Norethisterone (Alias: Norethisteron)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri pada 21 Jan 2019

Merk dagang yang beredar:

Abmen, Anore, Norelut, Norestil, Nosthyra, Primolut N, Regumen, Retrogest

Norethisterone merupakan obat yang mengandung hormon progesteron untuk mengobati gangguan menstruasi, endometriosis, serta kanker payudara. Obat ini juga dapat digunakan untuk mencegah kehamilan

Norethisterone (Norethisteron)
Golongan

Progesteron sintetis

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Tablet, suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori X: Penelitian pada hewan percobaan atau manusia telah menunjukkan abnormalitas pada janin, atau ada bukti risiko kepada janin berdasarkan pengalaman pengguna, atau keduanya. Risiko penggunaan obat pada wanita hamil jelas melebihi kemungkinan adanya manfaat. Obat ini tidak boleh digunakan pada wanita yang hamil atau akan hamil

Dosis

Dosis obat bersifat individual. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya.

Kontrasepsi

  • Disuntikkan ke otot dengan dosis 200 mg, setiap 8 minggu. Selain itu, obat dalam bentuk tablet juga bisa diminum dengan dosis 0,35 mg per hari, atau 0,5-1 mg per hari, jika dikombinasikan dengan oestrogen. Sebagai asetat, diberikan dengan dosis 0,6 mg per hari, atau 1-1,5 mg per hari, apabila dikombinasikan dengan oestrogen.

Kanker payudara

  • Obat diminum dengan dosis 40 mg per hari, dan ditingkatkan menjadi 60 mg per hari sesuai kebutuhan.

Sindrom Pramenstruasi

  • Obat diminum dengan dosis 5 mg, tiga kali sehari pada hari ke-16 hingga ke-25 selama siklus.

Terapi pengganti hormon menopause

  • Obat diminum dengan dosis 0,7 mg per hari terus-menerus. Dalam bentuk asetat, obat bisa diberikan 1 mg per hari selama 10-12 hari selama 28 hari siklus. Dalam bentuk asetat, obat juga bisa ditempel ke kulit dengan dosis 140, 170, atau 250 mcg per hari. Gunakan dua kali seminggu selama 2 minggu dari siklus sepanjang 4 minggu.

Endometriosis

  • Obat diminum dengan dosis 10-25 mg per hari berturut-tirit selama 4-9 bulan. Dalam bentuk asetat, obat bisa diberikan 5-15 mg per hari, yang dimulai dengan dosis awal 5 mg per hari, dan ditambah 2,5 mg dalam jarak 14 hari. Minum obat ini selama 4-9 bulan. Penurunan dosis mungkin dibutuhkan untuk pemakaian obat dua kali seminggu, untuk pemakaian rutin.

Menorrhagia

  • Obat diminum dengan dosis 10-15 mg per hari. Biasanya, dosis diberikan sebesar 5 mg, 3 kali sehari selama 10 hari untuk masa awal pengobatan. Kemudian, dosis disesuaikan menjadi 5 mg, 2 kali sehari pada hari ke-19 hingga ke-26 dalam siklus, sebagai pencegahan. Dalam bentuk asetat, obat diberikan dengan dosis 2,5-10 mg per hari.

Penundaan menstruasi

  • Obat diminum dengan dosis 5 mg, 3 kali sehari sebelum waktu perkiraan menstruasi berlangsung

Aturan pakai Norethisterone dengan benar

Selalu ikuti anjuran dari dokter dan baca petunjuk di kemasan obat sebelum menggunakannya. Obat ini dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan, sesuai rekomendasi dokter. Dosis diberikan sesuai dengan indikasi medis.

Gunakan alat kontrasepsi ketika Anda pertama kali menggunakan obat ini. Jangan menggunakan obat ini terlalu sering dan jangan menambahkan dosisnya. Pakai obat ini sesuai petunjuk dokter. Beri tahu dokter jika kondisi memburuk atau tidak membaik.

Efek Samping

Setiap pemakaian obat berpotensi menimbulkan efek samping. Meski belum tentu terjadi, efek samping yang berlebihan harus segera mendapat penanganan medis.

Obat norethisterone dapat menyebabkan efek samping berupa mual ringan, muntah, kembung, pusing, sakit kepala, migrain, epilepsi, jerawat, porfiria, ketidaknyamanan payudara, perubahan nafsu makan, perubahan aliran menstruasi, penurunan libido, amenore, kelainan saraf mata, hingga perubahan profil lipid/lemak tubuh. Jika efek samping memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari pertolongan medis jika mengalami efek samping berikut ini, yang meski jarang, tapi sifatnya serius.

  • Nyeri dada
  • Ikterus/jaundice (penyakit kuning)
  • Gejala depresi
  • Bengkak pada kaki atau lengan
  • Masalah dengan penglihatan

Ada beberapa efek samping lain yang belum disebutkan di atas. Jika Anda mengalami efek samping lain, tanyakan pada tenaga kesehatan.

Peringatan

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut ini.

  • Asma
  • Gangguan ginjal
  • Depresi

Kontraindikasi

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Gangguan fungsi hati berat
  • Kehamilan

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan obat.

Interaksi

Interaksi mungkin terjadi jika Anda menggunakan beberapa obat bersamaan. Apabila ingin menggunakan norethisterone bersama dengan obat lain, harap konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Sebab, dokter mungkin saja mengubah dosisnya.

Berikut ini jenis obat yang akan menimbulkan interaksi tertentu saat digunakan bersamaan dengan norethisterone.

Jenis obat Interaksi
CYP450 inducer (phenobarbital, phenytoin, carbamazepine, rifampicin, rifabutin, nevirapine, efavirenz, tetracyclines, ampicillin, oxacillin, co-trimoxazole), ritonavir, nelfinavir Penurunan konsentrasi obat
NSAID, vasolidator

Retensi penumpukan cairan

Ciclosporin Potensi peningkatan konsentrasi cislosporin, yang bisa berakibat fatal

Saat menggunakan norethisterone, pasien mungkin membutuhkan penyesuaian dalam terapi antikoagulan, hormon tiroid, serta antidiabetes.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
  • Kanker payudara
  • Endometriosis
Referensi

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/norethindrone.html
Diakses pada 28 November 2018

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/norethisterone/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 28 November 2018

Artikel Terkait:
Back to Top