Neurotropic 5000 Kaplet

07 Nov 2020| Dea Febriyani
no-image-drug

Deskripsi obat

Neurotropic 5000 kaplet adalah suplemen untuk mengatasi kekurangan vitamin B seperti beri beri. Suplemen ini merupakan produk konsumen yang dapat dibeli secara bebas. Neurotropic 5000 kaplet mengandung vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12.
Neurotropic 5000 Kaplet
Golongan ObatProduk konsumen. Produk yang dapat dibeli secara bebas.
Kandungan utamaVitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12.
Kelas terapiVItamin neurotropik.
Klasifikasi obatVitamin B kompleks.
Kemasan1 box isi 10 kaplet @ 10 kaplet
ProdusenGlobal Multi Pharmalab

Informasi zat aktif

Vitamin B1 atau tiamin penting dalam pemecahan karbohidrat dari makanan menjadi produk yang diperlukan tubuh. Vitamin B1 ditemukan dalam makanan seperti sereal, biji-bijian, daging, kacang-kacangan, dan kacang polong.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B1 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Tersebar luas di sebagian besar jaringan tubuh dan memasuki ASI.
  • Ekskresi: Kelebihan tiamin diekskresikan dalam urin sebagai metabolit dan obat tidak berubah.

Vitamin B6 penting untuk banyak proses dalam tubuh. Vitamin B6 diperlukan untuk fungsi gula, lemak, dan protein yang tepat dalam tubuh. Ini juga diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan otak, saraf, kulit, dan banyak bagian tubuh lainnya. Vitamin B6 terjadi secara alami dalam makanan seperti daging, unggas, kacang-kacangan, biji-bijian, pisang, dan alpukat.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B6 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dikonversi menjadi piridoksal fosfat dan piridoksamin fosfat, yang disimpan dan dimetabolisme terutama di hati.
  • Ekskresi: asam 4-piridoksat dan metabolit aktif lainnya diekskresikan melalui urine.

Vitamin B12 diperlukan untuk fungsi dan perkembangan otak, saraf, sel darah, dan banyak bagian tubuh lainnya. Vitamin B12 merupakan vitamin esensial. Artinya tubuh membutuhkan vitamin B12 untuk bekerja dengan baik. Vitamin B12 dapat ditemukan dalam makanan seperti daging, ikan, dan produk susu. Bisa juga dibuat di laboratorium. Ini sering dikonsumsi bersamaan dengan vitamin B lainnya. Vitamin B12 paling sering digunakan untuk kekurangan vitamin B12, suatu kondisi di mana kadar vitamin B12 dalam darah terlalu rendah, serta keracunan sianida dan tingginya kadar homosistein dalam darah (hiperhomosisteinemia).

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B12 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mengikat faktor intrinsik yang disekresikan oleh mukosa lambung, melalui saluran GI secara aktif atau dengan difusi pasif.
  • Distribusi: Di dalam darah, terikat pada transcobalamin II (protein pembawa B-globulin spesifik), didistribusikan dan disimpan di hati dan sumsum tulang. Melintasi plasenta dan sejumlah kecil masuk ke dalam ASI.
  • Ekskresi: melalui empedu dengan daur ulang enterohepatik, melalui urin (sebagai B12 tidak terikat dan dalam fraksi kecil).

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengatasi dan mencegah terjadinya kekurangan (defisiensi) vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12.
  • Mencegah penyakit beri-beri.
  • Mengatasi peradangan pada berbagai saraf (polineuritis).
  • Kombinasi vitamin ini digunakan untuk mengatasi nyeri kronis seperti sakit pinggang.
  • Peradangan pada saraf mata (neuritis optik).
  • Serta komplikasi gangguan pada saraf yang disebabkan karena kondisi diabetes (neuropati) dan jantung.
  • Gangguan pada saraf yang menyebabkan rasa nyeri pada salah satu sisi wajah (neuralgia trigeminal).

Kombinasi vitamin B1, B6, dan B12 dapat digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit pada saraf. Vitamin B1 berperan dalam menginisiasi impuls saraf dari koenzim dan vitamin B6 terlibat dalam sintesis neurotransmitter sehingga membuat keduanya berfungsi dalam memperbaiki neuropati. Vitamin B12 berperan dalam menjaga kesehatan metabolisme, sel darah, dan saraf Anda. Kekurangan vitamin B12 yang serius dapat menyebabkan rendahnya jumlah sel darah merah (anemia), masalah perut atau usus, dan kerusakan pada saraf secara permanen.

Komposisi obat

  • Vitamin B1 100 mg.
  • Vitamin B6 100 mg.
  • Vitamin B12 5000 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

1 kaplet sebanyak 1 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesudah makan.

Efek samping obat

  • Reaksi alergi seperti ruam pada kulit, gangguan pernapasan, syok anafilaksis, dan reaksi alergi yang menyebabkan terjadinya pebengkakan pada kulit atau mukosa (angioedema).
  • Biduran (urtikaria).
  • Pemakaian Vitamin B6 dosis besar dalam jangka waktu lama, dapat menyebabkan gangguan pada saraf (sindroma neuropati).

Jika Anda mengalami reaksi efek samping yang sangat mengganggu atau kondisi bertambah parah segera hubungi dokter Anda.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.

Kategori kehamilan

Kategori A: Hasil penelitian menunjukkan obat cukup aman dan tidak menggangu perkembangan janin di trimester pertama maupun trimester selanjutnya. Bila dikonsumsi dalam dosis berlebihan: Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan neurotropic 5000 kaplet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Neomisin, kloramfenikol, asam aminosalisilat, dan antagonis reseptor H2.
    Obat di atas dapat mengurangi penyerapan vitamin B12.
  • Levodopa.
    Vitamin B6 dapat mengurangi efek pengobatan dari levodopa.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter Anda, jika Anda mengalami:

  • Sesak napas.
  • Sedikit atau tidak dapat buang air kecil.
  • Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah atau bagian tubuh lainnya.
  • Mengi atau kesulitan bernapas.
  • Ruam atau gatal-gatal pada kulit.

Sesuai kemasan per Oktober 2020

Medex. https://medex.com.bd/generics/1135/vitamin-b1-b6-b12
Diakses pada 13 Oktober 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/thiamine?mtype=generic
Diakses pada 13 Oktober 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/pyridoxine?mtype=generic
Diakses pada 13 Oktober 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/cyanocobalamin?mtype=generic
Diakses pada 13 Oktober 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/thiamine.html
Diakses pada 13 Oktober 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/pyridoxine.html
Diakses pada 13 Oktober 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/cyanocobalamin.html
Diakses pada 13 Oktober 2020

Rotapharm. http://www.rotapharm.co.uk/wp-content/uploads/nevralon-tablets.pdf
Diakses pada 13 Oktober 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email