Novastan suspensi 60 ml obat antiinflamasi non-steroid yang digunakan untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang.
Novastan suspensi 60 ml obat antiinflamasi non-steroid yang digunakan untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang.
Novastan suspensi 60 ml obat antiinflamasi non-steroid yang digunakan untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang.
Novastan suspensi 60 ml obat antiinflamasi non-steroid yang digunakan untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 18.560/botol (60 ml) per November 2019
Kemasan 1 botol @ 60 ml
Produsen Novapharin Pharmaceutical Industries

Novastan adalah obat antiinflamasi non-steroid yang digunakan untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang. Obat ini merupakan golongan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Novastan mengandung mefenamic acid.

Meredakan nyeri ringan sampai sedang sehubungan dengan:

Tiap 5 ml: Mefenamic acid 50 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa atau anak-anak 14 tahun ke atas: Dosis awal 500 mg (50 ml) kemudian dilanjutkan 250 mg (25 ml)/6 jam.

  • Dikonsumsi sesudah makan.
  • Kocok dahulu setiap akan dikonsumsi.
  • Simpan pada suhu di bawah 30°C, terlindung dari cahaya.
  • Gangguan sistem pencernaan:
    • Mual.
    • Muntah.
    • Sering buang air besar, dengan kondisi tinja yang encer (diare).
    • Rasa sakit pada perut bagian atas.
  • Gangguan sistem hematopetik:
    • Rendahnya jumlah sel darah putih yang ada di dalam tubuh (leucopenia).
    • Jumlah eosinofil tinggi (eosinophilia).
    • Jumlah trombosit dalam tubuh menurun atau berkurang dari jumlah normalnya (thrombocytopenia).
    • Sel darah putih dapat berkurang akibat infeksi dari patogen khususnya mikroorganisme (granulocytopenia).
  • Sistem saraf:
    • Rasa mengantuk.
    • Pusing.
    • Penglihatan kabur.
    • Gangguan tidur yang menyebabkan penderitanya sulit tidur (insomnia).
  • Pasien yang hipersensitif terhadap asam mefenamat.
  • Pasien penderita yang dengan acetosal mengalami pengetatan otot-otot yang melapisi saluran udara (bronkus) di paru-paru (bronkospasme), hay fever (alergi rhinitis) dan biduran.
  • Pasien dengan luka pada dinding lambung (tukak lambung) dan usus.
  • Pasien penderita dengan gangguan ginjal berat.
  • Anak-anak 14 tahun ke bawah.
  • Pasien hipertensi.
  • Pasien dengan gejala jantung kongestif.
  • Pasien dengan pembengkakan pada anggota tubuh yang terjadi karena penimbunan cairan di dalam jaringan (edema).
  • Pasien yang memiliki riwayat penyakit perdarahan saluran pencernaan.

Antikoagulan.

Sesuai kemasan per November 2019.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait