Natrium Bikarbonat

27 Apr 2021
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Natrium bikarbonat digunakan untuk membantu mengurangi asam lambung

Natrium bikarbonat digunakan untuk membantu mengurangi asam lambung

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Sodium Bicarbonate 8.4% Pfrimmer, XP Glycore Peeling Neutralizer

Deskripsi obat

Natrium bikarbonat adalah obat antasida yang dapat menetralkan asam lambung. Obat ini digunakan untuk meredakan sakit maag dan gangguan pencernaan.

Natrium bikarbonat adalah garam yang terurai menjadi natrium dan bikarbonat dalam cairan, termasuk darah dan urine. Penguraian ini akan membuat larutan menjadi basa, sehingga mampu menetralkan asam.

Hal inilah yang menyebabkan natrium bikarbonat sering digunakan untuk mengatasi kondisi yang disebabkan tingginya asam dalam tubuh, seperti asidosis metabolik, urine yang terlalu asam, dan asam lambung berlebih.

Natrium bikarbonat juga digunakan sebagai bahan untuk memasak dan dikenal sebagai baking soda atau soda kue.

Natrium Bikarbonat (Natrium Bikarbonat)
GolonganKelas terapi : Urine alkalinization dan antasida
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, injeksi
Dikonsumsi olehDewasa
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Efek samping yang mungkin timbul dari pemakaian natrium bikarbonat, antara lain:

  • Mulut kering
    Cobalah mengunyah permen karet atau mengisap manisan bebas gula.
  • Mual atau muntah
    Tetaplah mengonsumsi makanan sederhana dan hindari makanan dengan rasa yang kuat, seperti pedas. Minumlah banyak cairan untuk menggantikan cairan yang hilang.
  • Peningkatan rasa haus
  • Peningkatan frekuensi buang air kecil
  • Kram perut
  • Perut kembung
  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi
  • Perubahan suasana hati atau mental
  • Gugup
  • Mudah tersinggung
  • Kram otot
  • Penurunan nafsu makan
  • Penurunan kadar kalsium dalam darah (hipokalsemia)
  • Nyeri perut

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan natrium bikarbonat pada kondisi:

  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati
  • Penyakit jantung
  • Tekanan darah tinggi
  • Sedang menjalani diet rendah garam
  • Kehamilan

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 15-30°C.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hindari penggunaan natrium bikarbonat pada pasien dengan kondisi medis, seperti:

  • Penggunaan bersamaan obat diuretik
  • Kadar kalsium rendah (hipokalsemia)
  • Asam lambung rendah (hipoclorhidria)
  • Pembengkakan pada paru yang disebabkan penumpukan cairan (edema paru berat)
  • Nyeri perut yang tidak diketahui
  • Gagal jantung
  • Riwayat batu saluran kemih
  • Kadar natrium tinggi dalam darah (hipernatremia)
  • Pasien yang kehilangan klorida karena muntah

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan natrium bikarbonat pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika Anda mengalami salah satu gejala berikut, hentikan penggunaan natrium bikarbonat dan segera hubungi dokter:

  • Sakit kepala parah
  • Mual
  • Muntahan yang menyerupai bubuk kopi
  • Kehilangan selera makan
  • Sifat lekas marah
  • Kelemahan
  • Sering ingin buang air kecil
  • Pernapasan lambat
  • Pembengkakan pada kaki atau tungkai bawah
  • Feses berdarah atau berwarna hitam
  • Terdapat darah dalam urine

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi bila mengonsumsi beberapa obat bersamaan. Jika ingin mengonsumsi obat bersamaan, konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu. Bila perlu, dokter akan mengubah dosis obat atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi obat natrium bikarbonat dengan obat-obatan lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Litium, aspirin, dan metotreksat
    Natrium bikarbonat dapat meningkatan pengeluaran atau ekskresi obat di atas dalam tubuh, sehingga efektivitas obat di atas akan menurun.
  • Kuinidin, amfetamin, metadon, kuinidin, dan efedrin
    Natrium bikarbonat dapat mengurangi ekskresi obat di atas, sehingga dapat menyebabkan keracunan atau toksisitas.
  • Tetrasiklin, rifampisin, ketokonazol, dipiridamol, klorokuin, fenotiazin, fenitoin, dan penicillamine
    Natrium bikarbonat dapat menurunkan penyerapan obat-obat di atas, sehingga efektivitas obat akan menurun.
  • Mekamilamin
    Natrium bikarbonat dapat meningkatkan reabsorpsi obat di atas di tubulus ginjal.
  • Diuretik yang menipiskan K, seperti bumetanide, asam etakrinat, furosemid, dan tiazid
    Natrium bikarbonat dapat dapat menyebabkan penurunan kadar klorida dalam tubuh dalam jumlah yang signifikan atau alkalosis hipokloremik.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/sodium-bicarbonate.html
Diakses pada 24 Februari 2021

Rxlist. https://www.rxlist.com/consumer_sodium_bicarbonate_baking_soda/drugs-condition.htm
Diakses pada 24 Februari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682001.html
Diakses pada 24 Februari 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-11325/sodium-bicarbonate-oral/details
Diakses pada 24 Februari 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/sodium%20bicarbonate?mtype=generic
Diakses pada 24 Februari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email