Nicotinamide

04 Jun 2019| Lenny Tan
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Nicotinamide digunakan untuk menangani kekurangan vitamin B3 pada manusia

Nicotinamide atau niacinamide adalah obat yang digunakan untuk menangani kekurangan vitamin B3. Defisiensi vitamin ini dapat menyebabkan diare, linglung, pengelupasan kulit, dan pembengkakan.

Meski demikian, niacinamide tidak dapat menggantikan vitamin B3 jika pasien menjalani penanganan untuk kolesterol tinggi dan tidak membantu memperbaiki kadar lemak darah. Sementara dalam bentuk gel, obat ini bisa dipakai untuk mengobati jerawat. Namun fungsi yang satu ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Baca petunjuk dari kemasan atau ikuti sesuai dari anjuran dari dokter sebelum menggunakan nicotinamide. Obat ini dikonsumsi dengan makanan, biasanya 1-2 kali sehari atau berdasarkan anjuran dokter.

Jangan menghancurkan dan mengunyah obat karena dapat meningkatkan resiko efek samping. Telan tablet secara utuh, sesuai arahan dokter.

Beri tahu dokter jika kondisi semakin memburuk atau tidak membaik.

Nicotinamide (Niacinamide)
Golongan

Suplemen

Kategori obat

Obat bebas

Bentuk sediaan obat

Tablet, sirup, cairan suntik, obat oles

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita; atau belum ada penelitian pada wanita hamil atau binatang percobaan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko yang mungkin timbul pada janin.

Dosis obat

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Selama pengobatan, dokter akan melihat respons tubuh pasien terhadap obat dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Oral

Defisiensi vitamin B3 (niasin)

  • Dewasa: 100-300 mg setiap hari dalam dosis terbagi.

 

  • Anak di atas 12 tahun: Sama seperti orang dewasa.

 

Topikal

Jerawat

  • Dewasa: Dalam sediaan gel 4%: Oeskan 2 kali sehari, kurangi hingga 1 kali sehari atau berikan jeda beberapa hari jika terjadi kekeringan, iritasi, atau pengelupasan yang berlebihan pada kulit.

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Nicotinamide dapat menyebabkan efek samping umum yang meliputi mual, sakit perut, diare, kulit kering, iritasi, gatal-gatal (pruritus), sensasi panas seperti terbakar, serta eritema. Jika efek samping semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari bantuan medis jika anda mengalami efek samping yang serius berikut ini:

  • Mudah memar.
  • Muntah terus-menerus.
  • Pembengkakan pada kaki atau lengan.
  • Sakit kuning atau jaundice.
  • Kerusakan fungsi liver kronis.
  • Pemanjangan waktu protrombin.
  • Hipoalbuminemia.

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter anda.

Beritahukan dokter anda mengenai riwayat penyakit anda sebelumnya, terutama bila anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

Interaksi obat mungkin terjadi jika anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi nicotinamide dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan interaksi berupa peningkatan efek buruk inhibitor reduktase HMG-CoA.

Drugs. https://www.drugs.com/cdi/niacinamide.html
Diakses pada 22 Desember 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6926/niacinamide-oral/details
Diakses pada 22 Desember 2018

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/nicotinamide/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 22 Desember 2018

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Bikin Tak Percaya Diri, Ini 7 Penyebab Jerawat di Pipi dan Cara Mengobatinya

Penyebab Jerawat di pipi umumnya adalah produksi minyak atau sebum berlebih serta penumpukan sel-sel kulit mati dalam pori-pori kulit yang membuatnya tersumbat dan meradang. Namun, ada beberapa faktor penyebab jerawat di pipi lainnya.Baca selengkapnya
Bikin Tak Percaya Diri, Ini 7 Penyebab Jerawat di Pipi dan Cara Mengobatinya

Cara Memilih Skincare untuk Fungal Acne Sesuai dengan Kandungannya

Skincare untuk fungal acne tidak boleh sembarangan digunakan. Sebab, fungal acne berbeda dengan kondisi jerawat pada umumnya. Kandungan skincare untuk fungal acne adalah mengandung asam salisilat, sulfur, dan tea tree oil.Baca selengkapnya
Cara Memilih Skincare untuk Fungal Acne Sesuai dengan Kandungannya

Serupa tapi Tak Sama, Fungal Acne dan Jerawat Ternyata Berbeda Penyebab Serta Cara Menanganinya

Fungal acne adalah infeksi pada folikel rambut di kulit yang disebabkan oleh jamur Malassezia. Infeksi bisa terjadi apabila populasi jamur Malassezia meningkat dan tidak terkontrol di kulit. Fungal acne berbeda dengan jerawat sehingga memerlukan penanganan yang tak sama pula.
26 Sep 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Serupa tapi Tak Sama, Fungal Acne dan Jerawat Ternyata Berbeda Penyebab Serta Cara Menanganinya