Natrol Coral Calcium Kapsul

16 Des 2020| Ajeng Prahasta
Natrol Coral Calcium kapsul adalah suplemen untuk memelihara kesehatan tulang, otot, dan gigi

Deskripsi obat

Natrol Coral Calcium kapsul adalah suplemen untuk memelihara kesehatan tulang, otot, dan gigi. Suplemen ini merupakan produk konsumen yang dapat dibeli bebas.

Natrol Coral Calcium kapsul mengandung vitamin D3, koral kalsium, dan magnesium. Koral kalsium merupakan garam berkalsium yang berasal dari fosil terumbu karang di Okinawa, Jepang. Koral kalsium dalam suplemen ini memiliki tingkat penyerapan lebih besar dibandingkan kalsium jenis lainnya. Itu sebabnya, penyerapan kalsium pada tulang akan maksimal. Magnesium merupakan mineral yang digunakan untuk kesehatan tulang. Selain itu, magnesium juga dapat membantu tulang menjadi lebih kuat dan padat. Selain magnesium, vitamin D3 juga dapat membantu tubuh menyerap kalsium, sehingga dapat menjaga kekuatan tulang.

Natrol Coral Calcium Kapsul
Golongan ObatProduk konsumen. Produk yang dapat dibeli secara bebas.
Kandungan utamaVitamin D3, koral kalsium, dan magnesium.
Kelas terapiSuplemen dan terapi penunjang.
Klasifikasi obatSuplemen.
Kemasan1 botol @ 90 kapsul
ProdusenNatural Nutindo

Informasi zat aktif

Kalsium digunakan untuk mencegah atau mengobati keseimbangan kalsium negatif. Tak hanya itu, kalsium juga berfungsi mencegah atau mengurangi laju pengeroposan tulang. Kalsium dalam garam kalsium membantu kinerja saraf dan otot, serta memungkinkan fungsi jantung normal.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, kalsium diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap sebagian besar dari usus kecil.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan didistribusikan ke dalam ASI.
  • Ekskresi: Kelebihan kalsium terutama diekskresikan melalui ginjal. Kalsium yang tidak terserap dibuang melalui feses, bersama dengan yang disekresikan di empedu dan jus pankreas.

Vitamin D3, atau cholecalciferol yang diaktifkan, bekerja dengan meningkatkan penyerapan kalsium dari usus dengan membentuk protein pengikat kalsium.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin D3 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan mudah setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Tersebar luas dan terikat protein.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati dan ginjal, dengan waktu paruh 3 hingga 8 jam. Tidak diperlukan langkah aktivasi.
  • Ekskresi: Dikeluarkan terutama dalam feses.

Magnesium penting sebagai senyawa kimia nonprotein yang diperlukan untuk aktivitas biologis protein (kofaktor) dalam banyak reaksi enzimatis pada tubuh, yang melibatkan sintesis protein dan metabolisme karbohidrat (setidaknya 300 reaksi enzimatis membutuhkan magnesium).

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, magnesium diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Berbanding terbalik dengan jumlah yang dicerna; 40% hingga 60% dalam kondisi diet terkontrol; 15% sampai 36% pada dosis yang lebih tinggi.
  • Distribusi: Tulang (50% hingga 60%); cairan ekstraseluler (1% sampai 2%).
  • Ekskresi: Urine (sebagai magnesium); kotoran (sebagai obat yang tidak terserap).

Indikasi (manfaat) obat

  • Menjaga kesehatan gigi, gusi, dan tulang.
  • Mencegah dan mengatasi pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Menjaga kesehatan jantung dan mengatur denyut jantung.
  • Mempertahankan kontraksi otot.
  • Membantu penyerapan kalsium.

