Naloxone

27 Apr 2021| Anita Djie
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Naloxone digunakan untuk membantu mengatasi overdosis opioid seperti depresi pernapasan

Naloxone digunakan untuk membantu mengatasi overdosis opioid seperti depresi pernapasan

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Nokoba

Deskripsi obat

Naloxone digunakan untuk membantu mengatasi overdosis opioid (obat pereda nyeri). Overdosis opioid dapat menyebabkan penurunan kecepatan pernapasan, pupil mata mengecil, hingga masuk ke kondisi tertidur yang sulit dibangunkan.

Jika hal ini terjadi, bangunkan pasien dengan cara memanggilnya dengan sangat keras. Jika tidak ada respons, segera bawa ke rumah sakit. Di rumah sakit, biasanya pasien akan diberikan obat naloxone untuk melawan efek opioid.

Naloxone termasuk dalam kelas obat antagonis opiat. Cara kerjanya adalah dengan menghambat efek obat opioid, seperti heroin dan oxycodone, agar tidak menempel pada reseptor opioid di otak.

Penggunaan obat ini dapat dilakukan dengan cara disuntikkan secara intramuskular (ke dalam otot) atau disemprot ke dalam hidung.

Naloxone (Nalokson)
GolonganKelas terapi: Antidotes dan detoxifying agents Klasifikasi obat: Antagonis opioid
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, spray, injeksi
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan naloxone adalah:

  • Kehilangan nafsu makan
  • Depresi
  • Tidak peduli terhadap hal di sekitar (apatis)
  • Mengantuk
  • Mual
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Muntah
  • Mudah tersinggung
  • Mudah marah
  • Sakau

Jika efek samping yang Anda alami tidak membaik atau justru memburuk, segera konsultasikan dengan dokter atau apoteker.

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan naloxone pada kondisi:

  • Masalah jantung
  • Kehamilan dan menyusui
  • Ketergantungan opioid atau diberikan opioid dalam dosis besar
  • Riwayat kejang
  • Mengalami kejang karena meperidine

Penyimpanan

Jauhkan dari jangkauan dan pandangan anak-anak. Simpan di tempat kering dan sejuk.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hindari penggunaan naloxone pada pasien dengan riwayat alergi terhadap naloxone.

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan naloxone pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika salah satu efek samping ini mengganggu dan tidak kunjung hilang:

  • Nyeri
  • Timbul rasa terbakar dan kemerahan pada tempat injeksi
  • Berkeringat
  • Sakit kepala
  • Hidung kering, bengkak, dan tersumbat
  • Nyeri otot

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi bila beberapa obat dikonsumsi bersamaan. Jika ingin mengonsumsi obat bersamaan, konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu. Bila perlu, dokter akan mengubah dosis obat atau mengganti dengan obat lain.

Mengonsumsi naloxone dengan obat lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Berkurangnya efek antinyeri obat golongan opioid
  • Reaksi sakau akut bila dikonsumsi dengan obat antinyeri golongan opioid
  • Kemungkinan terjadinya efek pada paru dan jantung yang parah ketika dikonsumsi dengan obat yang menimbulkan efek pada jantung

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/naloxone?mtype=generic
Diakses pada 25 Maret 2021

Drugs. https://www.drugs.com/naloxone.html
Diakses pada 25 Maret 2021

Rxlist. https://www.rxlist.com/narcan-drug.htm
Diakses pada 25 Maret 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4082-1617/naloxone-injection/naloxone-auto-injector-injection/details
Diakses pada 25 Maret 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a612022.html
Diakses pada 25 Maret 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email