Nature's Plus Bonower Kapsul

16 Des 2020| Ajeng Prahasta
Nature's Plus Bonower kapsul adalah suplemen untuk memelihara kesehatan tulang

Deskripsi obat

Nature's Plus Bonower kapsul adalah suplemen untuk memelihara kesehatan tulang dan memenuhi kebutuhan vitamin. Suplemen ini merupakan produk konsumen yang dapat dibeli bebas.
Nature's Plus Bonower kapsul mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin D, vitamin B6, vitamin B12, kalsium, fosfor, magnesium, zinc, dan boron. Suplemen ini diformulasikan khusus untuk membantu menjaga kesehatan tulang, juga mencegah dan mengatasi peradangan pada sendi (arthritis serta pengeroposan tulang (osteoporosis). Kondisi ini terutama sering diderita wanita yang mengalami menopause.

Nature's Plus Bonower Kapsul
Golongan ObatProduk konsumen. Produk yang dapat dibeli secara bebas.
Kandungan utamaVitamin A, vitamin C, vitamin D, vitamin B6, vitamin B12, kalsium, fosfor, magnesium, zinc, dan boron.
Kelas terapiSuplemen dan terapi penunjang.
Klasifikasi obatSuplemen
Kemasan1 botol @ 45 kapsul; 90 kapsul
ProdusenNature's Plus

Informasi zat aktif

Vitamin A dibutuhkan untuk kesehatan fungsi dan perbaikan kulit, pengelihatan pada cahaya redup atau malam hari (night vision), serta pemeliharaan kesehatan selaput lendir, termasuk lambung dan paru-paru Vitamin A juga merupakan antioksidan yang mampu mengurangi risiko kerusakan sel akibat radikal bebas.

  • Absorpsi: Absorpsi di saluran cerna bergantung pada keberadaan empedu dan ditingkatkan oleh lemak makanan.
  • Distribusi: Didistribusikan ke berbagai jaringan, seperti lemak, kelenjar adrenal dan ovarium.
  • Metabolisme: 20-60% dimetabolisme menjadi retinol di dinding usus, dan sejumlah kecil diubah menjadi vitamin A di hati.

Vitamin C (asam askorbat) adalah vitamin yang larut dalam air, serta bertindak sebagai antioksidan yang penting untuk perbaikan jaringan dan pembentukan kolagen. Selain itu, vitamin C terlibat dalam pembentukan lipid dan protein, metabolisme karbohidrat, penyerapan dan penyimpanan zat besi, dan respirasi atau pernapasan sel.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin C diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran cerna.
  • Distribusi: Tersebar luas di jaringan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Iktatan protein plasma sekitar 25%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme menjadi metabolit tidak aktif, askorbat-2-sulfat, dan asam oksalat.
  • Ekskresi: Melalui urine (sebagai obat yang tidak berubah dan metabolit tidak aktif). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) adalah 10 jam.

Vitamin B6 penting untuk banyak proses dalam tubuh. Vitamin B6 diperlukan untuk fungsi gula, lemak, dan protein yang tepat dalam tubuh, juga pertumbuhan dan perkembangan otak, saraf, kulit, serta banyak bagian tubuh lainnya. Vitamin B6 terjadi secara alami dalam makanan, seperti daging, unggas, kacang-kacangan, biji-bijian, pisang, dan alpukat.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B6 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hari.
  • Ekskresi: Diekskresikan melalui urine.

Vitamin B12 atau sianokobalamin adalah vitamin yang diperlukan untuk memelihara kesehatan saraf, fungsi otak, dan produksi sel darah merah.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B12 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Melalui saluran pencernaan.
  • Distribusi: Di dalam darah, didistribusikan dan disimpan di hati dan sumsum tulang. Melintasi plasenta dan sejumlah kecil masuk ke dalam ASI.
  • Ekskresi: Melalui empedu dan urine (sebagai B12 tidak terikat dan dalam fraksi kecil).

Vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin ini diperlukan untuk mempertahankan kadar kalsium dan fosfat, serta memenuhi kebutuhan mineral pada tulang.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin D diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Vitamin D diserap dengan baik dari saluran cerna dengan adanya empedu.
  • Distribusi: Vitamin D didistribusikan di dalam darah. Dapat disimpan dalam jaringan lemak atau adiposa dan otot untuk waktu yang lama.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Vitamin D terutama diekskresikan di empedu dan feses.

