Notritis Kaplet 20 mg

16 Sep 2020| Dea Febriyani

Deskripsi obat

Notritis kaplet adalah obat yang digunakan untuk mengobati peradangan sendi (arthritis) dan masalah pada otot, serta serangan asam urat (artritis gout akut). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Notritis kaplet mengandung zat aktif tenoksikam.
Notritis Kaplet 20 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaTenoksikam.
Kelas terapiAntiinflamasi.
Klasifikasi obatNon-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID).
Kemasan1 box isi 5 strip @ 10 tablet (20 mg)
ProdusenCaprifarmindo

Informasi zat aktif

Tekonsikam atau golongan Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID) memiliki aktifitas antiinflamasi an analgesik serta antipiretik bekerja dengan menghambat biosintesis prostaglandin dan pengurangan akumulasi leukosit di tempat peradangan (inflamasi). Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, tenoksikam diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diabosorpsi dengan baik dari saluran pencernaan dan proses absorpsi akan tertunda jika terdapat makanan (sekitar 6 jam). Waktu puncak konsentrasi plasma adalah sekitar 2 jam.
  • Distribusi: Terdistribusi ke dalam cairan simovial. Ikatan protein plasma sekitar 99%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme sepenuhnya menjadi metabolit tidak aktif.
  • Ekskresi: Diekskresi terutama melalui urin dan beberapa melalui empedu sebagai konjugat glukoronida dari metabolit. Waktu paruh eliminasi plasma sekitar 42-81 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri (artritis reumatoid).
  • Kondisi di mana sendi terasa nyeri akibat inflamasi ringan yang timbul karena gesekan ujung-ujung tulang penyusun sendi (osteoartritis).
  • Radang sendi (arthritis) pada punggung yang membuat bagian punggung belakang terasa nyeri dan kaku (ankylosing spndylitis).
  • Peradangan atau iritasi pada tendon (tendinitis).
  • Peradangan atau pembengkakan yang terjadi pada bursa (bursitis).
  • Nyeri bahu dan pinggul.
  • Serangan asam urat (artritis gout akut).

Tenoksikam merupakan obat golongan Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID) yang bekerja dengan menghambat biosintesis prostaglandin dan pengurangan akumulasi leukosit di tempat peradangan (inflamasi).

Komposisi obat

Tenoksikam 20 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Semua indikasi kecuali serangan asam urat (artritis gout): 20 mg/hari.
  • Serangan asam urat (artritis gout akut): 40 mg/hari selama 2 hari diikuti 20 mg/hari untuk 5 hari berikutnya.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi bersama atau segera setelah makan.

Efek samping obat

  • Gangguan pencernaan, mulas, dan sakit perut.
    Jika Anda mengalami efek samping tersebut, pastikan untuk mengonsumsi tenoksikam bersama dengan makanan. Jika rasa tidak nyaman pada pencernaan tetap berlanjut, segera hubungi dokter Anda.
  • Mual atau muntah.
    Jika Anda mengalami mual atau muntah setelah mengonsumsi tenoksikam, cobalah untuk mengonsumsi makanan yang ringan dan hindari makanan yang berat atau pedas.
  • Diare atau kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Jika Anda mengalami diare atau kesulitan buang air besar, cobalah untuk minum banyak air.
  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Biduran (urtikaria).
  • Ruam kulit.
  • Kemerahan pada kulit (eritema).
  • Penurunan kadar hemoglobin.
  • Penurunan jumlah granulosit dalam darah (granulositopenia).
  • Penumpukan cairan dalam tubuh yang ringan (edema).
  • Sensitif terhadao sinar ultaviolet (fotodermatosis).

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan gangguan ginjal.
  • Pasien dengan sirosis hati.
  • Pasien yang kekurangan cairan ekstrasel (deplesi volume).
  • Pasien dengan gagal jantung kongestif.
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan notritis kaplet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan riwayat ulkus atau perdarahan peptik berulang.
  • Pasien dengan riwayat perdarahan pada saluran pencernaan seperti tinja berwarna hitam atau gelap (melena), muntah darah (hematemesis), luka pada dinding organ tubuh (perforasi) yang berhubungan dengan terapi dengan NSAID, atau peradangan dinding lambut (gastritis) berat.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap tekonsikam.
  • Pasien dengan gagal ginjal, hati, atau jantung berat.
  • Wanita hamil trimester terakhir.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Analgesik lain termasuk inhibitor selektif siklooksigenase-2.
    Hindari penggunaan dua atau lebih NSAID secara bersamaan (termasuk aspirin) karena dapat meningkatkan risiko efek samping.
  • Asetilsalisilat dan salisilat.
    Salisilat dapat menggantikan tenoksikam dari situs pengikatan protein dan dengan demikian meningkatkan pembersihan dan volume distribusi tenoksikam. Oleh karena itu pengobatan bersamaan dengan salisilat harus dihindari karena peningkatan risiko reaksi yang merugikan terutama pada saluran pencernaan.
  • Antasida dan antagonis reseptor H2.
    Antasida dapat mengurangi laju serta penyerapan tenoksikam walaupun perbedaan tersebut tidak signifikan secara klinis.
  • Antikoagulan.
    Tenoksikam sangat terikat dengan serum albumin sehingga dapat meningkatkan efek antikoagulan dari warfarin.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Kesulitan bernapas seperti mengi atau sesak napas.
  • Memiliki tanda-tanda reaksi alergi seperti pembengkakan di sekitar mulut atau wajah, ruam kulit yang sangat gatal.
  • Mengeluarkan darah atau tinjal berwarna hitam, muntah darah, serta mengalami nyeri perut yang parah.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/tenoxicam?mtype=generic
Diakses pada 25 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/notritis
Diakses pada 25 Agustus 2020

Patient. https://patient.info/medicine/tenoxicam-tablets-for-pain-and-inflammation-mobiflex#nav-4
Diakses pada 25 Agustus 2020

Medicines. https://www.medicines.org.uk/emc/product/452/smpc#CONTRAINDICATIONS
Diakses pada 25 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Ramuan Jamu Asam Urat yang Ampuh dan Bisa Anda Coba

Jamu asam urat ternyata bisa dibuat sendiri di rumah. Anda pun dapet memperoleh bahan-bahannya dengan mudah. Sudah siap mencoba?
12 Sep 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Ramuan Jamu Asam Urat yang Ampuh dan Bisa Anda Coba

Garam Inggris Punya Banyak Manfaat, Apa Saja?

Garam inggris atau garam Epsom tak hanya dapat meredakan nyeri otot dan sendi. Anda juga bisa menggunakannya untuk masalah kesehatan lainnya. Apa sajakah itu?
07 Apr 2020|Rieke Saraswati
Baca selengkapnya
Garam Inggris Punya Banyak Manfaat, Apa Saja?

Kelainan Otot pada Manusia dan Penyebab Terjadinya

Kelainan pada otot manusia sangat beragam jenisnya dan dapat menyerang anak-anak hingga orang dewasa. Kelainan pada otot ini disebut juga miopati.
29 Jun 2020|Nenti Resna
Baca selengkapnya
Kelainan Otot pada Manusia dan Penyebab Terjadinya