Kalsium dan vitamin D3 dapat digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi seperti pengeroposan tulang (osteoporosis), kelemahan pada tulang (osteomalacia atau rakhitis), penurunan aktivitas kelenjar paratiroid (hipoparatiroidisme), dan penyakit otot tertentu (tetani laten) yang disebabkan kurangnya kadar kalsium dalam tubuh.
Magnesium dibutuhkan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tulang. Magnesium juga dibutuhkan untuk fungsi saraf, otot, dan banyak bagian tubuh lainnya. Tubuh menggunakan magnesium untuk membangun sel tulang baru. Penelitian menunjukkan, magnesium juga dapat mencegah tulang keropos, patah tulang, dan penyakit tulang. Magnesium dan vitamin D3 dibutuhkan untuk membantu proses penyerapan kalsium dalam tubuh, sehingga kalsium yang diserap akan maksimal.

Komposisi obat

Tiap 3 tablet:

  • Vitamin D3 (sebagai cholecalciferol) 400 IU.
  • Kalsium (dari koral kalsium) 400 mg.
  • Magnesium (dari magnesium chelate) 200 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

3 kapsul/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi bersama makanan.

Efek samping obat

  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sediki sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu yang sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya, atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan dokter atau apoteker.
  • Sakit kepala.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Peningkatan rasa haus.
  • Penurunan tekanan darah menjadi rendah.
  • Muntah.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Penurunan berat badan.
  • Perubahan mental atau mood.
  • Perubahan jumlah urine.
  • Nyeri otot.
  • Peningkatan frekuensi berkemih.
  • Kelelahan.
  • Lemas.
  • Detak jantung cepat atau berdebar-debar.

Cara penyimpanan obat

Simpan pada di sejuk dan kering. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Perhatian Khusus

  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien yang memiliki kadar kalsium tinggi dalam darah (hiperkalsemia).
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien yang mengalami kesulitan menyerap nutrisi dari makanan (sindrom malabsorpsi).
  • Pasien penderita gagal ginjal.
  • Pasien yang mengalami perdarahan.
  • Pasien penderita penyakit jantung.
  • Pasien penderita pembuluh darah.
  • Pasien lanjut usia.
  • Pasien penderita penyakit hati.
  • Pasien yang mengalami masalah pada usus, seperti peradangan pada lapisan usus (penyakit Crohn).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien yang menjalani transplantasi ginjal.

Kategori kehamilan

Kalsium.
Kategori A: Hasil penelitian menunjukkan obat cukup aman dan tidak mengganggu perkembangan janin di trimester pertama, maupun trimester selanjutnya.

Vitamin D dan magnesium.
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Natrol Coral Calcium kapsul pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaan pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen suplemen ini.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Levodopa, penicillamine, antibiotik kuinolon, seperti ciprofloxacin dan levofloxacin, obat-obatan tiroid seperti levothyroxine, antibiotik tetrasiklin seperti doksisiklin, dan minosiklin.
    Suplemen ini dapat menurunkan penyerapan obat-obatan di atas, sehingga dapat menurunkan efektivitas obat tersebut.
  • Antibiotik.
    Mengonsumsi magnesium bersama beberapa antibiotik dapat menurunkan keefektifan antibiotik tersebut dalam mengatasi infeksi.
  • Obat untuk mengatasi osteoporosis seperti bifosfonat.
    Magnesium dapat menurunkan jumlah bifosfonat yang diserap tubuh sehingga efektivitas bifosfonat akan berkurang.
  • Obat untuk tekanan darah.
    Mengonsumsi magnesium dengan obat untuk tekanan darah tinggi dapat menyebabkan tekanan darah Anda menjadi terlalu rendah.
  • Obat untuk relaksasi otot.
    Magnesium tampaknya membantu mengendurkan otot. Mengonsumsi magnesium bersama pelemas otot dapat meningkatkan risiko efek samping dari pelemas otot.
  • Obat untuk mengeluarkan urine.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan kadar magnesium dalam darah.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami reaksi alergi.

Sesuai kemasan per November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-93165/calcium-vitamin-d3-oral/details
Diakses pada 17 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-998/magnesium#
Diakses pada 17 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-10175/vitamin-d3-oral/details
Diakses pada 17 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-64799/coral-calcium-oral/details
Diakses pada 17 November 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email