Norepinephrine tersedia dalam sediaan suntik dan infus untuk mengobati hipotensi
Norepinephrine tersedia dalam sediaan suntik

Arespin, Epinor, Levophed, N-epi, Raivas, Vascon

Norepinephrine merupakan obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah rendah (hipotensi). Obat ini sering digunakan selama CPR  (cardiopulmonary resuscitation). Norepinephrine hampir sama dengan obat adrenalin. Obat ini bekerja dengan meningkatkan tekanan darah, kadar gula darah, dan menyempitkan pembuluh darah.

Norepinephrine (Norepinefrin)
Golongan

Vasokonstriktor

Kategori obat

Obat Resep

Bentuk sediaan obat

Suntik dan infus

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis obat

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respon terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Hipotensi Akut

  • Dewasa: Awalnya, 8-12 mcg / menit, hingga 8-30 mcg / menit dalam syok refrakter. Infus menggunakan larutan norepinephrine 4 mcg / ml dalam glukosa 5%, atau natrium klorida 0,9%-glukosa 5% dengan laju pemberian 2-3 ml / menit. Dosis disesuaikan dengan hasil tekanan darah. Dosis pemeliharaan rata-rata: 0,5-1 ml / menit (2-4 mcg / menit). Infus melalui kateter vena sentral atau ke vena besar.
  • Anak: Berikan dengan laju 2 mcg / menit.
  • Lansia: Dosis awal harus pada rentang dosis rendah.

Perdarahan saluran cerna atas (injeksi)

  • Dewasa: Intraperitoneal admin: 8 mg dalam 250 ml larutan natrium klorida 0,9%. Sebagai alternatif dapat diberikan 8 mg dalam 100 ml larutan natrium klorida 0,9% melalui selang nasogastrik tiap 6-8 jam lalu tiap 2 jam selama 4-6 jam. Dosis diturunkan perlahan.

Obat ini diberikan langsung oleh dokter, disuntikan ke pembuluh darah melalui infus.

Dosis diberikan sesuai kondisi medis. tekanan darah, pernafasan dan tanda-tanda vital lainnya selalu diperhatikan saat menggunakan obat ini

Beri tahu dokter jika merasa sakit, iritasi, perasaan dingin, atau ketidaknyamanan

Di setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi jika terjadi efek samping yang berlebihan, harus langsung ditangani oleh medis.

Obat Norepinephrine dapat menyebabkan efek samping yang sering terjadi jika dikonsumsi, seperti sakit kepala, kecemasan, hipertensi,  aritmia, bradikardi, kelainan kulit, dan sulit bernapas. Jika efek samping semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping jarang terjadi namun serius seperti:

  • Detak jantung lambat
  • Mati rasa
  • Sakit kepala berat
  • Masalah penglihatan atau bicara

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek lain seperti di atas, tanyakan kepada profesional perawatan kesehatan Anda

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

Kontraindikasi

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan harap konsultasi ke dokter Anda, dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan

Mengonsumsi obat Norepinephrine dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Dapat meningkatkan risiko aritmia dengan kokain, dan siklopropana
  • Guanethidine, methyldopa, reserpine, Tricyclic anti depresan (TCA) dapat meningkatkan respons pressor terhadap norepinefrin. (Mims)

Obat ini berpotensi fatal bila digunakan dengan :

  • Kokain/golongan kokaina, cyclopropane, atau anestesi hirup lain yang mengandung hidrokarbon akan meningkatkan resiko aritmia.
  • MAO (Monoamin Oxidase) inhibitor dapat mengakibatkan krisis hipertensi.
  • Bloker reseptor Beta non selektif dapat meningkatkan efek hipertensif.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/norepinephrine.html
Diakses pada 26 November 2018

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/norepinephrine/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 26 November 2018

Artikel Terkait