Norages Injeksi 2 ml

Norages injeksi adalah obat untuk mengatasi nyeri berat akut dan kronis

Deskripsi obat

Norages injeksi adalah obat untuk mengatasi nyeri berat akut dan kronis. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Norages injeksi mengandung zat aktif metamizole sodium. Metamizole adalah obat antiiflamasi non steroid (NSAID) yang sering digunakan untuk meringankan rasa sakit atau mengatasi nyeri seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri haid, bahkan nyeri setelah operasi. Metamizole bekerja dengan menghambat produksi prostaglandin dalam menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan demam. Norages injeksi adalah salah satu sediaan yang diberikan sesuai petunjuk atau arahan dokter, melalu intravena atau intamuskular.

Norages Injeksi 2 ml
HETRp 11.481/ampul per Oktober 2019
Kandungan utamaMetamizole sodium.
Kelas terapiAntiinflamasi.
Klasifikasi obatNon-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID).
Kemasan1 box isi 5 ampul @ 2 ml
ProdusenMeprofarm

Informasi zat aktif

Metamizole merupakan obat golongan Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID) yang memiliki sifat anti nyeri (analgesik), anti demam (antipiretik), dan meringankan peradangan (antiinflamasi) bekerja dengan menghambat siklooksigenase (COX)-1 dan 2, sehingga menghambat produksi prostaglandin yang menyebabkan peradangan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, metamizole diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 90% dan waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) adalah 1-2 jam.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dimetabolisme dalam hati.
  • Ekskresi: Diekskresi terutama melalui urin dalam bentuk metabolit.

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi nyeri berat akut dan kronis seperti pada keadaan:

  • Penyakit rematik.
  • Sakit kepala.
  • Sakit gigi atau adanya tumor.
  • Nyeri setelah kecelakaan atau sehabis operasi.

Mengatasi nyeri yang disebabkan oleh kejang otot akut dan kronis seperti pada:

  • Gangguan pada aliran normal isi usus sepanjang traktus intestina (kolik pada saluran penceranaan).
  • Kejang otot (spasme otot).
  • Saluran empedu.
  • Saluran kemih bagian bawah.
  • Gangguan ginjal.

Metamizole merupakan obat yang dapat bekerja dengan menghambat senyawa yang dapat menyebabkan peradangan yaitu prostaglandin, dengan penghambatan prostaglandin maka gejala peradangan seperti demam dan nyeri dapat berkurang.

Komposisi obat

Tiap 1 ml: Metamizole sodium 500 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa dan anak usia 15 tahun ke atas: 2-5 ml i.v atau i.m, tidak melebihi 10 ml.

Aturan pakai obat

Pemberian obat melalui injeksi dan infus melalui intravena atau injeksi ke dalam otot tubuh sesuai petunjuk dokter.

Efek samping obat

  • Mual.
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat atau pedas. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter Anda jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Konsumsi makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa seperti makanan pedas.
  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Demam.
  • Pusing.
  • Sakit tenggorokan.
  • Sesak napas (dispnea).
  • Gejala nyeri yang tidak nyaman (dispepsia)
  • Penyempitan saluran napas (bronkospasme).
  • Bercak kemerahan (eritema).
  • Rasa gatal di seluruh tubuh (pruritus).
  • Biduran (urtikaria).
  • Reaksi alergi berat yang terjadi secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan kematian (syok anafilaksis).
  • Penyakit kelainan darah (diskrasia darah).
  • Bengkak pada wajah.
  • Nyeri dada atau peningkatan detak jantung (aritmia).
  • Sensitisasi rasa dingin di sekitar tangan dan kaki.
  • Penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia).

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C dan terlindung dari cahaya.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita penurunan otot (hipotonia).
  • Pasien dengan kondisi jumlah darah dan cairan yang berkurang drastis (hipovolemia).
  • Pasien kekurangan cairan tubuh (dehidrasi).
  • Pasien penderita luka pada dinding (tukak) lambung dan usus 12 jari (duodenum).
  • Pasien penderita peradangan saluran napas (asma bronkial).
  • Pasien penderita gangguan hati dan ginjal ringan sampai sedang.

Kategori kehamilan

Pada trimester pertama dan kedua:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Norages injeksi pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada trimester ketiga:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Penderita dengan tekanan darah sistolik kurang dari 100 mmHg.
  • Pasien penderita gangguan fungsi sumsum tulang.
  • Bayi kurang dari 3 bulan atau berat badan di bawah 5 kg.
  • Pasien penderita tekanan darah rendah (hipotensi).
  • Pasien dengan kondisi jantung dan peredaran darah yang tidak stabil.
  • Pasien penderita asma.
  • Pasien penderita gangguan hati dan ginjal berat.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat pencegah penggumpalan darah (antikoagulan).
    Penggunaan bersama obat antikoagulan dapat menurunkan jumlah keping darah (trombositopenia).
  • Phenotiazin dan chlorpromazine.
    Penggunaan phenotiazin dan chlorpromazine menyebabkan turunnya suhu tubuh (hipotermia).
  • Barbiturat, glutethimide, phenylbutazone.
    Penggunaan bersama obat-obat di atas, dapat menyebabkan efektivitas metamizole berkurang.
  • Bupropion dan ciclosporin.
    Penggunaan bersama metamizole dapat menurunkan kadar bupropion dan siklosporin.

Pediatriconcall. https://www.pediatriconcall.com/drugs/dipyrone/503
Diakses pada 20 November 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/metamizole
Diakses pada 20 November 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email