Norizec Tablet

16 Agu 2020| Ajeng Prahasta
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Kemasan
1 box isi 3 strip @ 10 tablet (1 mg; 2 mg; 3 mg; 4 mg)
Produsen
Darya-Varia

Norizec tablet adalah obat untuk menurunkan kadar gula dalam darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Norizec tablet mengandung zat aktif glimepirid.

Glimepirid bekerja dengan cara mendorong pankreas untuk memproduksi lebih banyak insulin sehingga dapat menurunkan kadar gula dalam darah, dengan terjadinya penurunan kadar gula darah dapat mencegah kerusakan ginjal, mencegah terjadinya gangguan penglihatan bahkan kebutaan, mencegah terjadinya masalah saraf, mencegah kehilangan anggota tubuh, dan masalah fungsi seksual, dan dapat mengurangi risiko terkena serangan jantung atau stroke.

  • Norizec tablet 1 mg: glimepirid 1 mg.
  • Norizec tablet 2 mg: glimepirid 2 mg.
  • Norizec tablet 4 mg: glimepirid 3 mg.
  • Norizec tablet 8 mg: glimepirid 4 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dosis awal: 1 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan dengan interval 1-2 minggu.

Dosis pemeliharaan: 4 mg/hari.

Dosis maksimal: 6 mg/hari.

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan. Konsumsi sebelum atau pada saat sarapan.

  • Kadar gula darah di bawah normal (hipoglikemia).
    Untuk mencegah gejala, konsumsi makanan secara teratur termasuk sarapan. Jika berencana untuk berolah raga, konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat sebelum, selama, atau setelah berolahraga.
  • Mual dan gangguan saluran pencernaan.
    Konsumsi glimepirid bersama dengan makanan dan hindari makanan yang gurih atau pedas.
  • Diare.
    Minum banyak air untuk mencegah dehidrasi yang ditandai dengan sulit buang air kecil atau kencing yang berbau kuat. Jangan mengonsumsi obat untuk mengobati diare tanpa berkonsultasi dengan dokter atau apoteker.
  • Sakit perut.
  • Peningkatan berat badan.
  • Kerontokan rambut.
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah.
  • Kelelahan.
  • Penurunan kadar natrium dalam darah (hiponatremia).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap glimepirid atau obat golongan sulfonilurea.
  • Pasien penderita diabetes melitus tipe 1.
  • Pasien yang mengalami (diabetik ketoasidosis) yang dengan atau tanpa disertai koma.
  • Pasien penderita gangguan ginjal dan hati yang berat.
  • Pasien yang akan melakukan tindakan operasi.
  • Pasien yang mengalami demam, infeksi dan trauma.
  • Pasien yang menderita kekurangan (defisiensi) enzim G6PD yaitu kondisi yang menyebabkan sel darah merah hancur sebelum waktunya.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal dan hati yang ringan hingga sedang.
  • Pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • NSAID seperti fenilbutazon, insulin, antidiabetes oral seperti metformin, salisilat, fluoksetin, steroid anabolik, dan androgen, serta antibiotik kloramfenikol, sulfonamida, tetrasiklin, kuinolon, klaritromisin, antikoagulan kumarin, disopiramid, fibrat, penghambat ACE, penghambat monoamin oksidase seperti fenelzin, allopurinol, probenesid, sulfinpirazon, siklosfamid, flukonazol, dan pentoksifilin.
    Obat di atas meningkatkan efek penurunan kadar gula darah yang sangat rendah atau di bawah batas normal.
  • Estrogen, kontrasepsi oral, diuretik tiazid, glukokortikoid, derivat fenotiazin seperti klorpromazin, simpatomimetik seperti epinefrin, albuterol, dan terbutalin, asam nikotinat dalam dosis tinggi, derivat asam nikotinat, obat pencahar dalam jangka panjang, fenitoin, diazoksid, glukagon, barbiturat, rifampisin, dan isoniazid.
    Penggunaan obat di atas bersama dengan glibenklamid dapat menurunkan efek penurunan kadar gula darah.
  • Beta blocker misalnya propanolol.
    Penggunaan bersamaan dengan glimepirid mengganggu kadar gula darah seperti menyebabkan penurunan kadar gula darah dari batas normal dan menyebabkan sulit terdeteksi jika terjadi masalah atau gangguan tertentu.
  • Kolesevelam.
    Penggunaan bersamaan dengan glimepirid dapat mengurangi penyerapan glimepirid, sehingga sebaiknya glimepirid dikonsumsi minimal 4 jam sebelum mengonsumsi kolesevelam.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/glimepiride
Diakses pada 20 Juli 2020

Rxlist. https://www.rxlist.com/consumer_glimepiride_amaryl/drugs-condition.htm
Diakses pada 20 Juli 2020

Webmd. https://www.webmd.com/diabetes/qa/how-does-glimepiride-amaryl-work
Diakses pada 20 Juli 2020

Sdrugs. https://www.sdrugs.com/?c=drug&s=anpiride
Diakses pada 20 Juli 2020

Wdrugs. https://www.wdrugs.com/?s=anpiride
Diakses pada 20 Juli 2020

. Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/glimepiride/
Diakses pada 20 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Waspadai Risiko Diabetes Tipe-2 Selama Kehamilan

Diabetes gestasional membuat Anda dan anak berisiko terkena diabetes tipe-2. Mengapa demikian?
06 May 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Waspadai Risiko Diabetes Tipe-2 Selama Kehamilan

Bahaya Gula Merah bagi Kesehatan yang Tidak Anda Sadari

Bahaya gula merah dapat terjadi jika Anda mengonsumsinya secara berlebihan. Padahal, pemanis yang satu ini sudah akrab di lidah masyarakat Indonesia. Wah, seberapa banyak ya, batas aman konsumsinya?
22 Oct 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Bahaya Gula Merah bagi Kesehatan yang Tidak Anda Sadari

Ikuti Pola Diet Diabetes Melitus Ini Agar Gula Darah Normal

Memilih makanan tertentu untuk penderita diabetes sangatlah penting dalam menjaga kadar gula darah tetap normal. Caranya adalah dengan mengikuti pola diet diabetes.
24 Jan 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Ikuti Pola Diet Diabetes Melitus Ini Agar Gula Darah Normal