Natrilix SR Tablet 1,5 mg

Deskripsi obat

Natrilix SR tablet adalah obat untuk mengatasi penyakit tekanan darah tinggi yang tidak diketahui penyebabnya (hipertensi esensial). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Natrilix SR tablet mengandung zat aktif indapamid.
Indapamid adalah obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi dan dapat digunakan untuk mengurangi cairan berlebih dalam tubuh yang disebabkan oleh gagal jantung.
Obat ini bekerja dengan mengeluarkan cairan dan garam berlebih dalam tubuh sehingga akan mengeluarkan urin lebih banyak dan darah menjadi mudah mengalir, dengan adanya aliran darah yang mudah mengalir dapat menurunkan tekanan darah dan mampu mengurangi kerja jantung saat memompa darah.

Natrilix SR Tablet 1,5 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 tablet (1,5 mg)
ProdusenDarya Varia Laboratoria

Indikasi (manfaat) obat

  • Menurunkan tekanan darah tinggi yang tidak diketahui penyebabnya (hipertensi esensial).
  • Membantu mengurangi kadar cairan dan garam berlebih dalam tubuh yang menyebabkan pembengkakan (edema) yang disebabkan karena gagal jantung kongestif.

Komposisi obat

Indapamid 1,5 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

1 tablet/hari.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan. Tablet ditelan secara utuh, jangan dikunyah atau dihancurkan.

Efek samping obat

  • Letih.
  • Kondisi dimana penderita merasa pusing ketika beranjak dari duduk atau berabaring akibat penurunan tekanan darah (hipotensi ortostatik).
  • Penurunan jumlah kalium dalam tubuh (hipokalemia).
  • Dapat menyebabkan alergi.
  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Dapat menyebabkan kehilangan terlalu banyak cairan tubuh (dehidrasi).
  • Mulut kering.
  • Kram otot.
  • Kelemahan otot.
  • Jantung berdetak dengan cepat atau tidak teratur.
  • Kebingungan.
  • Kesulitan mengeluarkan urin (retensi urin).
  • Gangguan penglihatan.
  • Reaksi alergi seperti ruam, gatal, bengkak pada wajah, lidah, dan tenggorokan, dan kesulitan bernapas.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita peradangan sendi yang diakibatkan kadar asam urat terlalu tinggi dalam darah (gout).
  • Pasien penyakit autoimun kronis yang dapat menyebabkan peradangan di beberapa bagian tubuh, termasuk kulit, sendi, ginjal, hingga otak (lupus eritematosus).
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal dan hati.
  • Pasien dengan kadar asam urat yang tinggi (hiperurisemia).
  • Pasien dengan gangguan keseimbangan cairan atau elektrolit.
  • Lakukan pemantauan kadar kalium dan asam urat pada pasien hipokalemia dan asam urat (gout).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap derivat sulfonamida harus dilakukan pemantauan secara ketat.
  • Kategori kehamilan dan menyusui:
    Kategori B. Penelitian pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin. Namun riset terkontrol pada wanita hamil belum dilakukan. Atau, penelitian terhadap reproduksi hewan percobaan menunjukkan efek samping obat (selain penurunan fertilitas), tapi efek ini tidak terjadi pada riset terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai risiko pada trimester berikutnya).

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita gagal ginjal atau hati berat.
  • Pasien dengan kondisi ketika hati seseorang tidak mampu lagi membuang zat-zat racun dari dalam tubuh (ensefalopati hepatik).
  • Pasien yang memiliki kadar kalium rendah dalam darah (hipokalemia).
  • Pasien yang memiliki riwayat serebrovaskular.
  • Pasien yang mengalami gangguan pada ginjal yang menyebabkan tubuh tidak mampu memproduksi urin (anuria).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Jika dikonsumsi dengan lithium dapat meningkatkan risiko toksisitas.
  • Dofetilid.
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (AINS) seperti ibuprofen atau naprexen.
  • Penggunaan obat ini dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah, jika bersama glikosida jantung dapat menyebabkan risiko toksisitas.
  • Astemizol.
  • Bepridil.
  • Eritromisin intravena.
  • Halofantrin.
  • Pentamidin.
  • Sultoprid.
  • Terfenadin.
  • Vincamin.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/natrilix%20sr?type=brief&lang=id
Diakses pada 6 Juli 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/indapamide?mtype=generic
Diakses pada 6 Juli 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-12360/indapamide-oral/details
Diakses pada 6 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Mengenal Apa Itu Grapefruit dan Bahayanya Jika Dicampur Obat

Grapefruit merupakan salah satu buah sitrus yang sejenis dengan jeruk dan lemon. Meskipun kaya akan manfaat, buah ini berbahaya jika dikonsumsi dengan obat.
11 Dec 2019|Rieke Saraswati
Baca selengkapnya
Mengenal Apa Itu Grapefruit dan Bahayanya Jika Dicampur Obat

Anda Gagal Tes Medical Check Up? Ketahui Penyebabnya Berikut Ini!

Tes medical check up adalah pemeriksaan yang bertujuan memastikan kondisi kesehatan calon karyawan. Ada beberapa penyakit yang dapat membuat tes medical check up gagal, seperti Hepatitis B, Hepatitis C, HIV/AIDS, TBC, Efusi Pleura, Malaria, dan Kondisi kejiwaan atau neurologis.
13 Jun 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Anda Gagal Tes Medical Check Up? Ketahui Penyebabnya Berikut Ini!

Sindrom Patah Hati Bisa Menganggu Kesehatan Anda

Akibat patah hati perlu diketahui sebagai langkah pencegahan. Dokter menemukan bahwa ketika seseorang mengalami patah hati, jantung lebih mudah mengalami gangguan fatal.
15 Nov 2019|Marco Anthony
Baca selengkapnya
Sindrom Patah Hati Bisa Menganggu Kesehatan Anda