Nourish Skin Ultimate Tablet

16 Des 2020| Dea Febriyani
Nourish Skin Ultimate tablet adalah suplemen untuk menjaga kesehatan kulit

Deskripsi obat

Nourish Skin Ultimate tablet adalah suplemen untuk menjaga kesehatan kulit. Suplemen ini merupakan produk konsumen yang dapat dibeli bebas. Nourish Skin Ultimate tablet mengandung zat aktif, mulai dari kelompok asam amino, kelompok antioksidan, tanaman herbal, vitamin, dan mineral. Setiap komposisi bekerja sinergis dalam merawat kesehatan dan kesegaran kulit. Nourish Skin Ultimate tablet dianjurkan untuk pemilik kulit normal dan kering. Dua jenis kulit ini umumnya rentan mengalami kerutan yang mempercepat penuaan dini. Suplemen ini akan merawat kulit dari dalam, dengan cara meningkatkan elastisitas kulit dan mencegah kerusakan kulit akibat radikal bebas.
Nourish Skin Ultimate Tablet
Golongan ObatProduk konsumen. Produk yang dapat dibeli secara bebas.
Kandungan utamaKelompok asam amino, antioksidan, mineral, dan vitamin.
Klasifikasi obatSuplemen.
Kemasan1 box isi 1 strip @ 15; 30; 60 tablet
ProdusenPharos Indonesia

Informasi zat aktif

Vitamin A dibutuhkan untuk kesehatan fungsi dan perbaikan kulit, penglihatan dalam cahaya minim atau malam hari (night vision), serta pemeliharaan kesehatan selaput lendir, termasuk lambung dan paru-paru. Vitamin A adalah antioksidan yang mampu mengurangi risiko kerusakan sel akibat radikal bebas.

  • Absorpsi: Penyerapan di saluran cerna bergantung pada keberadaan empedu dan ditingkatkan oleh lemak makanan.
  • Distribusi: Disalurkan ke berbagai jaringan, seperti lemak, kelenjar adrenal, dan ovarium.
  • Metabolisme: 20-60% dimetabolisme menjadi retinol di dinding usus, dan sejumlah kecil diubah menjadi vitamin A di hati.

Vitamin C (asam askorbat) adalah vitamin yang larut dalam air. Vitamin ini bertindak sebagai antioksidan yang penting untuk perbaikan jaringan dan pembentukan kolagen. Selain itu, vitamin C terlibat dalam pembentukan lipid dan protein, metabolisme karbohidrat, penyerapan dan penyimpanan zat besi, serta pernapasan atau respirasi sel.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin C diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran cerna.
  • Distribusi: Tersebar luas di jaringan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Iktatan protein plasma sekitar 25%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme menjadi metabolit tidak aktif, askorbat-2-sulfat, dan asam oksalat.
  • Ekskresi: Melalui urine (sebagai obat yang tidak berubah dan metabolit tidak aktif). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) adalah 10 jam.

Vitamin E melindungi membran sel, vitamin A, vitamin C (asam askorbat), dan asam lemak tak jenuh ganda dari oksidasi. Beberapa bukti menunjukkan kemampuannya menurunkan risiko pembekuan darah (agregasi platelet).

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin E diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Penyerapan pada saluran pencernaan dan bergantung pada keberadaan empedu.
  • Distribusi: Disalurkan ke semua jaringan, disimpan dalam jaringan adiposa.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Vitamin E dibuang terutama di empedu. Sejumlah kecil metabolit dibuang dalam urine.

Vitamin B1 atau tiamin penting dalam pemecahan karbohidrat dari makanan menjadi produk yang diperlukan tubuh. Vitamin B1 ditemukan dalam makanan, seperti sereal, biji-bijian, daging, dan kacang-kacangan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B1 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan, setelah pemberian melalui mulut (oral).
  • Distribusi: Tersebar luas di sebagian besar jaringan tubuh dan memasuki ASI.
  • Ekskresi: Kelebihan tiamin dibuang dalam urine sebagai metabolit dan obat tidak berubah.

