakteri golongan kuinolon untuk melawan bakteri jahat

Merk dagang yang beredar:

Akilen, Betaflox, Danoflox, Ethiflox, Flotavid, Grafloxin, Loxinter, Mefoxa, Nilavid, Nufafloqo, Ostrid, Ofloxacin, Pharflox, Poncoquin, Rilox, Tarivid.

Ofloxacin merupakan obat yang digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri. Obat ini termasuk golongan antibiotik quinolone yang bekerja membunuh dan mencegah pertumbuhan bakteri.

Ofloxacin (Ofloxacin)
Golongan

Antibiotik quinolone

Kategori Obat

Obat Resep

Bentuk Obat

Tablet, tetes mata, tetes telinga, suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respon terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Intravena

Infeksi kulit dan jaringan lunak

  • Dewasa: 400 mg dua kali sehari yang diinfus selama setidaknya 1 jam.

Intravena

Infeksi saluran kemih berat

  • Dewasa: 200 mg setiap hari dengan infus selama minimal 30 menit. Max: 400 mg yang diinfus selama setidaknya 1 jam.

Intravena

Infeksi saluran pernapasan bawah, Septikemia

  • Dewasa: 200 mg 2 kali sehari melalui infus selama minimal 30 menit. Maksimal: 400 mg yang diinfus selama setidaknya 1 jam.

Tetes mata

Konjungtivitis, Keratokonjungtivitis

  • Dewasa: teteskan 1-2 tetes pada mata yang terkena setiap 2-4 jam untuk 2 hari pertama, kemudian 4 kali sehari. Durasi maksimal: 10 hari.
  • Anak: > 1 tahun Sama dengan dosis dewasa.

Oral

Servisitis non-gonococcal / urethritis karena Chlamydia trachomatis, Infeksi genital tanpa komplikasi karena Chlamydia trachomatis

  • Dewasa: 400 mg setiap hari dalam dosis tunggal atau terbagi selama 7 hari.

Oral

Infeksi saluran pernapasan bagian bawah

  • Dewasa: 400 mg setiap hari sebaiknya di pagi hari, dapat ditingkatkan menjadi 400 mg 2 kali sehari sesuai kebutuhan.

Oral

Penyakit radang panggul (pelvic inflammatory disease)

  • Dewasa: 400 mg 2 kali sehari selama 14 hari.

Oral

Gonore yang tidak terkomplikasi

  • Dewasa: 400 mg sebagai dosis tunggal.

Oral

Infeksi saluran kemih

  • Dewasa: 200-400 mg setiap hari sebaiknya di pagi hari. Jika perlu, infeksi saluran kemih ditingkatkan hingga 400 mg.

Oral

Kulit dan infeksi jaringan lunak

  • Dewasa: 400 mg 2 kali sehari.

Oral

Prostatitis

  • Dewasa: Akut atau kronis: 200 mg 2 kali sehari selama 28 hari.

Tetes telinga

Otitis media akut

  • Anak: pasien dengan tuba timpani : 1-12 thn teteskan 5 tetes ke dalam saluran telinga yang terkena 2 kali sehari selama 10 hari. Setelah pemberian pasien disarankan untuk berbaring dengan liang telinga yang diteteskan menghadap ke atas selama 5 menit; lakukan pompa targus telinga 4 kali dengan mendorong ke dalam untuk memudahkan penetrasi obat tetes ke telinga.

Tetes telinga

Otitis eksterna

  • Dewasa: teteskan 10 tetes ke dalam saluran telinga yang terkena sekali sehari selama 7 hari Setelah pemberian pasien disarankan untuk berbaring dengan liang telinga yang diteteskan menghadap ke atas selama 5 menit untuk memfasilitasi penetrasi ke telinga.
  • Anak: 6 bulan sampai 13 tahun teteskan 5 tetes ke dalam saluran telinga yang terkena sekali sehari selama 7 hari; > 13 th Sama dengan dosis dewasa.

