Norvom sirup 60 ml adalah obat yang digunakan untuk menanggulangi mual dan muntah setelah operasi dan untuk meringankan gastroparesis.
Norvom sirup 60 ml adalah obat yang digunakan untuk menanggulangi mual dan muntah setelah operasi dan untuk meringankan gastroparesis.
Norvom sirup 60 ml adalah obat yang digunakan untuk menanggulangi mual dan muntah setelah operasi dan untuk meringankan gastroparesis.
Norvom sirup 60 ml adalah obat yang digunakan untuk menanggulangi mual dan muntah setelah operasi dan untuk meringankan gastroparesis.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 13.306/botol (60 ml) per November 2019
Kemasan 1 botol @ 60 ml
Produsen Ifars Pharmaceutical Laboratories

Norvom adalah obat yang digunakan untuk menanggulangi mual dan muntah pasca operasi dan untuk meringankan gastroparesis. Obat ini merupakan golongan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Norvom mengandung zat aktif metoclopramide HCI.

  • Menanggulangi mual dan muntah karena obat setelah operasi.
  • Meringankan gastroparesis akut dan kronis.
  • Menghilangkan rasa panas sehubungan dengan refluks esofagitis.
  • Tidak untuk mencegah motion sickness.

Tiap 5 ml: metoclopramide HCI 10 mg

  • Dewasa: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 3 kali/hari
  • Anak-anak 6 tahun ke atas dan remaja: maksimal 0,5 mg/kg BB/hari dalam 3 dosis terbagi.

Dikonsumsi 30 menit sebelum makan dan sebelum tidur.

  • Pusing.
  • Disorientasi.
  • Reaksi ekstrapiramidal.
  • Hipertonis otot.
  • Iritabilitas.
  • Agitasi.
  • Gelisah.
  • Lelah yang berlebihan.
  • Sembelit.
  • Diare.
  • Pada pasien yang hipersensitif terhadap metoclopramide.
  • Pasien pendarahan saluran pencernaan (gastrointestinal).
  • Pasien dengan kondisi penyumbatan yang terjadi di dalam usus (obstruksi mekanik) atau terbentuknya lubang pada dinding lambung (perforasi).
  • Pasien epilepsi.
  • Tumor langka pada kelenjar adrenal (phaeochromocytom).
  • Pasien penderita gangguan ginjal.
  • Pasien anak-anak.
  • Pasien lansia dosis harap dikurangi karena dapat meningkatkan timbulnya gejala ekstrapiramidal
  • Penderita yang hipersensitif terhadap procaine dan procainamide.
  • Wanita hamil.
  • Pasien yang membutuhkan kewaspadaan dalam menjalankan aktivitasnya seperti mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin
  • Haloperidol.
  • Phenothiazine.
  • Paracetamol.
  • Tetracycline.
  • Levodopa.
  • Ethanol.
  • Cyclosporine.
  • Digoxin.
  • Obat antikolinergik.
  • Obat analgetik narkotik.

Sesuai kemasan per November 2019

Artikel Terkait