Nimotop Tablet 30 mg

Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Kemasan
1 box isi 5 strip @ 10 tablet (30 mg)
Produsen
Bayer Indonesia

Nimotop tablet digunakan untuk mencegah dan mengobati kelainan fungsional area tubuh akibat penyumbatan pada aliran darah menuju otak (defisit neurologik iskemik) yang disebabkan karena penyempitan pembuluh arteri cerebral (vasospasme serebral) yang terjadi setelah perdarahan pada ruang antara otak dan membran di sekitarnya (pendarahan subaraknoid) akibat pelebaran abnormal pada pembuluh nadi karena kondisi dinding pembuluh darah yang lemah (aneurisma). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Nimotop tablet mengandung zat aktif nimodipin yang mampujalan masuk kalsium, yang dibutuhkan untuk kontraksi otot, ke dalam otot jantung dan dinding pembuluh darah, sehingga denyut jantung akan melambat dan pembuluh darah akan melebar, nimodipin bersifat lipofilik sehingga mampu menembus sawar darah otak.

Mencegah dan mengobati kelainan fungsional area tubuh akibat penyumbatan pada aliran darah menuju otak (defisit neurologik iskemik) yang disebabkan karena penyempitan pembuluh arteri cerebral (vasospasme serebral) yang terjadi setelah perdarahan pada ruang antara otak dan membran di sekitarnya (pendarahan subaraknoid) akibat pelebaran abnormal pada pembuluh nadi karena kondisi dinding pembuluh darah yang lemah (aneurisma).

Nimodipin 30 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Terapi lanjutan setelah menjalani terapi menggunakan infus selama 5-14 hari, 2 tablet sebanyak 6 kali/hari.
Pada pasien penderita gangguan fungsi hati atau ginjal berat, dosis disesuaikan dengan hasil pengukurna tekanan darah dan EKG.

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Dikonsumsi secara konsisten, selalu diberikan bersama makanan atau sebaliknya. Tablet ditelan secara utuh, jangan dikunyah atau dihancurkan.

  • Penurunan jumlah trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Reaksi alergi.
  • Ruam kulit.
  • Sakit kepala.
  • Detak jantung melebih 100 kali/menit (takikardia).
  • Penurunan tekanan darah hingga di bawah normal (hipotensi).
  • Pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi).
  • Mual.
  • Kelelahan.
  • Penglihatan kabur.
  • Diare.
  • Rasa tidak nyaman pada perut.
  • Gangguan irama jantung (aritmia).
  • Muka memerah.
  • Gangguuan saluran pencernaan.
  • Berkeringat.
  • Penurunan pergerakan pada saluran pencernaan yang menyebabkan penumpukan atau penyumbatan zat makanan (ileus).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pemberian obat secara parenteral.
  • Pasien dengan riwayat mengalami infark miokard selama 1 bulan.
  • Pasien penderita angina tidak stabil.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien penderita pembengkakan obat (edema serebral) menyeluruh atau peningkatan tekanan intra okulat yang berat.
  • Pasien penderita tekanan darah di bawah normal (hipotensi).
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien penderita epilepsi.
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin.
  • Pasien penderita gangguan gagal ginjal atau hati.
  • Wanita hamil.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/limoxin?type=brief&lang=id
Diakses pada 8 Juni 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Aneurisma Aorta Abdominalis, Penyakit Keturunan yang Bisa Membahayakan Nyawa

Aneurisma aorta abdominalis (AAA) adalah penyakit keturunan di mana terjadi pelebaran pembuluh darah aorta karena kelemahan dinding aorta yang terletak di bawah daerah ginjal. Penggelembungan di aorta yang melewati perut dapat pecah sehingga bisa menyebabkan kematian.
23 Dec 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Aneurisma Aorta Abdominalis, Penyakit Keturunan yang Bisa Membahayakan Nyawa

Perut Berdenyut: Wajar atau Berbahaya?

Perut berdenyut adalah kondisi terabanya denyut pembuluh darah arteri besar di perut. Selain itu, penyebabnya adalah kondisi serius,yakni aneurisma aorta abdominalis.Baca selengkapnya
Perut Berdenyut: Wajar atau Berbahaya?