N-ace Kapsul 200 mg

Deskripsi obat

N-ace kapsul digunakan untuk mengobati infeksi saluran napas yang ditandai dengan terdapatnya lendir yang kental dan lengket secara berlebih. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. N-ace kapsul mengandung zat aktif asetilsistein.

N-ace Kapsul 200 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 tablet (200 mg)
ProdusenFahrenheit

Indikasi (manfaat) obat

Mengobati:

  • Infeksi saluran napas yang ditandai dengan terdapatnya lendir yang kental dan lengket secara berlebih.
  • Penyakit paru akut dan kronis yang disertai lendir.
  • Peradangan bronkus akibat infeksi dan iritasi yang baru saja terjadi dan berlangsung selama maksimal 3 minggu (bonkitis akut) dan peradangan bronkus yang berlangsung lama (bronkitis kronik).
  • Penyakit kronis akibat kerusakan kantong udara atau alveolus pada paru-paru sehingga membuat pernapasan menjadi pendek (emfisema).

Komposisi obat

Asetilsistein 200 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa dan anak-anak 14 tahun ke atas: 1 kapsul sebanyak 2-3 kali/hari.
  • Anak-anak 6-14 tahun: 1 kapsul sebanyak 1 kali/hari.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.

Efek samping obat

  • Gangguan saluran pencernaan seperti:
    • Mual.
    • Muntah.
    • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
    • Naiknya asam lambung ke kerongkongan (pirosis).
  • Pengencangan otot-otot yang melapisi saluran udara (bronkus) di paru-paru (bronkospasme).
  • Radang yang terjadi pada mukosa mulut, biasanya berupa bercak putih kekuningan (stomatitis).
  • Pilek (rinore).
  • Sakit kepala.
  • Telinga berdering (tinitus).
  • Biduran (urtikaria).
  • Menggigil.
  • Demam.
  • Iritasi nasofaring dan hemoptisis.

Perhatian Khusus

  • Dapat mengencerkan atau meningkatkan volume sekresi bronkus pada awal terapi.
  • Dapat memperberat gejala batuk pada asma bronkial akut.
  • Pasien penderita asma bronkial.
  • Hentikan penggunaan jika mengalami (bronkospasme).
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Pasien penderita pendarahan pada lambung atau esofagus.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi.
  • Pasien yang menjalani diet rendah garam.
  • Pasien penderita gagal jantung kongestif.
  • Pasien penderita penyakit ginjal.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Berikan secara terpisah jika dikonsumsi dengan antibiotik tertentu.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/n-ace?type=brief&lang=id
Diakses pada 15 Juni 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/acetadote-cetylev-antidote-acetylcysteine-antidote-343740#0
Diaskes pada 15 Juni 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/acetylcysteine.html
Diaskes pada 15 Juni 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Memahami Struktur dan Fungsi Bronkus dalam Tubuh Manusia

Fungsi bronkus yang terganggu dapat menyebabkan sesak napas karena munculnya berbagai penyakit akut hingga kronis. Bronkitis merupakan salah satu dampaknya.
16 Dec 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Memahami Struktur dan Fungsi Bronkus dalam Tubuh Manusia

Istri Spaso Meninggal, Kenali Berbagai Macam Infeksi Paru-paru Ini

Istri Spasojevic dimakamkan pada Rabu (20/11/2019).Lelhy Arief, istri dari penyerang Bali United, Ilija Spasojevic, meninggal setelah sempat dirawat karena infeksi paru-paru.
21 Nov 2019|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Istri Spaso Meninggal, Kenali Berbagai Macam Infeksi Paru-paru Ini

Kenali Perbedaan Gejala Radang Paru-paru dan Bronkitis

Radang paru-paru dan bronkitis adalah dua jenis penyakit yang menyerang pernapasan. Meskipun mirip, kedua penyakit ini memiliki gejala yang berbeda. Kedua penyakit ini muncul disebabkan oleh bakteri dan virus.
02 Jul 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Kenali Perbedaan Gejala Radang Paru-paru dan Bronkitis