Tetes telinga

Otitis media

  • Dewasa: Supuratif kronik dengan membran timpani berlubang: Masukkan 10 tetes ke dalam saluran telinga yang terkena selama 14 hari. Berbaring dengan telinga yang terkena ke atas selama 5 menit; memompa tragus telinga 4 kali dengan mendorong ke dalam untuk memudahkan penetrasi tetes ke telinga.
  • Anak: ≥12 thn Sama dengan dosis dewasa.

Aturan pakai Ofloxacin dengan benar

Baca petunjuk dari kemasan atau ikuti sesuai dari anjuran dari dokter sebelum menggunakan obat ofloxacin.

Obat ini sebaiknya diminum bersama makanan. Biasanya dikonsumsi dua kali sehari (setiap 12 jam). Dosis diberikan sesuai kondisi medis.

Terus gunakan obat ini hingga waktu yang ditentukan jangan memberhentikan obat ini secara tiba-tiba karena dapat menyebabkan tumbuhnya kembali bakteri.

Beritahu dokter jika kondisi semakin memburuk atau tidak membaik.

Efek Samping

Di setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi jika terjadi efek samping yang berlebihan, harus langsung ditangani oleh medis.

Obat ofloxacin dapat menyebabkan efek samping yang sering terjadi jika dikonsumsi seperti: sakit perut, mual, diare, sakit kepala, pusing, kesulitan tidur, perut kembung, tendinitis, ruptur tendon, efek SSP (mis. sakit kepala, insomnia, pusing), neuropati perifer, ruam, pruritus, pruritus genital eksternal, keputihan, peningkatan ringan AST serum dan / atau ALT, eosinofilia, leukopenia, anemia, ketidaknyamanan ocular/bola mata dan iritasi. , batuk, henti nafas, rinore, haus, kehilangan berat. Jarang, reaksi fotosensitivitas. Jika efek samping semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping jarang terjadi namun serius seperti:

  • Demam terus menerus
  • Pusing berat
  • Pingsan
  • Detak jantung cepat atau lambat

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika anda mempunyai efek lain seperti di atas , tanyakan kepada profesional perawatan kesehatan anda.

Peringatan

Beritahukan dokter anda mengenai riwayat penyakit anda sebelumnya, terutama bila anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

Kontraindikasi

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Hipersensitivitas terhadap ofloxacin

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan harap konsultasi ke dokter anda, dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan

Mengonsumsi obat ofloxacin dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Efektivitas teofilin serum yang lebih tinggi dan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko efek samping terkait theophylline.
  • Kortikosteroid dapat meningkatkan risiko gangguan tendon berat.
  • Penggunaan bersamaan agen antiaritmia kelas IA (mis. Quinidine, procainamide) atau kelas III (mis. Amiodarone, sotalol) dapat meningkatkan risiko perpanjangan interval QT.
  • Konsentrasi serum dan urin menurun bila digunakan dengan antasida yang mengandung Mg, Al atau Ca.
  • Aktivitas antibakteri aditif bila digunakan dengan aminoglikosida (mis. Amikacin, tobramycin).
  • PEnggunaan bersama dengan kortikosteroid dapat meningkatkan risiko gangguan tendon berat.
  • Meningkatnya risiko stimulasi susunan saraf pusat (SSP) bila digunakan dengan NSAID.
  • Mengakibatkan konsentrasi teofilin serum yang lebih tinggi dan berkepanjangan dan peningkatan risiko efek samping yang terkait dengan teofilin
Penyakit
Referensi

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S002234760073335X
Diakses 10 Juni 2019

American Society for Biology. https://aac.asm.org/content/36/4/860.short
Diakses 10 Juni 2019

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-7792/ofloxacin-oral/details
Diakses pada 29 November 2018

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/ofloxacin-oral-route/description/drg-20072196
Diakses pada 29 November 2018

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ofloxacin/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 29 November 2018

Artikel Terkait:
Back to Top