Nourish Skin X-Tra Tablet

05 Jan 2021| Dea Febriyani
Nourish Skin X-tra tablet adalah suplemen untuk menjaga kesehatan kulit

Deskripsi obat

Nourish Skin X-tra tablet adalah suplemen untuk menjaga kesehatan kulit. Suplemen ini merupakan produk konsumen yang dapat dibeli bebas. Nourish Skin X-tra tablet mengandung berbagai zat aktif, mulai dari kelompok asam amino, kelompok antioksidan, tanaman herbal, vitamin, hingga mineral.
Kulit membutuhkan nutrisi tertentu yang memungkinkannya mempertahankan struktur, serta memperbaiki kerusakan atau masalah yang timbul. Kelompok asam amino adalah bahan penyusun protein yang sangat penting untuk kesehatan kulit agar tetap awet muda. Sementara, antioksidan melindungi kulit dengan mengurangi dan menangkal produksi radikal bebas yang dapat merusak sel-sel kulit sehat.

Nourish Skin X-Tra Tablet
Golongan ObatProduk konsumen. Produk yang dapat dibeli secara bebas.
Kandungan utamaKelompok asam amino, antioksidan, campuran bahan herbal, vitamin, dan mineral.
Klasifikasi obatSuplemen.
Kemasan1 box 1 strip 15; 30 tablet
ProdusenPharos Indonesia

Informasi zat aktif

Vitamin A dibutuhkan untuk kesehatan dan perbaikan kulit, penglihatan dalam cahaya redup atau di malam hari (night vision), serta pemeliharaan kesehatan selaput lendir, termasuk lambung dan paru-paru. Vitamin A juga merupakan antioksidan yang dapat mengurangi risiko kerusakan sel akibat radikal bebas.

  • Absorpsi: Penyerapan di saluran cerna bergantung pada keberadaan empedu dan ditingkatkan oleh lemak makanan.
  • Distribusi: Didistribusikan ke berbagai jaringan, seperti lemak, kelenjar adrenal dan ovarium.
  • Metabolisme: 20-60% dimetabolisme menjadi retinol di dinding usus, dan sejumlah kecil diubah menjadi vitamin A di hati.

Vitamin C (asam askorbat) bersifat sebagai antioksidan yang penting untuk perbaikan jaringan dan pembentukan kolagen. Selain itu, vitamin C terlibat dalam pembentukan lemak dan protein, metabolisme karbohidrat, penyerapan dan penyimpanan zat besi, dan pernapasan sel.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin C diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran cerna.
  • Distribusi: Tersebar luas di jaringan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Iktatan protein plasma sekitar 25%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme menjadi metabolit tidak aktif, askorbat-2-sulfat dan asam oksalat.
  • Ekskresi: Melalui urine (sebagai obat yang tidak berubah dan metabolit tidak aktif). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) adalah 10 jam.

Vitamin E melindungi membran sel, vitamin A, vitamin C (asam askorbat), dan asam lemak tak jenuh ganda dari oksidasi. Beberapa bukti menunjukkan kemampuannya menurunkan risiko pembekuan darah (agregasi platelet).

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin E diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap pada saluran pencernaan dan bergantung pada keberadaan empedu.
  • Distribusi: Disalurkan ke semua jaringan dan disimpan dalam jaringan yang menyimpan lemak (adiposa).
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Vitamin E diekskresikan terutama di empedu. Sejumlah kecil metabolit yang diekskresikan dalam urine.

Vitamin B2 dibutuhkan untuk pemanfaatan energi dari makanan dan penting untuk menjaga pernapasan jaringan normal. Vitamin ini juga diperlukan untuk aktivasi vitamin B6 dan perubahan triptofan menjadi asam nikotinat, atau bentuk aktif dari vitamin B3.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B2 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran cerna bagian atas.
  • Distribusi: Tersebar luas, termasuk eritrosit dan hati. Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Ekskresi: Sekitar 9% dibuang dalam urine.

Vitamin B6 diperlukan untuk mempertahankan fungsi gula, lemak, dan protein yang tepat dalam tubuh. Selain itu, vitamin ini juga diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan otak, saraf, kulit, dan banyak bagian tubuh lainnya. Vitamin B6 terjadi secara alami dalam makanan, seperti daging, unggas, kacang-kacangan, biji-bijian, pisang, dan alpukat.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B6 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Diubah menjadi piridoksal fosfat dan piridoksamin fosfat, yang disimpan dan dimetabolisme terutama di hati.
  • Ekskresi: Dibuang melalui urine.

