Neurofenac Plus Tablet

23 Okt 2020| Ajeng Prahasta
Neurofenac Plus tablet adalah obat untuk meringankan nyeri sedang hingga berat.

Deskripsi obat

Neurofenac Plus tablet adalah obat untuk meringankan nyeri sedang hingga berat seperti peradangan pada saraf (neuritis) dan nyeri yang disebabkan karena peradangan (neuralgia). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Neurofenac Plus tablet mengandung zat aktif natrium diklofenak, vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12.
Neurofenac Plus Tablet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaNatrium diklofenak, vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12.
Kelas terapiAntiinflamasi, analgesik, antipiretik, dan vitamin neurotropik.
Klasifikasi obatNon-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID). Vitamin B kompleks.
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 tablet
ProdusenMerck Indonesia

Informasi zat aktif

Natrium diklofenak merupakan obat yang termasuk dalam golongan NSAID yang berasal dari asam fenilasetat, memiliki sifat analgesik, antiinflamasi, dan antipiretik. Obat ini bekerja dengan menghambat siklooksigenase-1 dan 2, serta menghambat sintesis senyawa yang menyebabkan terjadinya peradangan (prostaglandin), dengan terhambatnya prostaglandin maka gejala peradangan dapat berkurang.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, natrium diklofenak diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dari saluran pencernaan. Tingkat penyerapan menurun dengan makanan. Ketersediaan hayati: 55%. Waktu untuk puncak konsentrasi plasma (dalam kondisi puasa): Sekitar 1 jam.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Volume distribusi: Sekitar 1,3-1,4 L / kg. Ikatan protein plasma: Lebih dari 99% terutama untuk albumin.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme efek lintas pertama di hati (first pass metabolism).
  • Ekskresi: Terutama melalui urin (sekitar 60% sebagai metabolit termasuk konjugat glukuronida; <1% sebagai obat tidak berubah); empedu (sekitar 35%). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi terminal) sekitar 1-2 jam.

Vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12 merupakan vitamin neurotropik yang berfungsi untuk menjaga, memelihara, dan menormalkan fungsi saraf dengan memperbaiki gangguan metabolisme sel saraf dan memberikan asupan yang dibutuhkan agar saraf mampu bekerja dengan baik.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Vitamin B1 dan vitamin B6 diabsorpsi secara baik dari saluran pencernaan setelah pemberian oral, vitamin B12 diabsorpsi melalui saluran cerna secara aktif atau dengan difusi pasif yaitu pergerakan molekul dari daerah konsentrasi yang lebih tinggi ke daerah konsentrasi yang lebih rendah.
  • Distribusi: Vitamin B1 didistribusi secara luas dalam sebagian besar jaringan tubuh dan memasuki ASI, vitamin B6 melintasi plasenta dan memasuki ASI, vitamin B12 didistribusi ke dalam darah, terikat pada transcobalamin II (protein pembawa B-globulin spesifik), didistribusikan dan disimpan di hati dan sumsum tulang, melintasi plasenta dan sejumlah kecil masuk ke dalam ASI.
  • Metabolisme: Vitamin B6 diubah menjadi piridoksal fosfat dan piridoksamin fosfat, yang disimpan dan dimetabolisme terutama di hati.
  • Ekskresi: Vitamin B1 yang berlebihan diekskresikan dalam urin sebagai metabolit dan obat tidak berubah, vitamin B6 dalam bentuk asam 4-piridoksat dan metabolit aktif lainnya diekskresikan melalui urin, dan vitamin B12 diekskresi melalui empedu dengan daur ulang enterohepatik dan melalui urin (sebagai B12 tidak terikat dan dalam jumlah kecil).

Indikasi (manfaat) obat

  • Meringankan nyeri sedang hingga berat yang berhubungan dengan peradangan pada saraf (neuritis) dan nyeri yang disebabkan karena peradangan (neuralgia).
  • Mengatasi peradangan sendi (osteoarthritis).
  • Mengatasi peradangan pada sendi yang disebabkan karena sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).
  • Mengatasi gejala peradangan pada tulang belakang yang disertai gejala kaku dan nyeri (ankylosing spondylitis).

Natrium diklofenak adalah NSAID yang bekerja dengan cara memblokir enzim tertentu di tubuh sehingga tubuh akan mengurangi jumlah bahan kimia inflamasi yang dibuatnya. Sehingga obat ini dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri. Vitamin B1, B6, dan B12 adalah vitamin neurotropik. Vitamin B1 merupakan vitamin yang dapat larut dalam air, vitamin ini membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi. Vitamin B6 berperan dalam metabolisme asam amino, produksi sel darah merah, dan pembentukan neurotransmiter. Peradangan dapat menurunkan kadar vitamin B6 dalam darah, sehingga vitamin B6 dapat memperbaiki defisiensi dan mengurangi terjadinya peradangan. Vitamin B12 sangat penting untuk fungsi neurologis, produksi DNA, dan perkembangan sel darah merah.

Komposisi obat

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

3 tablet/hari pada hari pertama, kemudian 2 tablet/hari dalam dosis terbagi pada waktu yang sesingkat-singkatnya.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan atau dikonsumsi sesudah makan. Tablet ditelan secara utuh, jangan dikunyah atau dihancurkan.

