Nogestat Tablet 0,75 mg

26 Sep 2020| Ajeng Prahasta
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Kemasan
1 box isi 1 strip @ 2 tablet (0,75 mg)
Produsen
Novell Pharmaceutical Laboratories
Nogestat tablet adalah obat kontrasepsi oral yang digunakan saat darurat untuk mencegah kehamilan setelah berhubungan seks tanpa pelindung atau kegagalan alat kontrasepsi lain. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Nogestat tablet mengandung zat aktif levonorgestrel.
  • Kontrasepsi oral yang digunakan saat darurat untuk mencegah kehamilan setelah berhubungan seks tanpa pelindung atau kegagalan alat kontrasepsi lain.

Levonorgestrel adalah obat yang bekerja dengan mencegah pelepasan sel telur dari ovarium atau mencegah pembuahan sel telur oleh sperma (sel reproduksi pria). Levonorgestrel juga dapat bekerja dengan mengubah lapisan rahim untuk mencegah perkembangan kehamilan serta dapat mencegah kehamilan.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Kontrasepsi:
    • Terapi tunggal: 30 atau 37,5 mcg/hari.
    • Kontrasepsi oral kombinasi (KOK) monofasik: 150–250 mcg/hari.
    • Kontrasepsi oral kombinasi (KOK) trifasik: 50–125 mcg/hari.
  • Kontrasepsi darurat: 1,5 mg segera setelah berhubungan (tidak melewati 72 jam) atau 750 mcg segera setelah berhubungan (tidak melewati 72 jam) diikuti dengan dosis kedua 12 jam kemudian. Beberapa obat mengkombinasikan antara levonorgestrel 500 mcg dan etinilestradiol 100 mcg, obat kombinasi ini dapat diberikan dalam waktu 72 jam setelah berhubungan diikuti oleh dosis kedua 12 jam kemudian.
  • Terapi pengganti hormon pada menopause:
    • Sebagai komponen progestogenik: 75–250 mcg selama 10–12 hari dalam siklus 28 hari.
Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.
  • Mual atau muntah.
    Minumlah air yang cukup untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti urin yang kurang dari biasanya atau mengeluarkan urin yang berwarna gelap dan berbau kuat. Jika Anda mengalami diare parah atau muntah karena sakit perut, segera hubungi dokter Anda.
  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda beristirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah kepada apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya hilang setelah minggu pertama mengonsumsi bisoprolol. Segera hubungi dokter Anda jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau semakin memburuk.
  • Pusing.
    Hentikan aktivitas dan duduk atau berbaring sampai merasa lebih baik. Jangan mengemudi atau menggunakan alat atau mesin. Jangan minum alkohol karena akan membuat Anda merasa lebih buruk.
  • Hilangnya rambut atau pertumbuhan rambut berlebih.
  • Munculnya lebam-lebam.
  • Gangguan nafsu makan.
  • Bengkak akibat penumpunkan cairan (edema).
  • Menstruasi menjadi tidak teratur.
  • Rasa tidak nyaman pada bagian payudara.
  • Gangguan kulit.
  • Perubahan libido.
  • Berpotensi fatal: kadar trombosit dalam darah rendah (trombositopenia) dan stroke.
  • Pasien dengan riwayat alergi terhadap levonorgestrel.
  • Wanita hamil.
  • Pasien dengan kelainan darah (porfiria).
  • Pasien dengan riwayat terbentuknya plasenta yang tidak normal saat masa kehamilan (mola hidatidosa).
  • Pasien yang mengalami perdarahan pada vagina.
  • Pasien dengan penyakit arteri berat.
  • Pasien dengan riwayat kanker payudara.
  • Pasien dengan gangguan hati.
  • Pasien dengan tumor hati jinak (adenoma hati).
  • Pasien dengan gangguan penyerpaan nutrisi (sindrom malabsorbsi).
  • Pasien dengan penyakit gula darah tinggi (diabetes melitus).
  • Pasien dengan penyakit hati.
  • Pasien dengan penyakit jantung.
  • Pasien gangguan ginjal.
  • Pasien dengan penyakit asma.
  • Pasien dengan penyakit epilepsi.
  • Pasien penderita kista ovarium.
  • Pasien yang menderita sakit kepala berdenyut (migrain).
  • Ibu menyusui.
  • Rifampin, rifabutin, rifapentin, beksaroten, karbamazepin.
    Rifampin, rifabutin, rifapentin dapat mengurangi tingkat darah dan efek levonorgestrel. Jika Anda menggunakan kontrasepsi oral dosis rendah, Anda mungkin memiliki peningkatan risiko pendarahan hebat dan kehamilan yang tidak diinginkan.
  • Lamotrigin dan amorenavir
    Penggunaan levonorgestel bersama lamotrigi atau amorenavir dapat mengurangi kadar dan efek lamotrigine dan amorenavir dalam darah.
  • Asitretin.
    Menggunakan asitretin dan levonorgestrel tidak dianjurkan. Asitretin dapat menyebabkan cacat lahir yang parah dan mengancam jiwa jika ibu meminum obat tersebut selama kehamilan. Jangan pernah menggunakan asitretin jika Anda sedang hamil. Baik bentuk kontrasepsi primer maupun sekunder harus digunakan bersama-sama dan setidaknya selama 3 tahun setelah menghentikan terapi.
  • Boseprevir.
    Boseprevir dapat mengurangi kadar dan efek levonorgestrel dalam darah, yang membuatnya kurang dapat diandalkan sebagai birth control. Anda dapat terus menggunakan levonorgestrel jika diinginkan, tetapi dua metode kontrasepsi alternatif non-hormonal harus digunakan selama dua minggu setelah pengobatan dengan boseprevir untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan.
  • Bonsentan.
    Bosentan dapat mengurangi kadar dan efek levonorgestrel dalam darah, yang membuatnya kurang dapat diandalkan sebagai bentuk pengendalian kelahiran. Metode kontrasepsi alternatif atau tambahan harus digunakan selama pengobatan dengan bosentan untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan. Ini sangat penting karena bosentan dapat menyebabkan cacat lahir yang parah pada janin.
  • Tizanidin.
    Tanyakan kepada dokter Anda sebelum menggunakan levonorgestrel bersama dengan tizanidine. Hal ini dapat menyebabkan kantuk, kebingungan, detak jantung lambat, pernapasan pendek, pusing, pingsan, atau koma.
  • Ampisilin, rifampisin, kloramfenikol, neomisin, sulfonamida, tetrasiklin, fenitoin, griseofulvin, dan pirimidon.
    Penggunaan salah satu obat tersebut bersama levonorgestrel dapat menurunkan efek kontrasepsi.
  • Siklosporin.
    Penggunaan siklosporin bersama levonorgestrel dapat menghambat metabolisme dari siklosporin.

