Neladryl Expectorant Sirup 60 ml

23 Okt 2020| Dea Febriyani
Neladry expectorant sirup adalah obat untuk mengatasi batuk berdahak yang disertai pilek dan demam.

Deskripsi obat

Neladry expectorant sirup adalah obat untuk mengatasi batuk berdahak yang disertai pilek, demam, dan pusing. Obat ini merupakan obat bebas terbatas. Neladryl expectorant sirup mengandung zat aktif difendramina hidroklorida, amonium klorida, dan natrium sitrat.
Neladryl Expectorant Sirup 60 ml
Golongan ObatObat bebasObat bebas terbatas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya perlu diperhatikan.
Produk HalalYa
Kandungan utamaDifendramina hidroklorida, amonium klorida, dan natrium sitrat.
Kelas terapiEkspektoran.
Kemasan1 botol isi 1 botol @ 60 ml
ProdusenGalaneium Pharmasia

Informasi zat aktif

Difenhidramin adalah turunan monoethanolamine, antihistamin dengan sifat sedatif dan antimuskarinik. Difenhidramin bekerja pada situs reseptor H1 pada sel efektor di pembuluh darah, saluran gastrointestinal, dan saluran pernapasan. Amonium klorida bekerja meningkatkan keasaman dengan meningkatkan konsentrasi ion hidrogen bebas. Efek terapeutik amonium klorida adalah ekspektoran. Natrium sitrat dimetabolisme menjadi bikarbonat, yang pada gilirannya menetralkan asam lambung dengan produksi karbondioksida.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, difenhidramin hidroklorida, amonium klorida, dan natrium sitrat diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Difenhidramin hidroklorida diabsorpsi dari saluran cerna, kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) adalah 42-62%, dan waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) selama 1-4 jam. Amonium klorida diabsorpsi secara cepat dari saluran cerna setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Didistribusi secara luas melewati tubuh termasuk sistem saraf pusat, melintasi plasma, memasuki ASI. Volume distribusi sebanyak 17 L/kg. Ikatan protein plasma adalah 98,5%.
  • Metabolisme: Difenhidramin dimetabolisme dihati, melalui metabolisme lintas pertama. Amonium klorida dimetabolisme di hati untuk membentuk urea dan asam klorida. Natrium sitrat dikonversi menjadi bikarbonat melalui oksidasi hati.
  • Ekskresi: Difenhidramin diekskresi melalui urin dengan waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) adalah 2,4-9,3 jam. Amonium klorida melalui urin. Natrium sitrat diekskresi melalui urin kurang dari 5%.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengobati batuk berdahak yang disertai pilek, demam, pusing dan gejala lain yang timbul karena reaksi pilek.

Difenhidramin termasuk dalam kelompok obat yang disebut antihistamin. Difenhidramin membantu mengurangi gejala flu biasa, seperti pilek, bersin dan mata berair dan juga membantu menekan batuk kering dan serak dengan aksinya di otak. Amonium klorida adalah ekspektoran. Natrium sitrat dimetabolisme menjadi bikarbonat, yang pada gilirannya menetralkan asam lambung dengan produksi karbon dioksida.

Komposisi obat

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 2 sendok takar 5 ml (10 ml) sebanyak 3 kali/hari.
  • Anak-anak usia 2 tahun ke atas: ½-1 sendok takar 5 ml (2,5 ml-5 ml) sebanyak 3 kali/hari atau menurut petunjuk dokter.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi setelah makan.

Efek samping obat

  • Sakit kepala.
    Pastikan untuk istirahat dan minum banyak cairan. Jika hal tersebut mengganggu, mintalah apoteker untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Bicaralah dengan dokter jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau parah.
  • Pusing.
    Jika merasa pusing saat berdiri, cobalah bangun dengan sangat lambat atau tetap duduk sampai merasa lebih baik, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai merasa lebih baik.
  • Mulut kering.
    Cobalah mengunyah permen karet bebas gula atau menghisap permen bebas gula.
  • Mual dan muntah.
    Minumlah sedikit air tetapi dalam waktu yang sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urin berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Makan lebih banyak makanan berserat tinggi seperti buah segar dan sayuran dan sereal, dan minum banyak air. Cobalah berolahraga lebih teratur, misalnya, dengan berjalan kaki atau berlari setiap hari. Jika ini tidak membantu, segera hubungi apoteker atau dokter Anda.
  • Kelelahan.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita kejang (epilepsi).
  • Pasien penderita tekanan pada bola mata (glaukoma).
  • Pasien penderita penyakit prostat.
  • Pasien dengan penyakit jantung.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan neladryl expectorant sirup pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Jangan mengendarai kendaraan bermotor selama mengonsumi obat ini.
  • Tidak dianjurkan untuk anak-anak usia 2 tahun ke bawah, kecuali atas petunjuk atau izin dokter.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Zolpidem, buspiron, setirizin, duloksetin, dekstrometorfan, hidrokodon, escitalopram, pregabalin, tramadol, alprazolam, setralin.
    Menggunakan difenhidramin bersama dengan zolpidem dapat meningkatkan efek samping seperti pusing, kantuk, kebingungan, dan kesulitan berkonsentrasi.
  • Amfetamin, benzefetamin, dekstroamfetamin, lisdeksamfetamin, metamfetamin.
    Amonium klorida dapat mengurangi kadar obat tersebut dalam darah, yang dapat membuat obat kurang efektif dalam mengobati kondisi Anda.
  • Litium.
    Menggunakan natrium klorida bersama dengan litium dapat mengurangi efek litium. Anda harus menghindari konsumsi natrium yang sangat tinggi dan sangat rendah.
  • Tolvaptan.
    Menggabungkan obat-obatan ini dapat menyebabkan kadar natrium meningkat terlalu cepat.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika salah satu dari hal berikut terjadi, segera beri tahu dokter Anda:

  • Mual dan muntah parah.
  • Kesulitan buang air kecil.
  • Sesak napas, mengi atau kesulitan bernapas.
  • Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah atau bagian tubuh lainnya.

Galenium. https://www.galenium.com/produk/Neladryl-Expectorant
Diakses pada 1 Oktober 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/diphenhydramine?mtype=generic
Diakses pada 1 Oktober 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ammonium%20chloride?mtype=generic
Diakses pada 1 Oktober 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/sodium%20citrate?mtype=generic
Diakses pada 1 Oktober 2020

News Medical. https://www.news-medical.net/drugs/Benadryl-Original-Oral-Liquid-(New-Formula).aspx
Diakses pada 1 Oktober 2020

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/diphenhydramine.html
Diakses pada 1 Oktober 2020

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/ammonium-chloride.html
Diakses pada 1 Oktober 2020

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/sodium-chloride.html
Diakses pada 1 Oktober 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email