Kalsium digunakan untuk mencegah atau mengobati ketidakseimbangan kalsium. Tak hanya itu, kalsium juga berfungsi mencegah atau mengurangi laju pengeroposan tulang. Kalsium dalam garam kalsium membantu kinerja saraf dan otot, serta memungkinkan fungsi jantung normal.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, kalsium diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap sebagian besar dari usus kecil.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan disalurkan ke dalam ASI.
  • Ekskresi: Kelebihan kalsium terutama diekskresikan melalui ginjal. Kalsium yang tidak terserap dibuang melalui feses, bersama yang disekresikan di empedu dan pankreas.

Magnesium merupakan senyawa kimia nonprotein yang diperlukan untuk aktivitas biologis protein (kofaktor) pada banyak reaksi enzimatis tubuh, yang melibatkan sintesis protein dan metabolisme karbohidrat (setidaknya 300 reaksi enzimatis membutuhkan magnesium).

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, magnesium diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Berbanding terbalik dengan jumlah yang dicerna; 40% hingga 60% dalam kondisi diet terkontrol; 15% sampai 36% pada dosis yang lebih tinggi.
  • Distribusi: Tulang (50% hingga 60%); cairan ekstraseluler (1% sampai 2%).
  • Ekskresi: Urine (sebagai magnesium); kotoran (sebagai obat yang tidak terserap).

Zinc adalah senyawa kimia nonprotein yang diperlukan untuk aktivitas biologis protein (kofaktor) dari berbagai enzim yang terlibat dalam pembelahan dan pertumbuhan sel, penghilangan radikal bebas berbahaya, perkembangan normal, serta pemeliharaan sistem kekebalan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, zinc diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Tidak terserap secara sempurna di saluran pencernaan.
  • Distribusi: Tersebar luas ke seluruh tubuh dengan konsentrasi tertinggi di otot, tulang, kulit, mata, dan cairan prostat. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. 
  • Ekskresi: Terutama melalui feses. Jumlah kecil melalui urine dan keringat.

Indikasi (manfaat) obat

  • Membantu menguatkan dan menjaga kesehatan tulang, gigi, serta gusi.
  • Mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Menjaga kesehatan jantung.
  • Memenuhi kebutuhan kalsium wanita yang mengalami menopause.
  • Memaksimalkan penyerapan kalsium.

Kalsium dapat meningkatkan kekuatan tulang, gigi, dan gusi. Selain itu, kalsium juga mampu mencegah pengeroposan tulang dan menjaga irama denyut jantung agar tetap stabil. Kandungan vtiamin D, fosfor, dan magnesium dapat membantu menjaga kesehatan tulang dan memaksimalkan penyerapan kalsium dalam tulang.
Sementara, boron berperan dalam proses metabolisme kalsium dan membantu tubuh menggunakan energi yang dihasilkan makanan. Vitamin A, B, dan C juga diperlukan untuk menjaga kesehatan tulang. Seiring bertambahnya usia, penyerapan vitamin B12 akan mengalami penurunan yang dapat menyebabkan terjadinya pengeroposan tulang.
Nature's Plus Bonower kapsul juga dapat membantu masa pemulihan setelah mengalami cedera pada tulang dan mempercepat masa pemulihan selama menjalani operasi tulang.

Komposisi obat

Tiap 4 kapsul:

  • Kalori 15.
    • Kalori dari lemak 10.
  • Total lemak 1 g.
  • Protein 1 g.
  • Vitamin A (sebagai beta-karoten) 1000 IU.
  • Vitamin C (sebagai asam askorbat) 200 mg.
  • Vitamin D (sebagai ergocalciferol) 200 IU.
  • Vitamin B6 (sebagai pyridoxine hydrochloride) 20 mg.
  • Vitamin B12 (sebagai cyanocobalamine) 120 mcg.
  • Kalsium (sebagai asam amino chelate, aspartate, carbonate) 1000 mg.
  • Fosfor (sebagai asam amino complex) 100 mg.
  • Magnesium (sebagai asam amino shelate, aspartate, carbonate) 200 mg.
  • Zinc (sebagai (picolinate, asam amino chelate) 10 mg.
  • Boron (sebagai citrate, glycinate, aspartate) 3 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

2-4 kapsul/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesuai petunjuk penggunaan atau anjuran dokter.