Kalsium berfungsi untuk mencegah atau mengurangi laju pengeroposan tulang. Kalsium dalam garam kalsium membantu kinerja saraf dan otot, serta memungkinkan fungsi jantung berjalan normal.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, kalsium diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap sebagian besar dari usus kecil.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan disalurkan ke dalam ASI.
  • Ekskresi: Kelebihan kalsium terutama dibuang melalui ginjal. Kalsium yang tidak terserap dibuang melalui feses, bersama yang disekresikan di empedu dan jus pankreas.

Kekurangan zinc dapat menghambat pertumbuhan, menyebabkan diare akut pada anak-anak, dan memperlambat penyembuhan luka. Zinc digunakan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengobati flu biasa dan infeksi telinga berulang, serta mencegah infeksi saluran pernapasan bagian bawah.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, zinc diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Tidak terserap secara sempurna di saluran pencernaan. Penyerapan zinc akan mengalami penurunan jika dikonsumsi bersama asam fitat, yaitu senyawa yang mengganggu penyerapan mineral dan makanan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 20-30%.
  • Distribusi: Tersebar luas ke seluruh tubuh dengan konsentrasi tertinggi di otot, tulang, kulit, mata, dan cairan prostat. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Pengikatan protein plasma: Sekitar 55% terikat pada albumin; 40% terikat pada α1-globulin.
  • Ekskresi: Terutama melalui feses. Jumlah kecil melalui urine dan keringat.

Selenium dalam makanan sering ditemukan sebagai asam amino selenomethionine dan selenocysteine, serta turunannya. Ada beberapa bentuk selenium tambahan, misalnya ragi, L-selenomethionine, sodium selenate, sodium selenite, dan selenious acid.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, selenium diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran cerna.
  • Distribusi: Disimpan di sel darah merah, hati, limpa, jantung dan kuku.
  • Ekskresi: Diekskresikan dalam urine dan feses.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mencerahkan kulit wajah.
  • Mengurangi kerutan.
  • Mengurangi flek hitam.
  • Mencegah penuaan dini (antiaging).
  • Melembabkan kulit kering.
  • Membantu proses pergantian sel kulit mati dengan sel yang baru (regenerasi sel kulit).

Kelompok asam amino berupa ekstrak protein laut terkonsentrasi, kollagen laut, L-cycteine berasal dari bahan alami. Asam amino bermanfaat untuk menjaga kelembaban, tekstur, kekenyalan, dan kesehatan kulit secara menyeluruh, serta merangsang produksi kolagen yang baik untuk kulit.
Kandungan antioksidan yang terdapat dalam ekstrak biji anggur, citrus bioflavonoids, ekstrak teh hijau, dan likopen dapat melindungi sel kulit dari tingginya radikal bebas di dalam tubuh (stres oksidatif). Stres oksidatif yang disebabkan sinar UV dapat meningkatkan kerusakan kulit yang serius. Kandungan ini dikombinasikan dengan vitamin A, vitamin C, vitamin E, dan selenium yang juga merupakan jenis antioksidan kuat.
Kandungan herbal alga spirulina, cayenne pepper, dan sarsaparilla berperan untuk mengurangi peradangan, mengencangkan kulit, dan mendorong pergantian sel agar membuat kulit tampak lebih muda.
Kandungan mineral, seperti kalsium, zinc, dan selenium mampu menyerap dan menyaring sinar UV yang menembus lapisan kulit. Mineral juga dapat meningkatkan mekanisme pertahanan antioksidan di kulit dan mempercepat proses penyembuhan luka.
Vitamin A, vitamin C, vitamin E, vitamin B2, vitamin B6, dan vitamin K bermanfaat sebagai nutrisi tambahan bagi kulit dan mampu menjaga kesehatan kulit secara menyeluruh.

Komposisi obat

  • Ekstrak protein laut terstandarisasi 250 mg.
  • Kolagen laut 50 mg.
  • L-cysteine 10 mg.
  • Ekstrak biji anggur 25 mg.
  • Citrus bioflavanoid 10 mg.
  • Ekstrak teh hijau 12 mg.
  • Likopen 2 mg.
  • Alga spirulia 10 mg.
  • Sarsaparilla 5 mg.
  • Ceyenne pepper 5 mg.
  • Vitamin A (retinil palmitat) 3000 IU.
  • Vitamin A (beta karoten) 2000 IU.
  • Vitamin C 60 mg.
  • Vitamin E 30 IU.
  • Vitamin B2 1,7 mg.
  • Vitamin B6 2 mg.
  • Vitamin K 12,5 mg.
  • Kalsium 25 mg.
  • Zinc 15 mg.
  • Selenium 25 mcg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • 2 bulan pertama: 2 tablet/hari, sesudah makan pagi dan malam.
  • Untuk perawatan di bulan ke-3 dan seterusnya: 1 tablet/hari sesudah makan malam.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesuai petunjuk penggunaan atau anjuran dokter.

