Naspro Tablet 300 mg

10 Jul 2020| Arif Putra
Golongan
Obat bebas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter.
HET
Kemasan
1 box isi 25 strip @ 4 tablet (300 mg)
Produsen
Nicholas Lab Indonesia

Naspro tablet adalah obat untuk mengatasi sakit kepala, sakit gigi, dan demam. Obat ini merupakan obat bebas yang tidak memerlukan resep dokter. Naspro tablet mengandung zat aktif asetosal.
Asetosal adalah obat untuk menurunkan demam (antipiretik), meringankan nyeri (analgetik), dan mengatasi peradangan (Antiinflamasi), obat ini bekerja dengan menghambat zat alami tertentu dalam tubuh untuk mengurangi rasa sakit dan gejala peradangan seperti demam dan nyeri.

Meringankan nyeri ringan hingga sedang seperti:

Asetosal 300 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 2 tablet sebanyak 3-4 kali/hari.
    • Dosis maksimal: 12 tablet/hari.

  • Anak-anak 6-12 tahun: 1-1½ tablet sebanyak 2-3 kali/hari.

Sebaiknya dikonsumsi sesudah makan.

  • Iritasi pada perut atau usus.
  • Gangguan pada saluran pencernaan.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Mual.
  • Muntah.
  • Ruam pada kulit.
  • Biduran (urtikaria).
  • Asma.
  • Pengencangan otot-otot yang melapisi saluran udara (bronkus) di paru-paru (bronkospasme).
  • Sesak napas.
  • Perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Anak-anak dan remaja 16 tahun ke bawah karena dapat potensi terjadinya sindrom reye.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap aspirin, ibuproden atau naproksen, atau antiinflamasi nonsteroid lainnya.
  • Pasien yang alergi terhadap salisilat.
  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung atau usus (tukak peptik), (hemofilia), atau gangguan perdarahan akibat peningkatan kadar asam urat yang tinggi.
  • Pasien penderita penyakit ginjal, kadar asam urat yang tinggi dalam darah (hiperurisemia), atau peradangan sendi yang disebabkan pada (gout).
  • Pasien penderita gangguan hati berat.
  • Pasien penderita gangguan ginjal yang berat.
  • Wanita hamil pada trimester ketiga.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien yang mengalami kesulotan mengeluarkan cairan (retensi cairan).
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin.
  • Pasien penderita usia lanjut.
  • Pasien gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien yang mengalami asma.
  • Pasien yang menderita kekurangan cairan (dehidrasi).
  • Kategori kehamilan dan menyusui:
    Kategori C. Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita. Atau, belum ada penelitian pada wanita hamil maupun hewan percobaan. Obat hanya boleh diberikan jika manfaatnya melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
  • Kategori pada kehamilan trimester ketiga:
    Kategori D. Obat terbukti menimbulkan risiko terhadap janin manusia. Namun besarnya manfaat jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.
  • Obat antiinflamasi dan pereda rasa nyeri seperti ibupofen, dikofenak, indometasin, ketorolak, dan naproksen dapat menyebabkan risiko perdarahan.
  • Heparin, warfarin, klopidogrel, fenidion, dan dipiridamol dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Sesuai kemasan per Juli 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/aspirin
Diakses pada 6 Juli 2020

Medicalnewstoday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/161255
Diakses pada 6 Juli 2020

Drugs. https://www.drugs.com/aspirin.html
Diakses pada 6 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Hempaskan Nyeri dengan Pilihan Obat Sakit Kepala Alami Ini

Sakit kepala mungkin sangat umum dialami. Selain mengonsumsi obat medis, obat sakit kepala alami pun dapat menjadi pilihan yang sama sekali tak sulit untuk dicari.
11 Dec 2019|Arif Putra
Baca selengkapnya
Hempaskan Nyeri dengan Pilihan Obat Sakit Kepala Alami Ini

Mencegah Nyeri Otot Punggung, Bagaimana Caranya?

Hampir setiap orang pernah merasakan nyeri otot. Salah satu jenis nyeri otot yang paling sering terjadi adalah nyeri otot punggung. Nyeri otot punggung paling sering disebabkan oleh cedera pada otot, baik tertarik maupun robek. Dengan perubahan gaya hidup yang tepat, risiko nyeri otot punggung dapat berkurang.
24 Apr 2019|Giovanni Jessica
Baca selengkapnya
Mencegah Nyeri Otot Punggung, Bagaimana Caranya?

Panas Dalam pada Anak, Coba Redakan dengan Minuman Hangat

Panas dalam pada anak sangat wajar terjadi, pengobatannya bergantung pada pemicunya. Panas dalam pada anak adalah indikasi penyakit lain seperti demam atau flu.
11 Mar 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Panas Dalam pada Anak, Coba Redakan dengan Minuman Hangat