Vitamin B2 dibutuhkan untuk pemanfaatan energi dari makanan dan menjaga respirasi atau pernapasan jaringan normal. Vitamin ini juga diperlukan untuk aktivasi vitamin B6 dan perubahan triptofan menjadi asam nikotinat, yang merupakan bentuk aktif vitamin B3.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B2 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran cerna bagian atas.
  • Distribusi: Tersebar luas, termasuk eritrosit dan hati. Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Ekskresi: Sekitar 9% diekskresikan dalam urine.

Vitamin B6 penting untuk banyak proses dalam tubuh. Vitamin B6 diperlukan untuk fungsi gula, lemak, dan protein yang tepat dalam tubuh, juga pertumbuhan dan perkembangan otak, saraf, kulit, serta banyak bagian tubuh lainnya. Vitamin B6 terjadi secara alami dalam makanan, seperti daging, unggas, kacang-kacangan, biji-bijian, pisang, dan alpukat.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B6 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dikonversi menjadi piridoksal fosfat dan piridoksamin fosfat, yang disimpan dan dimetabolisme terutama di hati.
  • Ekskresi: Diekskresikan melalui urine.

Vitamin B3 dapat ditemukan dalam makanan, seperti ikan, susu, daging, telur, sayuran, dan kacang-kacangan. Vitamin ini dapat digunakan untuk mengatasi kolesterol tinggi.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B3 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran saluran pencernaan. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) 20-70 menit.
  • Distribusi: Tersebar luas di jaringan tubuh. Memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) selama 45 menit.

Vitamin B12 diperlukan untuk fungsi dan perkembangan otak, saraf, sel darah, dan banyak bagian tubuh lainnya. Vitamin B12 merupakan vitamin esensial. Artinya, tubuh membutuhkan vitamin B12 untuk bekerja dengan baik. Vitamin B12 dapat ditemukan dalam makanan, seperti daging, ikan, dan produk susu.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B12 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap melalui saluran pencernaan.
  • Distribusi: Di dalam darah, didistribusikan dan disimpan di hati dan sumsum tulang. Melintasi plasenta dan sejumlah kecil masuk ke dalam ASI.
  • Ekskresi: Melalui empedu dan melalui urine.

Kalsium digunakan untuk mencegah atau mengobati ketidakseimbangan kalsium. Tak hanya itu, kalsium juga berfungsi mencegah atau mengurangi laju pengeroposan tulang. Kalsium dalam garam kalsium membantu kinerja saraf dan otot, serta memungkinkan fungsi jantung normal.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, kalsium diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap sebagian besar dari usus kecil.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan disalurkan ke dalam ASI.
  • Ekskresi: Kelebihan kalsium terutama diekskresikan melalui ginjal. Kalsium yang tidak terserap dibuang melalui feses, bersama yang disekresikan di empedu dan pankreas.

Zat besi mengantarkan oksigen melalui hemoglobin atau sel darah merah. Senyawa ini digunakan sebagai sumber zat besi karena menggantikan zat besi yang terdapat pada sel darah merah, mioglobin, dan enzim lainnya.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, zat besi diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap terutama di usus dua belas jari (duodenum) dan uaua koaong (jejunum) bagian atas.
  • Distribusi: Diangkut ke sumsum tulang.
  • Ekskresi: Melalui urine, keringat, mukosa usus, dan menstruasi.

Asam folat dibutuhkan untuk perkembangan tubuh manusia. Zat ini terlibat dalam menghasilkan materi genetik, yang disebut DNA, dan memelihara fungsi tubuh lainnya.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, asam folat diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap cepat dari bagian usus halus. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) kira-kira 100% (suplemen asam folat); 85% (dengan makanan); 50% (folat makanan). Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) selama 1 jam.
  • Distribusi: Didistribusikan ke jaringan tubuh dan disimpan di hati, memasuki ASI. Terikat secara luas pada protein plasma.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati dan plasma menjadi metabolit aktif.
  • Ekskresi: Melalui urine.

 

Indikasi (manfaat) obat

  • Mencerahkan kulit wajah.
  • Mengurangi kerutan.
  • Mengurangi flek hitam.
  • Mencegah penuaan dini (antiaging).
  • Melembabkan kulit kering.
  • Membantu proses pergantian sel kulit mati dengan sel yang baru (regenerasi sel kulit).

