Nifedipine (Alias: Nifedipin)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri pada 21 Jan 2019

Merk dagang yang beredar:

Adalat, Calcianta, Coronipin, Cordalat, Ficor, Farmalat, Nifedin.

Nifedipine digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan juga nyeri dada (angina). Tekanan darah tinggi harus segera diobati karena dapat mengakibatkan stroke, gagal jantung, gagal ginjal, merusak pembuluh darah otak. Nifedipine termasuk golongan calcium channel blockers. Obat ini bekerja dengan cara menenangkan pembuluh darah, sehingga darah dapat mengalir lebih lancar.

Nifedipine (Nifedipin)
Golongan

Antagonis kalsium

Kategori Obat

Obat Resep

Bentuk Obat

dewasa dan lansia

Dikonsumsi oleh

dewasa dan lansia

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis obat bersifat individual. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya.

Sindrom Raynaud

  • Dewasa: 5-20 mg 3 kali sehari, diberikan segera
  • Lansia: Pengurangan dosis mungkin dibutuhkan

Hipertensi

  • Dewasa: Dosis awal 5 mg 3 kali sehari, diberikan segera. Untuk perawatan, 10-20 mg 3 kali sehari. Kemudian, dosis dapat disesuaikan menjadi 10-40 mg 2 kali sehari, atau 20-90 mg sekali sehari.
  • Lansia: Pengurangan dosis mungkin dibutuhkan

Angina pektoris

  • Dewasa: Dosis awal, 5 mg tiga kali sehari, diberikan segera. Untuk perawatan, 10-20 mg tiga kali sehari. Kemudian, dosis disesuaikan menjadi 10-40 mg 2 kali sehari, atau 30-90 mg sekali sehari.
  • Lansia: Pengurangan dosis mungkin dibutuhkan

Aturan pakai Nifedipine dengan benar

Selalu ikuti anjuran dari dokter dan baca petunjuk di kemasan obat sebelum menggunakannya. Obat ini dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Biasanya tiga kali sehari atau sesuai rekomendasi dokter.

Dosis diberikan sesuai kondisi medis. Dokter akan meningkatkan dosis secara bertahap. Jika sedang mengonsumsi obat ini, hindari minum jus anggur. Sebab, jus anggur dapat meningkatkan kadar obat dalam aliran darah. Beri tahu dokter jika kondisi memburuk atau tidak membaik

Efek Samping

Setiap pemakaian obat berpotensi menimbulkan efek samping. Meski belum tentu terjadi, efek samping yang berlebihan harus segera mendapat penanganan medis.

Obat nifedipine dapat menyebabkan efek samping berupa pusing, kepala terasa ringan, kemerahan, pembengkakan pada kaki atau lengan, kelemahan, sakit kepala, konstipasi, vertigo, migrain, nyeri mata, hipotensi, tremor, impotensi, demam, kelainan fungsi hati, asidosis metabolik, hipoksia, syok kardiogenik, serta gangguan mood. Jika efek samping memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari pertolongan medis jika mengalami efek samping berikut ini, yang meski jarang, tapi sifatnya serius.

  • Pingsan
  • Detak jantung semakin cepat atau lambat
  • Perubahan penglihatan

Ada beberapa efek samping lain yang belum disebutkan di atas. Jika Anda mengalami efek samping lain, tanyakan pada tenaga kesehatan.

Peringatan

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit sebelumnya, terutama jika Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut ini.

  • Gangguan hati dan ginjal
  • Hipotensi
  • Gagal jantung
  • Kehamilan dan menyusui 

Kontraindikasi

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Serangan angina akut

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan obat.

Interaksi

Interaksi mungkin terjadi jika Anda menggunakan beberapa obat bersamaan. Apabila ingin menggunakan nifedipine bersama dengan obat lain, harap konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Sebab, dokter mungkin saja mengubah dosisnya.

Berikut ini jenis obat yang akan menimbulkan interaksi tertentu saat digunakan bersamaan dengan nifedipine

Jenis obat Interaksi
Obat antihipertensi lain, aldesleukin, antipsikotik Peningkatan efek antihipertensi

Fentanil (selama operasi)

Hipotensi akut
Insulin Perubahan respons insulin dan glukosa

Benazerpril

Efek takikardia
Antikoagulan kumarin Peningkatan uji masa prothrombin
CYP3A4 inhibitor (misalnya azole antifungals, cimetidine, erythromycin, HIV-protease inhibitors, nefazodone, fluoxetine, quinupristin/dalfopristin) Peningkatan kadar serum
CYP3A4 inducer yang kuat (misalnya rifampicin, phenytoin, carbamazepine) Penurunan ketersediaan hayati dan efektivitas obat, yang berakibat fatal

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)

Penyakit
  • Hipertensi
  • Angina
Referensi

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8681-10/nifedipine-oral/nifedipine-oral/details
Diakses pada 27 November 2018

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/nifedipine-oral-route/description/drg-20071680
Diakses pada 27 November 2018

MIMs. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/nifedipine/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 27 November 2018

Artikel Terkait:
Back to Top