Efek samping obat

  • Pusing.
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda mengalami efek samping seperti pusing.
  • Nyeri pada perut atau sakit perut.
    Cobalah istirahat dan rileks. Makan dan minum secara perlahan. Letakkan bantalan panas atau botol air panas tertutup di perut Anda juga dapat membantu. Jika Anda merasa sangat kesakitan, konsultasikan dengan dokter atau apoteker.
  • Perut kembung.
    Konsumsi makanan berserat tinggi seperti sayur, buah segar, sereal, dan konsumsi banyak air. Lakukan olahraga, seperti berjalan kaki atau lari Jika ini tidak membantu, konsultasikan kepada dokter atau apoteker.
  • Sakit kepala.
    Pastikan untuk istirahat dan minum banyak cairan. Jika sakit kepala sangat mengganggu, mintalah apoteker untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Konsultasikan dengan dokter jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau parah.
  • Mual.
  • Minumlah air yang cukup, untuk menggantikan cairan yang hilang dari tubuh sehingga dapat mencegah terjadinya dehidrasi yang ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urin serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Konsumsilah makanan sederhana, hindari makanan pedas.
  • Diare.
    Minumlah air dengan sering. konsultasikan dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat diare tanpa izin dengan apoteker atau dokter.
  • Rasa tidak nyaman pada perut.
  • Penurunan nafsu makan (anoreksia).
  • Gangguan kesulitan mengeluarkan urine (retensi air).
  • Kebingungan.
  • Kelelahan.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mengalami dehidrasi.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal, hati, dan jantung
  • Pasien yang mengalami perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Anak-anak.
  • Pasien usia lanjut.

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang memiliki jumlah sel darah merah dalam tubuh (polisitemia vera).
  • Pasien yang mengalami penurunan ketajaman penglihatan.
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung atau usus 12 jari.
  • Pasien yang mengalami asma bronkial.
  • Pasien yang mengalami biduran (urtikaria), atau peradangan pada mukosa hidung yang disebabkan karena reaksi alergi (rhinitis) yang dipicu oleh penggunaan aspirin atau derivatnya.
  • Pasien penderita penyakit jantung iskemik.
  • Pasien penderita penyakit arteri perifer.
  • Pasien penderita penyakit kardiovaskular.
  • Pasien penderita gagal jantung kongestif.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Aminoglikosida, kolkisin, produk yg menghasilkan pelepasan K jangka panjang, asam aminosalisilat, antikonvulsan, kobalt, alkohol, dan asam askorbat.
    Penggunaan obat di atas dapat mengurangi penyerapan vitamin vitamin B12.
  • Lithium, digoksin, metotreksat, dan NSAID lainnya.
    Obat ini dapat meningkatkan kadar dan efektivitas obat di atas sehingga dapat menyebabkan risiko terjadinya efek samping.
  • Levodopa.
    Penggunaan levodopa bersama obat ini dapat mengurangi efek terapi dari levodopa.
  • Kortikosteroid dan obat SSRI.
    Penggunaan obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya luka atau perdarahan pada saluran pencernaan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Ruam pada kulit.
  • Gejala seperti flu.
  • Terjadi masalah pada jantung yang ditandai dengan pembengkakan, penambahan berat badan yang cepat, dan sesak napas
  • Terjadi masalah ginjal seperti sedikit atau tidak ada buang air kecil, nyeri atau sulit buang air kecil, bengkak di lengan atau kaki Anda, dan merasa lelah atau sesak napas.
  • Terjadi masalah hati yang ditandai dengan mual, diare, sakit perut (sisi kanan atas), kelelahan, gatal, air seni berwarna gelap, penyakit kuning (kulit atau mata menguning) atau tanda-tanda terjadi perdarahan pada perut dengan gejala feses berdarah, batuk darah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/neurofenac%20plus?type=brief&lang=id Diakses pada 5 Oktober 2020

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/diclofenac/
Diakses pada 5 Oktober 2020

Ndrugs. https://www.ndrugs.com/?s=neurofenac%20plus&t=pregnancy
Diakses pada 5 Oktober 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-b-complex#who-should-take-them?
Diakses pada 5 Oktober 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/vitamin-watch-b1-thiamine#supplements
Diakses pada 5 Oktober 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-b12-benefits
Diakses pada 5 Oktober 2020

TabletWise. https://www.tabletwise.com/indonesia/neuromed-5000-tablet
Diakses pada 5 Oktober 2020

Patient. https://patient.info/medicine/diclofenac-for-pain-and-inflammation
Diakses pada 5 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4284-4049/diclofenac-oral/diclofenac-sodium-enteric-coated-tablet-oral/details
Diakses pada 5 Oktober 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/thiamine?mtype=generic
Diakses pada 5 Oktober 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/pyridoxine?mtype=generic
Diakses pada 5 Oktober 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/cyanocobalamin?mtype=generic
Diakses pada 5 Oktober 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/thiamine.html
Diakses pada 5 Oktober 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/pyridoxine.html
Diakses pada 5 Oktober 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/cyanocobalamin.html
Diakses pada 5 Oktober 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email