Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Mupirocin (Alias: Mupirosin)

Terakhir ditinjau oleh dr. Irene Gabriela, M.Gizi
Mupirocin  merupakan antiobiotik yang dapat mengobati infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri.
Mupirocin dapat mengobati infeksi pada kulit.

Merk dagang yang beredar:

Bactoderm, Bactroban, Mertus, Mupicor, Mupiderm, Mupirocin, Muprin, Pibaksin, Pirotop

Mupirocin adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi kulit seperti impetigo, yaitu infeksi pada permukaan kulit karena bakteri Staphylococcus dan Streptococcus. Obat ini bekerja dengan membunuh bakteri dan mencegah pertumbuhannya.

Mupirocin (Mupirosin)
Golongan

Antibiotik

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Krim dan salep

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori B: Penelitian pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak menunjukkan adanya risiko pada janin, namun tidak ada penelitian terkontrol yang telah dilakukan pada wanita hamil.

Dosis

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respons terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

 

Infeksi Kulit Sekunder

  • Dewasa: Krim 2% mupirocin: oleskan ke area yang terkena infeksi, 3 kali sehari selama 10 hari. Konsultasi dengan dokter jika tidak ada respons setelah 3-5 hari.
  • Anak-anak ≥3 bulan: Dosis sama seperti dewasa.

Impetigo

  • Dewasa: Salep 2% mupirocin: oleskan ke area yang terkena infeksi, 3 kali sehari selama 5-10 hari. Konsultasi dengan dokter jika tidak ada respons setelah 3-5 hari.
  • Anak-anak ≥2 bulan: Dosis sama seperti dewasa.

Aturan pakai Mupirocin dengan benar

Ikuti petunjuk dokter dan baca cara pakai yang tertera pada kemasan sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini hanya digunakan pada kulit. Bersihkan dan keringkan area kulit yang terkena infeksi, lalu oleskan 3 kali sehari sesuai yang dianjurkan oleh dokter. Hindari menggunakan obat ini di area sekitar mata, hidung, atau mulut kecuali dianjurkan oleh dokter. Bilas dengan air jika terkena pada area yang vital. Gunakan obat ini secara teratur bahkan jika Anda sudah merasa lebih baik agar mendapatkan manfaat yang maksimal. Jika kondisi tidak membaik dalam 3-5 hari, segera beritahu kepada dokter.

Efek Samping

Efek samping yang dapat terjadi setelah menggunakan obat ini:

  • Rasa terbakar, menyengat
  • Kulit kemerahan
  • Urtikaria
  • Pruritus

Beberapa efek yang lebih serius juga mungkin terjadi meskipun jarang, seperti diare, nyeri perut, atau reaksi alergi. Jika efek tersebut memburuk, segera beritahu dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Peringatan

Beritahukan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi medis, seperti:

  • Luka bakar
  • Ganggual ginjal
  • Kehamilan dan menyusui

Konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu jika Anda ingin menggunakan obat ini untuk area seperti mata, hidung, atau tenggorokan; bayi usia di bawah 1 tahun, dan wanita hamil.

Jangan menggunakan obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti hipersensitivitas dengan mupirocin.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada kemasan.

Interaksi

Menggunakan mupirocin dengan chloramphenicol dapat mengganggu kerja antibiotik dari obat mupirocin.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
Referensi

BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/mupirosin
Diakses pada 28 November 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/mupirocin-topical-route/description/drg-20064924
Diakses pada 28 November 2018.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/mupirocin/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 28 November 2018.

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6180/mupirocin-topical/details
Diakses pada 28 November 2018.

Artikel Terkait:
Back to Top