Neosma Kaplet 2,5 mg

26 Sep 2020| Ajeng Prahasta
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Kemasan
1 box isi 10 strip @ 10 tablet (2,5 mg)
Produsen
Ifars Pharmaceutical Laboratories
Neosma kaplet adalah obat untuk mengatasi berbagai penyakit paru-paru seperti peradangan saluran napas yang menyebabkan sesak napas (asma bronkial), peradangan saluran pernapasan (bronkitis) kronis, dan kerusakan kantong udara di paru-paru (emfisema) atau penyakit paru-paru lain dengan komplikasi penyempitan saluran saluran pernapasan (bronkospasme). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Neosma kaplet mengandung zat aktif terbutalin sulfat.

Mengatasi berbagai penyakit paru-paru seperti:

  • Peradangan saluran napas yang menyebabkan sesak napas (asma bronkial).
  • Peradangan saluran pernapasan (bronkitis) kronis.
  • Kerusakan kantong udara di paru-paru (emfisema).
  • Penyakit paru-paru lain dengan komplikasi penyempitan saluran saluran pernapasan (bronkospasme).

Terbutalin merupakan obat bronkodilator yang bekerja dengan melebarkan saluran udara di paru-paru. Terbutalin pada reseptor adrenergik beta pada otot yang mengelilingi saluran udara, menyebabkan otot untuk rileks dan melebarkan saluran udara. Saluran udara yang lebih lebar memungkinkan lebih banyak udara mengalir masuk dan keluar dari paru-paru sehingga peningkatan aliran udara mengurangi sesak napas, mengi, dan batuk.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 1-2 kaplet sebanyak 2-3 kali/hari.
  • Anak-anak 12-15 tahun: 1 kalpet sebanyak 2-3 kali/hari.
Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.
  • Mengantuk.
    Minum terbutalin di malam hari dan kurangi jumlah alkohol yang Anda minum. Jangan mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda merasa mengantuk. Jika ini tidak membantu, segera hubungi dengan dokter Anda.
  • Mual dan muntah.
    Konsumsi makanan sederhana, hindari konsumsi makanan yang kaya rasa seperti makanan pedas. Cobalah untuk mengonsumsi obat ini setelah makan untuk mengurangi rasa mual
  • Pusing.
    Cobalah bangun dengan sangat lambat atau tetap duduk sampai Anda merasa lebih baik. Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik.
  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi sertralin. Bicaralah dengan dokter Anda jika berlangsung lebih dari seminggu atau parah..
  • Nyeri dada.
  • Sesak napas (dispnea).
  • Kadar gula darah tinggi yang sementara (hiperglikemia).
  • Kadar kalium tinggi yang sementara (hiperkalemia).
  • Gangguan irama jantung (aritmia jantung).
  • Penumpukan cairan dalam paru-paru (edema paru).
  • Gerakan tidak terkendali (tremor).
  • Jantung berdebar atau berdegup kencang (palpitasi).
  • Detak jantung yang cepat (takikardia).
  • Kekurangan aliran darah ke organ atau jaringan tubuh (iskemia miokard).
  • Pasien dengan kadar hormon tiroid yang meningkat dalam darah (tirtoksikosis).
  • Penggunaan bersama obat monoamine oxidase inhibitors (MAOI).
  • Pasien dengan riwayat kejang.
  • Pasien dengan penyempitan pembuluh darah arteri (penyakit jantung iskemik).
  • Pasien dengan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien dengan kadar gula darah tinggi (diabetes melitus).
  • Pasien dengan kadar tiroid yang tinggi (hipertiroidisme).
  • Anak-anak.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Prometazin, oksitosin, ondansetron.
    Menggunakan terbutalin bersama dengan obat-obat tersebut dapat meningkatkan risiko irama jantung tidak teratur yang mungkin serius dan berpotensi mengancam jiwa, meskipun ini adalah efek samping yang jarang terjadi.
  • Propanolol.
    Menggunakan propranolol bersama dengan terbutalin dapat mengurangi manfaat kedua obat tersebut karena memiliki efek berlawanan dalam tubuh. Selain itu, propranolol terkadang dapat menyebabkan penyempitan saluran udara yang dapat memperburuk masalah pernapasan Anda atau memicu serangan asma yang parah.
  • Epinefrin dan formoterol.
    Menggunakan terbutalin bersama dengan obat-obat tersebut dapat meningkatkan efek samping kardiovaskular seperti peningkatan detak jantung dan tekanan darah atau irama jantung tidak teratur.
  • Difilin.
    Menggunakan difilin bersama dengan terbutalin dapat meningkatkan efek samping kardiovaskular seperti jantung berdebar-debar, peningkatan denyut jantung dan denyut nadi, dan peningkatan tekanan darah. Menggabungkan obat-obatan ini juga dapat meningkatkan risiko penurunan kadar kalium (hipokalemia).
  • Furosemid.
    Menggunakan furosemid bersama dengan terbutalin dapat meningkatkan risiko penurunan kadar kalium (hipokalemia). Pada kasus yang parah, hipokalemia dapat menyebabkan kelemahan otot, kelumpuhan, kesulitan bernapas dan menelan (akibat kelumpuhan otot), dan irama jantung yang tidak teratur.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/terbutaline?mtype=generic
Diakses pada 10 September 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/neosma
Diakses pada 10 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-12399/terbutaline-oral/details
Diakses pada 10 September 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682144.html
Diakses pada 10 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/terbutaline.html
Diakses pada 10 September 2020

MedicineNet. https://www.medicinenet.com/terbutaline/article.htm
Diakses pada 10 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email