Cataflam, voltaren, kaflam, deflamat, mirax, yariflam, megatic 50, nadifen, divoltar, proflam, scanaflam, valto forte, abdiflam, anuva

Natrium diklofenak adalah obat yang masuk dalam golongan antiinflamsi non-steroid (AINS). Obat-obatan yang masuk dalam golongan ini, digunakan untuk mengurangi nyeri dan peradangan.

Natrium diklofenak juga dapat digunakan untuk mengurangi pembengkakan pada sendi, otot dan tendon. Obat ini umum dipakai dalam pengobatan:

  • Rheumatoid arthtritis, osteoarthritis, gout akut, dan ankylosing spondylitis
  • Sakit punggung, terkilir, otot tertarik, rusaknya jaringan lunak akibat cedera olahraga, pergeseran sendi bahu, dan patah tulang
  • Kondisi yang menyerang tendon seperti tendonitis, tenosynovitis, dan bursitis

Obat ini juga dapat digunakan untuk meredakan inflamasi setelah prosedur cabut gigi atau operasi gigi.

Natrium Diklofenak (Sodium Diklofenak)
Golongan

Obat antiinflamasi non-steroid

Kategori obat

Obat keras

Bentuk sediaan obat

Tablet, sediaan injeksi

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Apabila dikonsumsi sebelum usia kehamilan memasuki 30 minggu, maka natrium diklofenak masuk ke dalam kategori C.

Kategori C: Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita; atau belum ada penelitian pada wanita hamil atau binatang percobaan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko yang mungkin timbul pada janin.

Apabila dikonsumsi setelah usia kandungan memasuki 30 minggu, maka masuk ke dalam kategori D.

Kategori D: Terbukti menimbulkan risiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, ketika obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Dosis maksimum natrium diklofenak per hari, untuk setiap cara pemberian adalah 150 mg.

Untuk dewasa

Jika diberikan secara oral

75-150 mg/hari, dibagi ke dalam 2-3 dosis

Injeksi intramuskular untuk nyeri pascabedah dan kekambuhan yang akut

75 mg, satu kali sehari, jika masuk dalam kasus berat, diberikan dua kali sehari, untuk pemakaian maksimum dua hari.

Untuk kolik ureter

Diberikan 150 mg, dalam dua kali dosis. Masing-masing diberikan sebanyak 75 mg dengan jeda 30 menit.

Jika diberikan secara rektal atau supositoria

75-150 mg per hari dalam dosis terbagi.

Untuk anak

Untuk anak usia 1-12 tahun, penderita juvenile arthritis, baik diberikan secara oral maupun rektal, dosisnya 1-3 mg/kg berat badan. Obat diberikan dalam dosis terbagi sesuai petunjuk dokter.

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan natrium diklofenak sebelum penggunaan. Obat dengan merek tertentu, akan memiliki kandungan yang berbeda dari merek lainnya. Begitu pula peruntukan obat-obat tersebut.

Setiap mereknya, dapat digunakan untuk kondisi yang berbeda. Konsumsi obat ini setelah makan dan jangan konsumsi dalam jumlah yang melebihi rekomendasi. Jangan mengonsumsi obat ini lebih lama dari waktu yang direkomendasikan.

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Efek samping yang berlebihan, membutuhkan penanganan medis dengan segera.

Natrium diklofenak dapat menyebabkan efek samping yang meliputi:

  • Sakit perut, gangguan pencernaan, mual, atau muntah, kehilangan nafsu makan
  • Sakit kepala
  • Ruam atau bintik-bintik merah di kulit
  • Peningkatan kadar enzim hati di darah

Meski jarang terjadi, natrium diklofenak juga dapat menimbulkan efek samping di bawah ini:

  • Muncul ulkus atau perlukaan di lambung dan perdarahan lambung
  • Gastritis (inflamasi, iritasi, atau pembengkakan lapisan lambung)
  • Muntah darah
  • Berdarah saat buang air besar atau tinja berwarna hitam
  • Lemas, mengantuk
  • Hipotensi (tekanan darah rendah)
  • Gatal-gatal
  • Penyerapan cairan di tubuh menjadi terganggu sehingga pergelangan kaki membengkak
  • Kerusakan hati seperti hepatitis dan jaundice atau penyakit kuning

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika mengalami efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Obat golongan AINS dapat meningkatkan risiko terjadinya:

  • Trombotik kardiovaskuler serius
  • Infark miokard
  • Stroke

Semakin lama obat ini digunakan, maka risiko di atas akan semakin meningkat. Risiko lebih besar juga dapat muncul apabila obat ini dikonsumsi oleh orang yang memiliki riwayat penyakit jantung.
AINS juga dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pada saluran pencernaan, seperti:

  • Perdarahan di lambung
  • Perlukaan atau ulserasi di lambung
  • Perforasi usus dan lambung

Risiko di atas lebih mungkin diderita oleh lansia yang mengonsumsi obat ini.

Jangan menggunakan natrium diklofenak jika mempunyai kondisi medis di bawah ini:

  • Hipersensitivitas terhadap diklofenak
  • Mengalami asma, urticaria, atau reaksi alergi lain setelah mengonsumsi obat golongan AINS

Natrium diklofenak juga tidak dapat digunakan untuk meredakan nyeri pada pasien yang akan menjalani operasi bypass jantung.

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Obat yang dapat menimbulkan interaksi apabila dikonsumsi secara bersamaan dengan natrium diklofenak di antaranya:

  • Aliskiren
  • ACE inhibitor seperti captopril dan lisinopril
  • Angiostensin II receptor blocker seperti valsartan dan losartan
  • Kortikosteroid seperti prednisone
  • Cidofovir
  • Lithium
  • Methotrexate

Konsumsi obat ini bersama dengan obat lain yang dapat menyebabkan perdarahan, juga akan meningkatkan risiko perdarahan. Contoh obat yang dapat meningkatkan risiko perdarahan apabila dikonsumsi bersama dengan natrium diklofenak adalah obat antiplatelet seperti clopidogrel.

Mengonsumsi obat ini dengan obat pengencer darah seperti warfarin, dabigatran, dan enoxaparin juga dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Risiko terjadinya efek samping juga akan semakin besar apabila natrium diklofenak dikonsumsi bersamaan dengan obat pereda nyeri lain seperit ibuprofen, aspirin atau ketorolac.

 

Informasi yg diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Pusat Informasi Obat Nasional. http://pionas.pom.go.id/monografi/natrium-diklofenak
Diakses pada 13 Agustus 2019

Drugs. https://www.drugs.com/diclofenac.html
Diakses pada 13 Agustus 2019

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4284-4049/diclofenac-oral/diclofenac-sodium-enteric-coated-tablet-oral/details
Diakses pada 13 Agustus 2019

Medicines. https://www.medicines.org.uk/emc/product/2660/pil
Diakses pada 13 Agustus 2019

Daily Med. https://dailymed.nlm.nih.gov/dailymed/drugInfo.cfm?setid=70c96b78-3702-4216-819f-1071770494bf
Diakses pada 13 Agustus 2019

Drugs. https://www.drugs.com/pregnancy/diclofenac.html
Diakses pada 13 Agustus 2019

Artikel Terkait