Nifedin Tablet 10 mg

31 Agu 2020| Dea Febriyani
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Kemasan
1 box isi 10 strip @ 10 tablet (10 mg)
Produsen
Sanbe Farma

Nifedin tablet adalah obat untuk menurunkan tekanan darah (hipertensi) dan mencegah terjadinya serangan jantung (infark miokard). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Nifedin tablet mengandung zat aktif nifedipin.

Nifedipin merupakan kelompok obat yang disebut penghambat saluran kalsium. Nifedipin bekerja dengan cara melemaskan otot-otot jantung dan pembuluh darah.

  • Menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Mengatasi nyeri dada (angina pektoris).
  • Pasien yang mengalami gangguan kekurangan aliran darah pada bagian tubuh tertentu (sindrom Raynaud's).

Nifedipin 10 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Angina pektoris:

  • Dosis awal: 5 mg sebanyak 3 kali/hari.
  • Perawatan: 10-20 mg sebanyak 3 kali/hari. Dosis dapat disesuaikan menjadi 10-40 mg sebanyak 2 kali/hari atau 30-90 mg sebanyak 1 kali/hari.

Hipertensi:

  • Dosis awal: 5 mg sebanyak 3 kali/hari.
  • Perawatan: 10-20 mg sebanyak 3 kali/hari. Dosis dapat disesuaikan menjadi 10-40 mg sebanyak 2 kali/hari atau 30-90 mg sebanyak 1 kali/hari.

Sindrom Raynaud: 5-20 mg sebanyak 3 kali/hari.

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

  • Sakit kepala.
    Beristirahat dan konsumsi banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Minta apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit untuk sakit kepala. Parasetamol aman dikonsumsi dengan nifedipin. Sakit kepala biasanya hilang setelah minggu pertama mengonsumsi nifedipin. Jika sakit kepala bertahan lebih dari satu minggu atau semakin memburuk segera hubungi dokter Anda.
  • Jantung berdebar-debar.
    Cobalah untuk meminumnya pada saat Anda dapat duduk atau berbaring. Kurangi konsumsi alkohol, merokok, kafein, dan makan dalam jumlah berlebih karena dapat memperburuk masalah. Jika Anda masih mengalami masalah setelah satu minggu atau lebih, segera hubungi dokter Anda karena mereka mungkin perlu mengubah Anda ke jenis obat yang berbeda.
  • Pusing.
    Hentikan apa yang Anda lakukan dan duduk atau berbaring sampai merasa lebih baik.
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki.
    Cobalah untuk angkat kaki saat duduk.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Makan banyak makanan yang mengandung berserat tinggi seperti buah segar dan sayuran dan sereal, dan minum banyak air. Cobalah berolahraga secara teratur, misalnya dengan berjalan kaki atau berlari setiap hari.
  • Kemerahan pada kulit.
  • Pasien yang mengalami pembengkakan pada kaki akibat penumpukan cairan pada bagian kaki (edema perifer).
  • Pasien yang mengalami percepatan denyut jantung yaitu 100 kali/menit (takikardia).
  • Gangguan pada saluran pencernaan.
  • Nyeri pada mata.
  • Kelelahan.
  • Gangguan penglihatan.
  • Pasien yang mengalami pusing dan merasa berputar pada sekeliling (vertigo).
  • Sakit kepala sebelah (migrain).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap nifedipin.
  • Pasien yang mengalami penurunan tekanan darah yang berat (hipotensi berat).
  • Pasien yang memiliki penyumbatan (obstruksi) saluran keluar ventrikel kiri seperti tenosis aorta derajat tinggi, dan gagal jantung setelah serangan jantung akut.
  • Pasien yang mengalami gangguan jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh (syok kardiogenik).
  • Pasien yang mengalami penyempitan pada saluran pencernaan.
  • Hindari penghentian penggunaan obat secara mendadak.
  • Pasien dengan tekanan di bawah batas normal (hipotensi).
  • Pasien yang menderita gagal jantung.
  • Pasien dengan stenosis aorta yang berat.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien yang mengalami gangguan hati.
  • Pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Obat penurun tekanan darah, aldesleukin, dan antipsikotik.
    Penggunaan obat di atas dapat menyebabkan meningkatnya efek antihipertensi.
  • Penghambat CYP3A4 yang kuat seperti fenitoin, karbamazepin, dan rifampisin.
    Penggunaan obat di atas apat menyebabkan penurunan efektivitas dan ketersediaan hayati dari nifedipin.
  • Fentanil.
    Penggunaan fentanil dan nifedipin dapat meningkatkan efek penurunan tekanan darah akut.
  • Insulin.
    Penggunaan insulin dapat menyebabkan perubahan respon glukosa dan insulin.
  • Benazerpril.
    Nifedipin dan benazerpril dapat menyebabkan efek (takikardi).
  • Obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan) seperti warfarin.
    Penggunaan bersama antikoagulan kumarin dapat meningkatkan uji masa protombin.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/nifedipine
Diakses pada 19 Agustus 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/nifedipine/
Diakses pada 19 Agustus 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8681-10/nifedipine-oral/nifedipine-oral/details
Diakses pada 19 Agustus 2020

Drugs. https://www.drugs.com/nifedipine.html
Diakses pada 19 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Harus Waspada, Tekanan Darah Tinggi dapat Menjadi Penyebab Gagal Jantung

Tekanan darah tinggi atau hipertensi, sebagai salah satu penyebab gagal jantung. Tekanan darah tinggi menjadi penyabab gagal jantung ketika pembuluh darah menyempit.
11 Jul 2019|Arif Putra
Baca selengkapnya
Harus Waspada, Tekanan Darah Tinggi dapat Menjadi Penyebab Gagal Jantung

Segudang Manfaat Kapulaga, Bukan Hanya Bumbu Masakan Biasa

Kapulaga mungkin tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia karena seringkali dijadikan sebagai bumbu masakan. Namun, di sisi lain terdapat segudang manfaat kapulaga yang luar biasa bagi kesehatan. Apa saja?
06 Dec 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Segudang Manfaat Kapulaga, Bukan Hanya Bumbu Masakan Biasa

Segudang Manfaat Cuka Apel untuk Kesehatan

Manfaat cuka apel telah dikenal masyarakat luas untuk kesehatan, termasuk untuk menurunkan berat badan. Namun, penggunaannya harus dengan hati-hati, agar tidak menimbulkan efek samping yang buruk bagi tubuh Anda.
16 Jul 2019|Maria Yuniar
Baca selengkapnya
Segudang Manfaat Cuka Apel untuk Kesehatan