Nufadex M kaplet 0,75 mg obat yang digunakan untuk mengobati keadaan alergi dan inflamasi.
Nufadex M kaplet 0,75 mg obat yang digunakan untuk mengobati keadaan alergi dan inflamasi.
Nufadex M kaplet 0,75 mg obat yang digunakan untuk mengobati keadaan alergi dan inflamasi.
Nufadex M kaplet 0,75 mg obat yang digunakan untuk mengobati keadaan alergi dan inflamasi.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 4.570/strip (0,75 mg) per November 2019
Kemasan 1 box isi 10 strip @ 10 kaplet (0,75 mg)
Produsen Nufarindo

Nufadex M adalah obat yang digunakan untuk mengobati arthritis, reaksi alergi, masalah pernapasan, mengurangi gejala seperti pembengkakan dan reaksi alergi. Obat ini merupakan golongan obat keras. Nufadex M mengandung dexamethasone sebagai zat aktifnya.

  • Mengobati keadaan alergi dan inflamasi yang bereaksi dengan baik terhadap pengobatan kortikosteroid seperti:
    • Penyakit-penyakit yang menyebabkan nyeri atau pegal-pegal pada anggota gerak terutama pada sendi (sindroma rematik).
    • Peradangan dalam saluran udara (bronkus) (bronchial asma).
    • Penyakit kulit yang ditandai dengan munculnya rasa gatal secara terus-menerus dan timbul ruam kulit yang memerah (atopik).
    • Iritasi kulit (dermatitis kontak).

Dexamethasone 0,75 mg

  • Dosis penyakit berat: 0,5-2 mg/hari
  • Dosis biasa: 1 kaplet sebanyak 2-4 kali/hari

Dikonsumsi sesudah makan.

  • Gangguan usus atau lambung.
  • Hiperkortitisme.
  • Proses kematian pada tulang yang juga menyebabkan gangguan dari suplai pembuluh darah tulang (osteonekrosis).
  • Aseptik.
  • Penglihatan kabur.
  • Jerawat (acne).
  • Kondisi saat kualitas kepadatan tulang menurun (osteoporosis).
  • Pendarahan saluran pencernaan (gastrointestinal).
  • Penderita yang hipersensitif terhadap glukokortikoid.
  • Pasien penderita nalergi dan tukak lambung serta tukak usus dua belas jari.
  • Pasein dengan kondisi saat kualitas kepadatan tulang menurun (osteoporosis) parah.
  • Pasien penderita lemah jantung.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi.
  • Pasien penderita penyakit yang berlangsung lama atau kronis serta ditandai dengan kadar gula (glukosa) darah yang tinggi atau di atas nilai normal (diabetes melitus).
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Infeksi bakteri maupun virus.
  • Kerusakan saraf mata akibat meningkatnya tekanan pada bola mata (glaukoma).
  • Kondisi di mana penderitanya mengalami kesulitan membedakan kenyataan dan imajinasi (psikosis).
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Anak-anak.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien penderita infeksi sistemik.
  • Pasien penderita salah sebuah infeksi yang dapat menyebabkan herpes (herpes simplex) pada mata.
  • Pasien penyakit infeksi menular yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang dapat menyerang berbagai organ, terutama paru-paru (tuberkulosis).
  • Rifampicin.
  • Antidiabetik.
  • Antiepilepsi.
  • Antihipertensi.
  • Barbiturat.
  • Diuretika.
  • Antagonis hormon.
  • Ulcer healing drug.

Sesuai kemasan per November 2019.

Artikel Terkait