MIMS. https://www.mims.com/malaysia/drug/info/levonorgestrel?mtype=generic
Diakses pada 2 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-17833-1347/levonorgestrel-oral/levonorgestrel-1-5-mg-oral/details
Diakses pada 2 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/levonorgestrel.html
Diakses pada 2 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Mengenal 10 Gejala Kanker Ovarium yang Sering Tak Disadari

Gejala kanker ovarium seringkali tidak disadari oleh wanita, hingga menyebabkan kondisi tersebut semakin gawat. Perut kembung adalah salah satu gejalanya.
10 May 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Mengenal 10 Gejala Kanker Ovarium yang Sering Tak Disadari

Bentuk Perut Ibu Hamil Bisa Prediksi Jenis Kelamin Bayi, Mitos atau Fakta?

Bentuk perut ibu hamil sering menimbulkan banyak mitos di masyarakat, termasuk dengan dapat diprediksinya jenis kelamin dari janin yang dikandung.
24 Jan 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Bentuk Perut Ibu Hamil Bisa Prediksi Jenis Kelamin Bayi, Mitos atau Fakta?

Setelah Melahirkan Belum Haid, Bolehkah KB?

Setelah melahirkan belum haid, bolehkah KB? Mungkin banyak ibu yang ingin menunda kehamilan kedua setelah melahirkan, jadi tidak ada salahnya untuk mengetahui kapan sebaiknya penggunaan KB dilakukan!
15 Oct 2020|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Setelah Melahirkan Belum Haid, Bolehkah KB?