Nerofa Tablet

07 Nov 2020| Dea Febriyani
Nerofa tablet adalah suplemen untuk memenuhi vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12.

Deskripsi obat

Nerofa tablet adalah suplemen untuk memenuhi vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12. Suplemen ini merupakan produk konsumen yang dapat dibeli secara bebas. Nerofa tablet mengandung zat aktif vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12.
Nerofa Tablet
Golongan ObatProduk konsumen. Produk yang dapat dibeli secara bebas.
Kandungan utamaVitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12.
Kelas terapiVItamin neurotropik.
Klasifikasi obatVitamin B kompleks.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet
ProdusenBalatif Pharmaceutical Division

Informasi zat aktif

Vitamin B1 juga dikenal sebagai tiamin. Vitamin B1 ditemukan dalam makanan seperti sereal, biji-bijian, daging, kacang-kacangan, dan kacang polong. Vitamin B1 penting dalam pemecahan karbohidrat dari makanan menjadi produk yang diperlukan tubuh.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B1 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Tersebar luas di sebagian besar jaringan tubuh dan memasuki ASI.
  • Ekskresi: Kelebihan tiamin diekskresikan dalam urin sebagai metabolit dan obat tidak berubah.

Vitamin B6 terjadi secara alami dalam makanan seperti daging, unggas, kacang-kacangan, biji-bijian, pisang, dan alpukat. Vitamin B6 penting untuk banyak proses dalam tubuh. Vitamin B6 diperlukan untuk fungsi gula, lemak, dan protein yang tepat dalam tubuh. Ini juga diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan otak, saraf, kulit, dan banyak bagian tubuh lainnya.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B6 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dikonversi menjadi piridoksal fosfat dan piridoksamin fosfat, yang disimpan dan dimetabolisme terutama di hati.
  • Ekskresi: asam 4-piridoksat dan metabolit aktif lainnya diekskresikan melalui urine.

Vitamin B12 adalah vitamin esensial. Artinya tubuh membutuhkan vitamin B12 untuk bekerja dengan baik. Vitamin B12 dapat ditemukan dalam makanan seperti daging, ikan, dan produk susu. Bisa juga dibuat di laboratorium. Ini sering dikonsumsi bersamaan dengan vitamin B lainnya. Vitamin B12 paling sering digunakan untuk kekurangan vitamin B12, suatu kondisi di mana kadar vitamin B12 dalam darah terlalu rendah, serta keracunan sianida dan tingginya kadar homosistein dalam darah (hiperhomosisteinemia). Vitamin B12 diperlukan untuk fungsi dan perkembangan otak, saraf, sel darah, dan banyak bagian tubuh lainnya.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B12 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mengikat faktor intrinsik yang disekresikan oleh mukosa lambung, melalui saluran GI secara aktif atau dengan difusi pasif.
  • Distribusi: Di dalam darah, terikat pada transcobalamin II (protein pembawa B-globulin spesifik), didistribusikan dan disimpan di hati dan sumsum tulang. Melintasi plasenta dan sejumlah kecil masuk ke dalam ASI.
  • Ekskresi: melalui empedu dengan daur ulang enterohepatik, melalui urin (sebagai B12 tidak terikat dan dalam fraksi kecil).

Indikasi (manfaat) obat

  • Kombinasi vitamin ini digunakan untuk mengatasi nyeri kronis seperti sakit pinggang.
  • Gangguan pada saraf yang menyebabkan rasa nyeri pada salah satu sisi wajah (neuralgia trigeminal).
  • Peradangan pada saraf mata (neuritis optik).
  • Serta komplikasi gangguan pada saraf yang disebabkan karena kondisi diabetes (neuropati) dan jantung.
  • Mencegah terjadinya penyakit beri-beri.
  • Mengatasi kekurangan vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12 pada tubuh.

Vitamin B12 bekerja dalam metabolisme asam lemak dalam tubuh dalam memperbaiki serabut myelin saraf. Vitamin B1 adalah menginisiasi impuls saraf dari koenzim dan B6 terlibat dalam sintesis neurotransmitter sehingga membuat keduanya berfungsi dalam memperbaiki neuropati.

    Komposisi obat

    Dosis obat

    Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

    Dewasa: 1 tablet/hari.

    Aturan pakai obat

    Dikonsumsi sesudah makan.

    Efek samping obat

    • Biduran (urtikaria).
    • Pemakaian Vitamin B6 dosis besar dalam jangka waktu lama, dapat menyebabkan gangguan pada saraf (sindroma neuropati).
    • Reaksi alergi seperti ruam pada kulit, gangguan pernapasan, syok anafilaksis, dan reaksi alergi yang menyebabkan terjadinya pebengkakan pada kulit atau mukosa (angioedema).

    Jika Anda mengalami reaksi efek samping yang sangat mengganggu atau kondisi bertambah parah segera hubungi dokter Anda.

    Perhatian Khusus

    • Wanita hamil dan ibu menyusui.
    • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
    • Pasien penderita gangguan hati.

    Kategori kehamilan

    Kategori A: Hasil penelitian menunjukkan obat cukup aman dan tidak menggangu perkembangan janin di trimester pertama maupun trimester selanjutnya. Bila dikonsumsi dalam dosis berlebihan: Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan nerofa tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

    Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

    Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.

    Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

    • Levodopa.
      Vitamin B6 dapat mengurangi efek pengobatan dari levodopa.
    • Neomisin, kloramfenikol, asam aminosalisilat, dan antagonis reseptor H2.
      Obat di atas dapat mengurangi penyerapan vitamin B12.

    Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

    • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
      Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
    • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
      Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
    • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
      Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
    • Sering lupa mengonsumsi obat.
      Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

    Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

    Hubungi dokter Anda, jika Anda mengalami:

    • Sedikit atau tidak dapat buang air kecil.
    • Ruam atau gatal-gatal pada kulit.
    • Sesak napas.
    • Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah atau bagian tubuh lainnya.
    • Mengi atau kesulitan bernapas.

    Sesuai kemasan per Oktober 2020

    Medex. https://medex.com.bd/generics/1135/vitamin-b1-b6-b12
    Diakses pada 13 Oktober 2020

    MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/thiamine?mtype=generic
    Diakses pada 13 Oktober 2020

    MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/pyridoxine?mtype=generic
    Diakses pada 13 Oktober 2020

    MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/cyanocobalamin?mtype=generic
    Diakses pada 13 Oktober 2020

    Drugs. https://www.drugs.com/mtm/thiamine.html
    Diakses pada 13 Oktober 2020

    Drugs. https://www.drugs.com/mtm/pyridoxine.html
    Diakses pada 13 Oktober 2020

    Drugs. https://www.drugs.com/mtm/cyanocobalamin.html
    Diakses pada 13 Oktober 2020

    Rotapharm. http://www.rotapharm.co.uk/wp-content/uploads/nevralon-tablets.pdf
    Diakses pada 13 Oktober 2020

    Bagikan
    Share Facebook
    SHare Twitter
    Share whatsapp
    Share Email