Kelompok asam amino berupa ekstrak protein laut, kolagen, L-cysteine, L-methionine, dan hyalluronic acid berasal dari bahan alami. Asam amino bermanfaat untuk menjaga kelembaban, tekstur, kekenyalan, dan kesehatan kulit secara menyeluruh, serta merangsang produksi kolagen yang baik untuk kulit.
Kandungan antioksidan oligomeric proanthocyanidins (OPCs) dari biji anggur bersama teh hijau, likopen, asam alfa lipoat, superoxide dismutase, tokoferol, dan citrus bioflavonoid, dapat menjadi antioksidan kuat yang lebih efektif melindungi sel kulit dari tingginya radikal bebas di dalam tubuh (stres oksidatif). Stres oksidatif yang disebabkan sinar UV dapat meningkatkan kerusakan kulit yang serius. Kandungan ini dikombinasikan dengan vitamin A, vitamin C, vitamin E, dan selenium yang juga merupakan jenis antioksidan yang kuat.
Kandungan herbal spirulina, cayenne pepper, daun rosemary, daun semanggi merah, herbal ekor kuda, dan buah billberry berperan untuk mengurangi peradangan, mengencangkan kulit, dan mendorong pergantian sel agar membuat kulit tampak lebih muda.
Kandungan mineral, seperti zinc, kalsium, selenium, zat besi, dan tembaga mampu menyerap dan menyaring sinar UV yang menembus lapisan kulit. Mineral juga dapat meningkatkan mekanisme pertahanan antioksidan di kulit dan mempercepat proses penyembuhan luka.
Vitamin A, C, E, B1, B2, vitamin K, vitamin B3, asam folat, bermanfaat sebagai nutrisi tambahan bagi kulit dan mampu menjaga kesehatan kulit secara menyeluruh.

Komposisi obat

  • Ekstrak protein laut 250 mg
  • Kolagen 30 mg
  • L-cysteine 10 mg.
  • L-menthionine 10 mg.
  • Hyalluronic acid 0,5 mg.
  • Biji anggur 40 mg.
  • Polifenol teh hijau 20 mg.
  • Likopen 1 mg.
  • Asam alfa lipoat 1 mg.
  • Superoksida dismutat 1 mg.
  • Tocotrienols 500 mcg.
  • Citrus bioflavonoid 12 mg.
  • Alga spirulina 8 mg.
  • Cayenne pepper 5 mg.
  • Daun rosemary 5 mg.
  • Daun semanggi merah 5 mg.
  • Herbal ekor kuda 2 mg.
  • Vitamin A 4000 IU.
  • Beta carotene 1000 IU.
  • Vitamin C 90 mg.
  • Vitamin E 45 IU.
  • Vitamin B1 1,3 mg.
  • Vitamin B2 1,7 mg
  • Niacinamide 10 mg.
  • Vitamin B6 2 mg.
  • Vitamin B12 6 mcg.
  • Vitamin K 60 mcg.
  • Biotin 150 mcg.
  • Asam pantotenat 5 mg.
  • Kalsium 50 mg.
  • Zinc 7,5 mg.
  • Selenium 35 mcg.
  • Zat besi 4,5 mg.
  • Tembaga 1 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • 2 bulan pertama: 2 tablet/hari, sesudah makan pagi dan makan malam.
  • Untuk perawatan di bulan ke-3 dan seterusnya: 1 tablet/hari sesudah makan malam.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesuai petunjuk penggunaan atau anjuran dokter.

Efek samping obat

  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu yang sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya, atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan dokter atau apoteker.
  • Sakit kepala.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sediki sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Muntah.
    Duduk atau berbaring dalam posisi bersandar. Minumlah sedikit minuman manis karena minuman mengandung gula dapat membantu menenangkan perut. Namun, hindari minuman asam, seperti jus jeruk atau jus anggur.
  • Vitamin A dalam jumlah tinggi pada wanita lanjut usia dapat meningkatkan risiko pengapuran tulang (osteoporosis).
  • Gangguan pencernaan ringan atau rasa tidak nyaman pada mulut.
  • Pusing.
  • Batuk.
  • Mulut kering.
  • Sakit tenggorokan.

