Norvom sirup 60 ml

14 Jan 2020| Maria Yuniar
Norvom sirup 60 ml adalah obat yang digunakan untuk menanggulangi mual dan muntah setelah operasi dan untuk meringankan gastroparesis.

Deskripsi obat

Norvom adalah obat yang digunakan untuk menanggulangi mual dan muntah pasca operasi dan untuk meringankan gastroparesis. Obat ini merupakan golongan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Norvom mengandung zat aktif metoclopramide HCI.

Norvom sirup 60 ml
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 13.306/botol (60 ml) per November 2019
Kemasan1 botol @ 60 ml
ProdusenIfars Pharmaceutical Laboratories

Indikasi (manfaat) obat

  • Menanggulangi mual dan muntah karena obat setelah operasi.
  • Meringankan gastroparesis akut dan kronis.
  • Menghilangkan rasa panas sehubungan dengan refluks esofagitis.
  • Tidak untuk mencegah motion sickness.

Komposisi obat

Tiap 5 ml: metoclopramide HCI 10 mg

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 3 kali/hari
  • Anak-anak 6 tahun ke atas dan remaja: maksimal 0,5 mg/kg BB/hari dalam 3 dosis terbagi.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi 30 menit sebelum makan dan sebelum tidur.

Efek samping obat

  • Pusing.
  • Disorientasi atau kebingungan.
  • Reaksi ekstrapiramidal, seperti tremor, demam, kejang, dan badan kaku.
  • Hipertonis otot.
  • Mudah tersinggung.
  • Gaduh gelisah.
  • Lelah yang berlebihan.
  • Sembelit.
  • Diare.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan ginjal.
  • Pasien anak-anak.
  • Pasien lansia dosis harap dikurangi karena dapat meningkatkan timbulnya gejala ekstrapiramidal
  • Penderita yang hipersensitif terhadap procaine dan procainamide.
  • Wanita hamil.
  • Pasien yang membutuhkan kewaspadaan dalam menjalankan aktivitasnya seperti mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pada pasien yang hipersensitif terhadap metoclopramide.
  • Pasien pendarahan saluran pencernaan (gastrointestinal).
  • Pasien dengan kondisi penyumbatan yang terjadi di dalam usus (obstruksi mekanik) atau terbentuknya lubang pada dinding lambung (perforasi).
  • Pasien epilepsi.
  • Tumor langka pada kelenjar adrenal (feokromositoma).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Haloperidol.
  • Phenothiazine.
  • Paracetamol.
  • Tetracycline.
  • Levodopa.
  • Ethanol.
  • Cyclosporine.
  • Digoxin.
  • Obat antikolinergik.
  • Obat analgetik narkotik.

Sesuai kemasan per November 2019

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email