Efek samping obat

  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sediki sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu yang sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya, atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan dokter atau apoteker.
  • Sakit kepala.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Pusing.
  • Muntah.
  • Kelelahan.

Cara penyimpanan obat

Simpan di tempat sejuk dan kering dengan suhu 15-30°C. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Perhatian Khusus

  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Anak-anak.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien dengan gangguan penyerapan nutrisi.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Pasien dengan gangguan ginjal.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes).
  • Pasien yang telah menjalani operasi pelebaran arteri.
  • Pasien yang memiliki kadar hormon tiroid rendah dalam tubuh (hipotiroid).
  • Pasien dengan gangguan perdarahan.
  • Pasien lanjut usia.
  • Pasien yang memiliki kadar kalsium tinggi dalam tubuh (hiperkalsemia).

Kategori kehamilan

Vitamin A, vitamin B6, dan kalsium.
Kategori A: Hasil penelitian menunjukkan obat cukup aman dan tidak mengganggu perkembangan janin di trimester pertama, maupun trimester selanjutnya.

Vitamin C , vitamin D, vitamin B12, dan zinc.
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Nature's Plus Bonower kapsul pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Magnesium.
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Boron dan fosfor.
Kategori N: Keamanan penggunaan boron dan fosfor pada ibu hamil dan menyusui belum diketahui. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen suplemen ini.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Warfarin.
    Warfarin digunakan untuk memperlambat pembekuan darah. Vitamin A dalam jumlah besar juga dapat memperlambat pembekuan darah. Mengonsumsi vitamin A bersama dengan obat ini dapat meningkatkan kemungkinan memar dan pendarahan.
  • Obat yang dapat menyebabkan kerusakan hati (obat hepatotoksik), seperti paracetamol, amoidarone, dan carbamazepine.
    Mengonsumsi vitamin A dalam jumlah besar dapat membahayakan hati. Mengonsumsi vitamin A dalam jumlah besar bersama obat-obatan di atas dapat meningkatkan risiko kerusakan hati.
  • Antibiotik tetrasiklin.
    Mengkonsumsi vitamin A dalam jumlah yang sangat besar bersama beberapa antibiotik dapat meningkatkan kemungkinan efek samping serius, yaitu peningkatan tekanan darah tinggi yang dapat menyebabkan perdarahan pada otak (hipertensi intrakranial).
  • Obat untuk terapi kanker (kemoterapi).
    Vitamin C adalah antioksidan. Ada beberapa kekhawatiran bahwa antioksidan dapat menurunkan efektivitas beberapa obat yang digunakan untuk kanker.
  • Phenobarbital.
    Vitamin B6 dapat meningkatkan kecepatan tubuh dalam memecah phenobarbital. Hal ini dapat menurunkan efektivitas phenobarbital dan mengatasi kejang.
  • Chloramphenicol.
    Mengonsumsi chloramphenicol dalam waktu lama dapat menurunkan efek vitamin B12 dalam memproduksi sel darah baru.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami reaksi alergi dan tanda-tanda tingginya kadar kalsium dalam tubuh, seperti lemas, kebingungan, kelelahan, sakit kepala, sakit perut, sembelut, muntah, dan nyeri tulang.

Sesuai kemasan per November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-964/vitamin-a
Diakses pada 18 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1001/vitamin-c-ascorbic-acid
Diakses pada 18 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-934/pyridoxine-vitamin-b6
Diakses pada 18 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-926/vitamin-b12
Diakses pada 18 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-781/calcium
Diakses pada 18 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-998/magnesium
Diakses pada 18 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-982/zinc
Diakses pada 18 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-894/boron
Diakses pada 18 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-175297/phosphorous-supplement-oral/details#:~:text=Phosphorus%20is%20a%20natural%20body,in%20the%20body%20and%20urine.
Diakses pada 18 November 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email