Cara penyimpanan obat

Simpan di tempat sejuk dan dingin.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita pengapuran tulang (osteoporosis).
  • Pasien penderita gangguan penyerapan nutrisi.
  • Pasien dengan kondisi kekurangan zinc.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes).
  • Pasien penderita gangguan hati dan ginjal
  • Pasien penderita gangguan perdarahan.
  • Pasien lanjut usia.
  • Pasien penderita kanker.
  • Pasien penderita stroke.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B6, vitamin B12, asam pantotenat, zat besi, dan asam folat.
Kategori A: Hasil penelitian menunjukkan obat cukup aman dan tidak mengganggu perkembangan janin di trimester pertama, maupun trimester selanjutnya.

Bila dikonsumsi dalam dosis berlebihan:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Nourish Skin Ultimate kapsul pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Vitamin C, vitamin K,  dan zinc.
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Nourish Skin Ultimate kapsul pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Tembaga.
Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen suplemen ini.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Warfarin.
    Mengonsumsi suplemen ini bersama warfarin dapat meningkatkan risiko terjadinya memar dan perdarahan.
  • Retinoid.
    Penggunaan retinoid dengan vitamin A dapat menyebabkan terlalu banyak vitamin A dalam tubuh yang menyebabkan gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, dan diare.
  • Antibiotik.
    Mengonsumsi vitamin A dalam jumlah sangat besar bersama antibiotik dapat meningkatkan kemungkinan efek samping serius, yaitu tekanan darah tinggi di rongga kepala (hipertensi intrakranial).
  • Phenobarbital.
    Phenobarbital dapat meningkatkan kecepatan tubuh memecah vitamin B2, sehingga efektivitas vitamin B2 akan menurun.
  • Probenesid.
    Probenesid dapat meningkatkan jumlah vitamin B2. Hal ini membuat terlalu banyak vitamin B2 di dalam tubuh, yang menyebabkan warna urine berubah menjadi kuning-oranye, meningkatkan frekuensi urine atau keinginan buang air kecil, gatal-gatal, serta bengkak pada wajah, bibir, dan lidah.
  • Altretamin.
    Mengonsumsi vitamin B6 dengan obat kemoterapi ini dapat mengurangi efektivitasnya.
  • Barbiturat.
    Mengonsumsi vitamin B6 dengan barbiturat dapat menurunkan durasi kerja obat ini.
  • Altretamin.
    Mengonsumsi vitamin B6 dengan obat altretamin dapat mengurangi efektivitasnya.
  • Amfetamin dan benfetamin.
  • Vitamin C dapat mengurangi kadar obat tersebut dalam darah yang dapat membuat obat kurang efektif.
  • Bortezomib.
    Suplemen yang mengandung asam askorbat atau vitamin C dapat mengurangi efektivitas bortezomib dalam mengobati kanker.
  • Deferoksamin.
    Menggunakan vitamin C bersama deferoksamine dapat menyebabkan masalah jantung dan katarak.
  • Metamfetamin.
    Vitamin C dapat mengurangi kadar metamfetamin dalam darah, sehingga membuat obat kurang efektif.
  • Obat untuk menurunkan kadar kolesterol golongan statin.
    Mengonsumsi vitamin E dapat menurunkan efektivitas obat tersebut.
  • Niacin.
    Niacin dapat meningkatkan kolesterol baik. Mengonsumsi vitamin E dapat menurunkan beberapa efektivitas niacin.
  • Obat untuk terapi kanker (kemoterapi).
    Vitamin E adalah antioksidan. Antioksidan dapat menurunkan efektivitas obat di atas.
  • Obat yang memperlambat pembekuan darah.
    Mengonsumsi vitamin E bersama dengan obat di atas dapat meningkatkan kemungkinan memar dan perdarahan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami reaksi alergi.

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/collagen-supplements-for-skin-89940
Diakses pada 19 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-472/grape
Diakses pada 19 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-964/vitamin-a
Diakses pada 19 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-954/vitamin-e
Diakses pada 19 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1001/vitamin-c-ascorbic-acid
Diakses pada 19 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1003/selenium
Diakses pada 19 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-982/zinc
Diakses pada 19 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-781/calcium
Diakses pada 19 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-934/pyridoxine-vitamin-b6
Diakses pada 19 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-957/riboflavin
Diakses pada 19 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-983/vitamin-k
Diakses pada 19 November 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email