Narfoz Sirup 30 ml

27 Okt 2020| Lenny Tan
Narfoz sirup 30 ml adalah obat yang digunakan untuk penanggulangan mual dan muntah akibat radioterapi.

Deskripsi obat

Narfoz sirup adalah obat untuk mengatasi mual dan muntah setelah kemoterapi, radioterapi, dan setelah operasi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Narfoz sirup mengandung zat aktif ondansetron.
Narfoz Sirup 30 ml
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 77.440/botol per November 2019
Produk HalalYa
Kandungan utamaOndansetron.
Kelas terapiAntiemetik.
Klasifikasi obatAntagonis reseptor 5-HT3.
Kemasan1 box isi 1 botol @ 30 ml
ProdusenPharos

Informasi zat aktif

Ondansetron merupakan obat yang dapat digunakan untuk mencegah mual dan muntah yang disebabkan oleh kemoterapi kanker, terapi radiasi, dan pembedahan. Ondansetron berada dalam kelas obat yang disebut antagonis reseptor serotonin 5-HT3. Obat ini bekerja dengan menghalangi aksi serotonin, zat alami yang dapat menyebabkan mual dan muntah.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, ondansetron diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap secara pasif dan sempurna dari saluran pencernaan. Obat yang masuk ke peredaran darah (ketersediaan hayati) sedikit ditingkatkan dengan makanan. Obat yang masuk ke peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 55-60%. Waktu dimana obat mencapa kadar tertinggi pada plasma (konsentrasi plasma puncak) selama 1,5-2 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas di dalam tubuh, termasuk eritrosit. Melintasi plasenta. Volume distribusi sebanyak 1,9 L/kg. Pengikatan protein plasma sekitar 70-76%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara ekstensif di hati terutama melalui proses kimia penambahan gugus OH yang menyebabkan obat lebih mudah larut dalam air (hidroksilasi).
  • kskresi: Melalui urin (44-60%, sebagai metabolit; kira-kira 5% sebagai obat tidak berubah); kotoran (sekitar 25%). Waktu dimana kadar obat dalam plasma dikeluarkan oleh tubuh hingga mencapai setengah dari total kadarnya (waktu paruh eliminasi) sekitar 3-6 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengatasi mual dan muntah yang disebabkan oleh kemoterapi dan radioterapi serta operaasi lainnya.

Ondansentron dapat mengurangi mual dan muntah, obat ini bekerja dengan menghalangi aksi serotonin, dengan terhambatnya serotonin maka mual dan muntah dapat diatasi. Serotonin merupakan obat yang bekerja dengan memblokir efek bahan kimia yang diproduksi secara alami di tubuh yang disebut serotonin yang dapat menyebabkan rasa mual atau muntah.

Komposisi obat

Tiap 5 ml: ondansetron 4 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

2 sendok takar 5 ml (10 mg) sebanyak 2 kali/hari, dosis pertama sebaiknya dikonsumsi pada 1-2 jam sebelum melakukan kemoterapi atau radioterapi.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Konstipasi.
    Konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi. Usahakan konsumsi makanan yang seimbang dan minum beberapa gelas air setiap hari. Segera hubungi dokter jika keluhan ini masih berlanjut.
  • Sakit kepala.
    Minumlah banyak air dan minta rekomendasi obat penghilang rasa sakit yang sesuai kepada dokter.
  • Merasa hangat atau wajah menjadi kemerahan.
    Gunakan pakaian yang ringan dan dingin.
  • Mengantuk.
  • Diare.
  • Sensasi terbakar di bagian atas perut hingga dada.

Perhatian Khusus

  • Ibu hamil terutama pada trimester pertama.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien penderita gangguan ginjal.

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang hipersensitif terhadap ondansetron.
  • Pasien penderita kejang atau epilepsi.
  • Pasien yang mengonsumsi obat lain yang serupa dan dapat menyebabkan gerakan tubuh yang tidak terkendali akibat pemberian obat psikotik (gangguan ekstrapiramidal)

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Tramadol.
    Ondansetron dapat menurunkan efek antinyeri dari tramadol sehingga efektivitas tramadol akan berkurang.
  • SSRI, MAOI, mitrazpin, fentanil, lithium, metilen blue, dan serotonin noradrenaline reuptake inhibitor (SNRI).
    Penggunaan ondansetron dengan obat di atas dapat mengembangkan sindrom serotonin termasuk perubahan status mental, ketidakstabilan otonom, dan kelainan neuromuskuler.
  • Apomorfin.
    Penggunaan bersama apomorfin dapat menyebabkan terjadinya penurunan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi) yang parah dan dapat menyebabkan kehilangan kesadaran.
  • Fenitoin, karbamazepin, dan rifampisin.
    Obat di atas dapat mengurangi kadar plasma dan meningkatkan pembersihan ondansetron sehingga efektivitas ondansetron akan berkurang.
  • Deksametason natrium fosfat.
    Deksametason natrium fosfat dapat meningkatkan efek antimuntah jika dikonsumsi dengan ondansetron.
  • Antiaritmia seperti amiodaron, atenolol, antrasilkin seperti doksorubisin dan daunorubisin, eritromisin dan ketokonazol.
    Penggunaan obat di atas dapat menyebabkan perpanjangan interval QT aditif dan meningkatkan risiko terjadinya gangguan irama jantung (aritmia).

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami kesulitan buang air besar (sembelit parah), sakit perut, atau kembung, sakit kepala dengan nyeri dada dan pusing parah, pingsan, detak jantung cepat atau berdebar-debar, penyakit kuning atau menguningnya kulit atau mata, penglihatan kabur atau kehilangan penglihatan sementara yang terjadi selama beberapa menit, halusinasi, demam, detak jantung cepat, refleks terlalu aktif, dan mual, muntah, diare, kehilangan koordinasi, pingsan.

Sesuai kemasan per November 2019

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/narfoz
Diakses pada 4 September 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ondansetron?mtype=generic
Diakses pada 4 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-833/ondansetron-hcl-oral/details
Diakses pada 4 September 2020

Patient. https://patient.info/medicine/ondansetron-for-nausea-and-vomiting-sickness
Diakses pada 19 Agustus 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a601209.html
Diakses pada 4 September 2020

"
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email