OBH Nellco Special Anak Sirup Rasa Jeruk 100 ml

16 Des 2020| Maria Yuniar
OBH Nellco Special Anak Sirup Rasa Jeruk adalah obat untuk meringankan gejala flu.

Deskripsi obat

OBH Nellco Special Anak Sirup Rasa Jeruk berfungsi untuk meringankan gejala flu, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin disertai batuk. Dosis OBH Nellco Special Anak Sirup Rasa Jeruk adalah 3 sendok takar 5 ml sebanyak 3 kali sehari untuk dewasa dan 1½ sendok takar 5 ml sebanyak 3 kali sehari untuk anak-anak.
OBH Nellco Special Anak Sirup Rasa Jeruk mengandung glycyrrhizae succus, efedrin hidroklorida, paracetamol, amonium klorida, dan chlorpheniramine maleate. Glycyrrhiza succus berasal dari akar tanaman Glycyrrhiza glabra yang dapat meredakan batuk berdahak (ekspektoran). Efedrin hidroklorida adalah obat yang digunakan untuk mengurangi gejala hidung tersumbat. Obat ini bekerja dengan mengecilkan pembuluh darah dan mengurangi pembengkakan pada rongga hidung, serta memperlebar saluran udara paruparu untuk melancarkan saluran pernapasan.
Paracetamol bekerja sebagai pereda nyeri (analgetik) dan mampu menurunkan demam (antipiretik). Sementara, amonium klorida adalah obat yang dapat mengencerkan dahak dan chlorpheniramine maleat bekerja untuk mengatasi alergi (antihistamin).

OBH Nellco Special Anak Sirup Rasa Jeruk 100 ml
Golongan ObatObat bebasObat bebas terbatas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya perlu diperhatikan.
HETRp 26.500/botol (100 ml)
Kandungan utamaGlycyrrhizae succus, efedrin hidroklorida, paracetamol, amonium klorida, dan chlorpheniramine maleate
Kelas terapiObat batuk dan flu.
Klasifikasi obatEkspektoran.
Kemasan1 box isi 1 botol @ 100 ml
ProdusenNellco

Informasi zat aktif

Amonium klorida dapat digunakan sebagai obat batuk berdahak (ekspektoran) akibat tindakan iritasi pada mukosa bronkial yang menyebabkan produksi cairan saluran pernafasan berlebih. Hal ini menyebabkan Anda lebih mudah batuk.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, amonium klorida diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap sempurna dalam waktu 3–6 jam.
  • Metabolisme: Ion amonium diubah menjadi urea di hati.
  • Ekskresi: Urine.

Paracetamol adalah obat yang dapat menurunkan demam (antipiretik) dan meredakan nyeri (analgetik). Obat ini bekerja dengan cara mengurangi produksi bahan kimia yang menyebabkan terjadinya peradangan dan pembengkakan di otak. Bahan kimia ini disebut prostaglandin.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, paracetamol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik setelah pemberian oral. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 10-60 menit (oral).
  • Distribusi: Didistribusikan ke sebagian besar jaringan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Ikatan protein plasma sekitar 10-25%.
  • Metabolisme: Terutama dimetabolisme di hati melalui konjugasi asam glukuronat dan sulfat, selanjutnya dimetabolisme melalui konjugasi dengan glutathione di hati dan ginjal.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine kurang dari 5% sebagai obat yang tidak berubah, 60-80% sebagai metabolit glukuronida, dan 20-30% sebagai metabolit sulfat. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 1-3 jam.

Efedrin hidroklorida adalah obat yang dapat mengatasi hidung tersumbat (dekongestan) dan melebarkan saluran pernapasan atau bronkus (bronkodilator).

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dan sempurna setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Tersebar luas ke seluruh tubuh.
  • Metabolisme: Secara perlahan dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Dosis sebagian besar diekskresikan tidak berubah dalam urine. Kecepatan ekskresi tergantung pada pH urine.

Chlorpheniramine maleate termasuk dalam kelompok obat yang disebut antihistamin atau antialergi.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, chlorpheniramine maleate diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan. Makanan di perut menunda penyerapan, tetapi tidak memengaruhi kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati).
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas ke dalam tubuh; sekitar 72% terikat protein.
  • Metabolisme: Metabolisme sebagian besar di sel mukosa saluran pencernaan dan hati (efek lintasan pertama).
  • Ekskresi: Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh) adalah 12-43 jam pada orang dewasa dan 10-13 jam pada anak-anak. Obat dan metabolit diekskresikan dalam urine.

Indikasi (manfaat) obat

  • Meringankan gejala flu.

