Daktarin 2% Krim 10 g

05 Nov 2019| Arif Putra
Golongan
Obat bebasObat bebas terbatas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya perlu diperhatikan.
HET
Rp 41.940/tube per September 2019
Kemasan
1 box isi 1 tube @ 10 g
Produsen
Taisho Pharmaceutical Indonesia

Daktarin krim adalah obat untuk mengatasi infeksi kulit dan kuku yang disebabkan oleh jamur seperti kutu air, pani, kurap (tinea) dan infeksi oleh jamur Candida. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Daktarin krim mengandung mikonazol nitrat.

  • Infeksi jamur dermatofita pada kulit kepala dan batang rambut (tinea kapitis).
  • Kurap (tinea korporis).
  • Infeksi jamur menular yang menyerang tubuh bagian tangan (tinea manum).
  • Kutu air (tinea pedis).
  • Panu (tinea versicolor).
  • Infeksi karena jamur Candida pada kulit dan kuku (kandidiasis kulit dan kuku).
  • Infeksi jamur kulit pada area berambut di wajah dan leher (tinea barbae).
  • Gatal di selakangan akibat infeksi jamur (tinea cruris).
  • Infeksi jamur yang terjadi pada kuku tangan maupun kuku kaki (tinea unguium atau onikomikosis).

Mikonazol nitrat merupakan salah satu obat golongan antijamur turunan imidazol yang menghambat  proses perubahan senyawa menjadi lebih lebih kompleks (biosintesis) pada komponen dinding sel (ergosterol) pada jamur dan mengubah komposisi komponen lipid lain di dalam membran, sehingga mengakibatkan kematian (nekrosis) sel jamur

Tiap 1 g: mikonazol nitrat 20 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dioleskan 2 kali/hari.
Dioleskan pada bagian yang terinfeksi selama 2-6 minggu tergantung berat ringat penyakit.
  • Rasa terbakar.
    Jika kulit Anda seperti terbakar, tidak perlu khawatir sebab efek samping ini akan berlangsung selama beberapa hari.
  • Nyeri saat ditekan.
  • Kulit mengelupas.
  • Rasa gatal atau iritasi.
  • Peradangan berupa kulit kemerahan dan gatal (dermatitis kontak).
  • Benjolan seperti jerawat.
Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Penggunaan jangka panjang.
  • Pasien dengan gangguan hati.
  • Wanita hamil trimester pertama.
  • Ibu menyusui.
  • Anisindion, dikumarol, warfarin, dikumarol.
    Penggunaan anisindion bersama dengan mikonazol topikal telah menyebabkan komplikasi perdarahan, kemungkinan karena peningkatan kadar anisindione dalam darah. Setelah penggunaan topikal mikonazol, beberapa obat dapat diserap ke dalam aliran darah dan menyebabkan masalah dengan obat lain.

MIMS. https://www.mims.com/malaysia/drug/info/miconazole?mtype=generic
Diakses pada 25 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3841-787/miconazole-nitrate-topical/miconazole-topical/details
Diakses pada 25 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/miconazole-topical.html
Diakses pada 25 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Penyebab Alergi Sabun Cuci dan Bagaimana Mengatasinya?

Ciri-ciri utama mengalami alergi sabun adalah kulit menjadi kemerahan, ruam, gatal, dan bisa menyebar ke area tertentu. Bahkan, area seperti ketiak dan paha dalam juga bisa mengalami ruam reaksi alergi ketika mengenakan pakaian yang dicuci dengan deterjen pemicu alergi.
03 Aug 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Penyebab Alergi Sabun Cuci dan Bagaimana Mengatasinya?

6 Penyebab Ketiak Gatal dan Cara Mengatasinya

Ketiak gatal biasanya disebabkan oleh hal yang sepele, namun bisa mengganggu aktivitas Anda seharian. Berikut adalah penyebab ketiak gatal yang mungkin pernah Anda alami.
22 Jul 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
6 Penyebab Ketiak Gatal dan Cara Mengatasinya

Mengenal Gejala Alergi Matahari dan Cara Mengatasinya

Alergi matahari adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan munculnya reaksi alergi pada kulit setelah terpapar sinar matahari. Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Apa saja?
24 Aug 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Mengenal Gejala Alergi Matahari dan Cara Mengatasinya