Nexium adalah obat yang digunakan untuk mengobati dan mencegah kambuhnya penyakit esofagitis
Nexium adalah obat yang digunakan untuk mengobati dan mencegah kambuhnya penyakit esofagitis
Nexium adalah obat yang digunakan untuk mengobati dan mencegah kambuhnya penyakit esofagitis
Nexium adalah obat yang digunakan untuk mengobati dan mencegah kambuhnya penyakit esofagitis
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 186.105/strip (7 tablet) per April 2019
Kemasan 1 box isi 2 strip @ 7 tablet (40 mg)
Produsen AstraZeneca AB

Nexium adalah merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi masalah tertentu pada lambung dan esofagus (seperti refluks asam lambung, ulkus). Obat ini menurunkan produksi asam lambung sehingga dapat meredakan rasa nyeri ulu hati, kesulitan menelan. Obat ini dapat membantu penyembuhan luka yang diakibatkan oleh asam pada lambung dan esofagus. Obat ini mengandung esomeprazole sebagai zat aktif dan merupakan obat keras yang dapat diperoleh dengan resep dokter. 

Pengobatan esofagitis refluks erosif, manajemen jangka panjang pada pasien dengan esofagitis yang telah sembuh untuk mencegah kekambuhan, pengobatan simtomatik GERD.

Esomeprazole 40 mg

Dewasa:

-Refluks esofagitis erosif: 40 mg/hari selama 4 minggu.

-Pencegahan relaps esofagitis yang sudah sembuh: 20 mg/hari.

-Terapi simtomatik GERD: 20 mg/hari selama 4 minggu.

 

Tablet sebaiknya ditelan dalam bentuk utuh menggunakan air putih.

Sakit kepala, nyeri perut, diare, kembung, mual, muntah, dan sembelit (konstipasi).

Tidak boleh diberikan pada pasien di mana konstipasi harus dihindari, penderita sumbatan usus dan yang hipersensitif terhadap komponen obat ini.

Wanita hamil dan menyusui, pemeriksaan berkala bagi pasien dengan perawatan jangka panjang, gangguan genetis yg jarang spt intoleransi fruktosa, malabsorpsi glukosa-galaktosa, atau insufisiensi sukrase-isomaltase, Insufisiensi ginjal berat, Singkirkan kemungkinan adanya keganasan lambung sebelum terapi, terapi jangka panjang selama >1 tahun.

Penurunan kadar serum dengan rifampisin & St. John's wort.

Penurunan penyerapan ketoconazole, itraconazole, dan erlotinib.

Peningkatan penyerapan digoxin.

Penurunan kadar atazanavir dan nelfinavir dalam serum.

Dapat menghasilkan lebih dari dua kali lipat paparan esomeprazole dengan vorikonazol pada pasien dengan gangguan hati berat dan penggunaan jangka panjang

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/nexium/nexium?type=brief&lang=id
Diakses pada 19 April 2019