Norsec Kapsul 20 mg

03 Jul 2020| Aby Rachman
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Kemasan
1 box isi 5 strip @ 4 kapsul (20 mg)
Produsen
Guardian Pharmatama

Norsec kapsul adalah obat untuk mengatasi peningkatan asam lambung. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Norsec kapsul mengandung zat aktif omeprazol. Omeprazol termasuk dalam kelompok pompa proton inhibitor yang bekerja dengan mengurangi jumlah asam yang diproduksi oleh lambung. Obat ini dapat digunakan untuk mengobati gejala penyakit refluks gastroesofageal (GERD) dan kondisi lainnya yang disebabkan oleh asam lambung berlebih. Omeprazol ini juga dapat digunakan mengatasi kerusakan pada kerongkongan yang disebabkan oleh asam lambung. Omeprazole juga dapat dikonsumsi bersama dengan antibiotik untuk mengobati tukak lambung yang disebabkan oleh infeksi Helicobacter pylori (H. pylori).

Mengatasi:

  • Sensasi rasa terbakar pada area dada dan kerongkongan yang disebabkan karena peningkatan asam lambung ke kerongkongan dan terjadi iritasi kerongkongan.
  • Luka pada dinding usus 12 jari (ulkus duodenum).
  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Tumor di pankreas atau bagian atas usus halus (sindrom Zollinger-Ellison).
  • Peradangan mukosa esofagus yang disebabkan oleh refluks cairan lambung atau duodenum esofagus (esofagitis refluks).

Omeprazol 20 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • GERD: 20 mg sebanyak 1 kali/hari selama 4-8 minggu. Dosis rumatan 20-40 mg/hari.
    • Dosis maksimal: 40 mg.

  • Tukak lambung dan ulkus duodenum: 20-40 mg sebanyak 1 kali/hari selama 4-8 minggu. Dosis rumatan 10-20 mg/hari.
    • Dosis maksimal: 40 mg.

  • Infeksi bakteri H. pylori: 20 mg sebanyak 2 kali/hari selama 1 minggu dan dikombinasikan dengan antibiotik seperti klaritromisin, amoksisilin, atau metronidazol.

  • Luka akibat penggunaan obat NSAID: 20 mg/hari selama 8 minggi. Dosis rumatan 20 mg/hari.

Dikonsumsi satu jam sebelum makan.

  • Reaksi alergi seperti gatal, sulut bernafas, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.
  • Sakit perut.
  • Diare dengan atau tanpa disertai darah.
  • Sakit pada pergelangan tangan, paha, pinggul atau panggul.
  • Kejang.
  • Kesulitan mengeluarkan urin.
  • Terdapatnya darah dalam urin.
  • Peningkatan berat badan.
  • Penurunan kadar magnesium dalam tubuh sehingga menyebabkan terjadinya pusing, detak jantung tidak teratur, gelisah, kram otot, kejang otot, batuk atau perasaan tersedak.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri pada perut.
  • Diare.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Infeksi saluran pernapasan bawah.
  • Ruam pada kulit.
  • Batuk.

Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.

  • Hentikan penggunaan jika terjadi reaksi alergi seperti ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, nyeri sendi, dan pucat.
  • Pasien yang memiliki kadar kalsium rendah dalam tubuh (hipokalsemia).
  • Pada penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kekurangan vitamin B12 dan gangguan penyerapan pada zat besi.
  • Dapat meningkatkan risiko terjadinya patah tulang karena osteoporosis.
  • Anak-anak 1 tahun ke bawah.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Dapat meningkatkan terjadinya diare.
  • Kategori kehamilan dan menyusui:
    Kategori C. Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita. Atau, belum ada penelitian pada wanita hamil maupun hewan percobaan. Obat hanya boleh diberikan jika manfaatnya melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
  • Klopidogrel.
  • Antibiotik seperti amoksisilin, klaritromisin, dan rifampisin.
  • Metotreksat.
  • Rilpivirin.
  • Akalabritinib.
  • Amfetamin.
  • Atazanavir.
  • Benzfetmin.
  • Bosutinib.
  • Kapesitabin.
  • Cilostazol.
  • Citalopram.
  • Klopidogrel.
  • Klorazepat.
  • Conivaptan.
  • Rifampisin.
  • Atazanavir.
  • Erlonitib.
  • Itrakonazol.
  • Ketokonazol.
  • Esomeprazol.

Sesuai kemasan per Juli 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/omeprazole
Diakses pada 1 Juli 2020

Webdm. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3766-2250/omeprazole-oral/omeprazole-delayed-release-tablet-oral/details
Diakses pada 1 Juli 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/prilosec-omeprazole-341997#0
Diakses pada 1 Juli 2020

Drugs. https://www.drugs.com/omeprazole.html
Diakses pada 1 Juli 2020

Rxlist. https://www.rxlist.com/consumer_omeprazole_prilosec/drugs-condition.htm#what_is_omeprazole__and_how_does_it_work
Diakses pada 1 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Kenali Ciri-Ciri Asam Lambung Naik agar Bisa Diatasi dengan Tepat

Ciri-ciri asam lambung naik ke kerongkongan bisa ringan dan parah. Mulai dari heartburn, mulut terasa asam, rasa pahit di belakang mulut, kesulitan menelan, hingga batuk-batuk.Baca selengkapnya
Kenali Ciri-Ciri Asam Lambung Naik agar Bisa Diatasi dengan Tepat

Mengenal Perbedaan Maag dan Asam Lambung Kronis akibat GERD

Perbedaan maag dan asam lambung kronis karena GERD perlu Anda ketahui untuk dapat ditangani dengan benar. Perbedaan GERD dan maag juga dapat dilihat dari gejalanya.
28 May 2020|Nurul Rafiqua
Baca selengkapnya
Mengenal Perbedaan Maag dan Asam Lambung Kronis akibat GERD

Efek Samping dan Bahaya Omeprazole yang Wajib Anda Ketahui

Efek samping parah atau bahaya omeprazole yang lebih serius, di antaranya kekurangan magnesium, kekurangan vitamin B12, diare kronis, peradangan pada lapisan lambung, hingga gangguan ginjal.
26 Aug 2020|Nenti Resna
Baca selengkapnya
Efek Samping dan Bahaya Omeprazole yang Wajib Anda Ketahui