Efek samping obat

  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu yang sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya, atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan dokter atau apoteker.
  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Muntah.
    Duduk atau berbaring dalam posisi bersandar. Minumlah sedikit minuman manis karena minuman mengandung gula dapat membantu menenangkan perut. Namun, hindari minuman asam, seperti jus jeruk atau jus anggur.
  • Sakit kepala.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Vitamin A dalam jumlah tinggi pada wanita lanjut usia dapat meningkatkan risiko pengapuran tulang (osteoporosis).
  • Gangguan pencernaan ringan atau rasa tidak nyaman pada mulut.
  • Sakit tenggorokan.
  • Mulut kering.
  • Pusing.
  • Batuk.

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita pengapuran tulang (osteoporosis).
  • Pasien penderita gangguan penyerapan nutrisi.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes).
  • Pasien penderita gangguan hati dan ginjal
  • Pasien penderita gangguan perdarahan.
  • Pasien dengan kondisi kekurangan zinc.
  • Pasien penderita kanker.
  • Pasien penderita stroke.
  • Pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Vitamin A, vitamin B2, vitamin B6, dan vitamin E.
Kategori A: Hasil penelitian menunjukkan obat cukup aman dan tidak mengganggu perkembangan janin di trimester pertama, maupun trimester selanjutnya.

Bila dikonsumsi dalam dosis berlebihan:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Nourish X-Tra tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Vitamin C, vitamin K, dan zinc.
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Nourish X-Tra tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen suplemen ini.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Warfarin.
    Mengonsumsi suplemen ini bersama warfarin dapat meningkatkan risiko terjadinya memar dan perdarahan.
  • Retinoid.
    Penggunaan retinoid dengan vitamin A dapat menyebabkan terlalu banyak vitamin A dalam tubuh yang menyebabkan gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, dan diare.
  • Antibiotik.
    Mengonsumsi vitamin A dalam jumlah sangat besar bersama antibiotik dapat meningkatkan kemungkinan efek samping serius, yaitu tekanan darah tinggi di rongga kepala (hipertensi intrakranial).
  • Phenobarbital.
    Phenobarbital dapat meningkatkan kecepatan tubuh memecah vitamin B2, sehingga efektivitas vitamin B2 akan menurun.
  • Probenesid.
    Probenesid dapat meningkatkan jumlah vitamin B2. Hal ini membuat terlalu banyak vitamin B2 di dalam tubuh yang menyebabkan warna urine berubah menjadi kuning-oranye, meningkatkan frekuensi urine atau keinginan buang air kecil, juga menimbulkan gatal-gatal serta bengkak pada wajah, bibir, dan lidah.
  • Altretamin.
    Mengonsumsi vitamin B6 dengan obat kemoterapi ini dapat mengurangi efektivitasnya.
  • Altretamin.
    Mengonsumsi vitamin B6 dengan obat di atas dapat mengurangi efektivitasnya.
  • Amfetamin dan benfetamin.
    Vitamin C dapat mengurangi kadar obat tersebut dalam darah yang dapat membuat obat kurang efektif.
  • Bortezomib.
    Suplemen yang mengandung asam askorbat atau vitamin C dapat mengurangi efektivitas bortezomib dalam mengobati kanker.
  • Deferoksamin.
    Menggunakan vitamin C bersama deferoksamine dapat menyebabkan masalah jantung dan katarak.
  • Metamphetamine.
    Vitamin C dapat mengurangi kadar metamfetamin dalam darah, sehingga membuat obat kurang efektif.
  • Obat untuk menurunkan kadar kolesterol golongan statin.
    Mengonsumsi vitamin E dapat menurunkan efektivitas obat tersebut.
  • Niacin.
    Niacin dapat meningkatkan kolesterol baik. Mengonsumsi vitamin E dapat menurunkan beberapa efektivitas niacin.
  • Obat untuk terapi kanker (kemoterapi).
    Vitamin E adalah antioksidan. Antioksidan dapat menurunkan efektivitas obat di atas.
  • Obat yang memperlambat pembekuan darah.
    Mengonsumsi vitamin E bersama obat di atas dapat meningkatkan kemungkinan memar dan perdarahan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter, jika Anda mengalami reaksi alergi atau efek samping yang mengganggu dan memburuk.

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/collagen-supplements-for-skin-89940
Diakses pada 1 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-472/grape
Diakses pada 1 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-964/vitamin-a
Diakses pada 1 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-954/vitamin-e
Diakses pada 1 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1001/vitamin-c-ascorbic-acid
Diakses pada 1 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1003/selenium
Diakses pada 1 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-982/zinc
Diakses pada 1 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-781/calcium
Diakses pada 1 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-934/pyridoxine-vitamin-b6
Diakses pada 1 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-957/riboflavin
Diakses pada 1 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-983/vitamin-k
Diakses pada 1 Desember 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email