Glycyrrhizae succus merupakan bahan yang biasanya terdapat di Obat Batu Hitam (OBH). Bahan ini berasal dari akar manis (liquorice) yang merupakan akar dari tanaman Glycyrrhiza glabra. Banyak orang menggunakan akar licorice untuk mengobati penyakit, seperti mulas, batuk, serta infeksi bakteri dan virus. Biasanya tersedia dalam bentuk kapsul atau cairan.
Efedrin adalah obat dekongestan yang berfungsi untuk mengatasi hidung tersumbat. Paracetamol bekerja dengan menghambat pembentukan senyawa prostaglandin di sistem saraf pusat. Obat ini meredakan nyeri dengan meningkatan ambang nyeri dan menurunkan demam melalui tindakan langsung pada pusat pengatur panas (hipotalamus).
Amonium klorida merupakan obat ekspektoran yang mengencerkan lendir (dahak) untuk meredakan batuk. Chlorpheniramine maleat termasuk dalam kelompok obat yang disebut antihistamin. Antihistamin adalah zat yang membantu mengurangi gejala alergi dengan mencegah efek histamin. Histamin diproduksi tubuh sebagai respons terhadap zat asing yang membuat tubuh alergi.

Komposisi obat

Tiap 5 ml:

  • Glycyrrhiza succus 100 mg.
  • Efedrin hidroklorida 2,5 mg.
  • Paracetamol 135 mg.
  • Amonium klorida 40 mg.
  • Chlorpheniramine maleat 1,3 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 3 sendok takar 5 m (15 ml) sebanyak 3 kali/hari.
  • Anak 6-12 tahun: 1½ sendok takar 5 ml (7,5 ml) sebanyak 3 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesuai petunjuk penggunaan. Kocok dahulu sebelum penggunaan.

Efek samping obat

  • Pusing.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit dan lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping. Anda juga bisa mengurangi efek samping dengan mengompres perut menggunakan bantalan atau botol air panas.
  • Mengantuk.
  • Gangguan pencernaan.
  • Sulit tidur (insomnia).
  • Gelisah.
  • Kesadaran hilang dan timbul kegelisahan (eksitasi).
    Getaran atau menggigil yang terjadi secara tidak sadar (tremor).
  • Detak jantung lebih cepat dari keadaan normal (takikardi).
  • Jantung berdetak lebih cepat (aritmia).
    Mulut kering.
  • Degup jantung kencang (palpiasi).
  • Kesulitan mengeluarkan atau mengosongkan urine (retensi urine).
  • Penggunaan dosis besar dan jangka panjang menyebabkan kerusakan hati.

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan fungsi hati dan ginjal.
  • Pasien penderita meningkatnya tekanan pada bola mata (glaukoma).
  • Pasien penderita pembesaran prostat (hipertrofi prostat).
  • Pasien penderita gangguan pada kandung kemih seperti, kesulitan untuk mengeluarkan urine.
  • Penggunaan pada penderita yang mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan kerusakan fungsi hati.
  • Pasien dengan kadar kalium rendah (hipokalemia).
  • Pasien penderita gangguan otot yang tidak dapat berkontraksi (hypertonia).

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan OBH Nellco Special Anak Sirup Rasa Jeruk pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Penderita dengan gangguan jantung.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes mellitus).
  • Penderita dengan gangguan fungsi hati yang berat.
  • Tidak dianjurkan penggunaan pada anak berusia 6 tahun ke bawah.
  • Selama minum obat ini tidak boleh mengendarai kendaraan bermotor dan menjalankan mesin.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Penghambat monoamin oksidase (MAOI) yang digunakan untuk mengatasi depresi.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah (hipertensi).
  • Antikoagulan warfarin.
    Penggunaan bersama warfarin dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.
  • Phenobarbital, carbamazepine, dan phenytoin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan terjadinya peningkatan potensi kerusakan pada hati.
  • Cholestyramine dan lixisenatide.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan penurunan efek paracetamol.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Kelemahan dan kehilangan gerakan di bagian tubuh apa pun.
  • Tekanan darah tinggi yang ditandai sakit kepala parah, penglihatan kabur, berdebar di leher atau telinga, mimisan, kecemasan, dan sesak napas.
  • Tanda kadar kalium rendah, seperti kebingungan, detak jantung tidak merata, rasa haus yang ekstrim, peningkatan buang air kecil, rasa tidak nyaman di kaki, kelemahan otot, atau perasaan lemas.
  • Tanda-tanda gangguan otak, seperti kebingungan, masalah memori, halusinasi, penurunan kewaspadaan, atau kehilangan kesadaran.

Sesuai kemasan per Februari 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/tylenol-acetaminophen-343346#0
Diakses pada 4 Desember 2020

Drugs. https://www.drugs.com/acetaminophen.html
Diakses pada 4 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-881/licorice
Diakses pada 4 Desember 2020

RxList. https://www.rxlist.com/consumer_ammonium_chloride/drugs-condition.htm
Diakses pada 4 Desember 2020

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/paracetamol-for-adults/
Diakses pada 4 Desember 2020

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/ephedrine.html
Diakses pada 4 Desember 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/licorice.html
Diakses pada 4 Desember 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email