Moxicam Tablet

17 Jul 2020| Lenny Tan
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Kemasan
1 box isi 3 strip @ 10 tablet (7,5 mg; 15 mg)
Produsen
Alphapharm

Moxicam tablet adalah obat untuk meredakan nyeri dan peradangan pada sendi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Moxicam tablet mengandung zat aktif meloksikam.
Meloksikam adalah obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) yang dapat meredakan gejala radang sendi seperti peradangan, nyeri, pembengkakan, dan kekakuan pada sendi. Obat ini bekerja dengan menghambat biosintesis dari prostaglandin atau mediatur peradangan melalui penghambatan enzim siklooksigenase sehingga proses peradangan akan terhambat dan rasa sakit akan berkurang.

  • Mengatasi nyeri akibat peradangan pada sendi (osteoarthritis).
  • Meringankan peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).
  • Mengobati peradngan sendi pada punggung belakang yang terasa nyeri dan kaku (ankylosing spondylitis).
  • Mengatasi nyeri, kekakuan, dan pembengkakan pada sendi yang terjadi pada anak-anak usia 16 tahun ke bawah (juvenile idiopathic arthritis)
  • Moxicam tablet 7,5 mg: meloksikam 7,5 mg.
  • Moxicam tablet 15 mg: meloksikam 15 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Ankylosing spondylitis dan rheumatoid arthritis:
    • Dewasa: 15 mg/hari dosis dapat dikurangi menjadi 7,5 mg/hari.
    • Dosis maksimal: 15 mg/hari.
  • Pasien lanjut usia: 7,5 mg/hari.

  • Juvenile idiopathic arthritis:
    • Anak-anak 60 kg ke atas: 7,5 mg/hari.

  • Osteoarthritis:
    • Dewasa: 7,5 mg/hari.
      • Dosis maksimal: 15 mg/hari.

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan, dapat dikonsumsi dengan makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

  • Kesulitan mengeluarkan cairan (retensi urin).
  • Pembengkakan pada tubuh akibat penumpukan cairan pada jaringan tubuh (edema).
  • Gangguan fungsi ginjal.
  • Gagal ginjal akut.
  • Peningkatan kadar kalium dalam tubuh (hiperkalemia).
  • Penglihatan kabur.
  • Anemia.
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).
  • Penurunan kadar trombosit dalam tubuh (trombositopenia).
  • Penurunan jumlah sel darah putih dalam tubuh.
  • Gagal jantung.
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Sesak napas.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Nyeri pada perut.
  • Gangguan kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Diare.
  • Lemas.
  • Kelelahan.
  • Pembengkakan pada bagian tubuh biasanya berada di sekitar mata, bibir atau pipi (angioedema).
  • Dehidrasi.
  • Sakit kepala.
  • Kesemutan (parestesia).
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Ruam.
  • Penurunan tekanan darah (hipotensi).
  • Reaksi sensitif terhadap cahaya (fotosensitivitas).
  • Biduran (urtikaria).
  • Peningkatan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap meloksikam, aspirin atau obat antiinflamasi non-steroid lainnya.
  • Pasien dengan riwayat mengalami perdarahan atau luka pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Wanita hamil pada trimester ketiga.
  • Pasien penderita asma.
  • Pasien yang mengalami luka atau perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi.
  • Pasien penderita serangan jantung.
  • Pasien dengan kondisi di mana kadar lipid atau lemak dalam darah meningkat tinggi (hiperlipidemia).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita gangguan jantung dan hati.
  • Anak-anak.
  • Pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil pada trimester 1 dan 2.
  • Pasien yang mengonsumsi obat antiinflamasi non-steroid lain, kortikosteroid, antiplatelet, dan obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan).
  • Kategori kehamilan dan menyusui:
    Kategori C. Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.
  • Pada kehamilan trimester ketiga:
    Kategori D. Telah ditemukan bukti positif adanya risiko terhadap janin, namun penggunaan oleh wanita hamil dapat dipertimbangkan apabila ada manfaat dari penggunaan obat (Contoh: obat diperlukan dalam situasi mengancam jiwa atau pada penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).
  • Penggunaan bersama obat penghambat pembekuan darah seperti warfarin, dan heparin dapat meningkatkan risiko terjadinya luka atau perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Dapat menurunkan efektivitas obat penurun tekanan darah tinggi.
  • Dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal jika dikonsumsi bersama siklosporin dan takrolimus.
  • Dapat meningkatkan serum lithium, digoksin, dan metotreksat.
  • Dapat menurunkan efek dari kolestiramin.

Nps. https://www.nps.org.au/medicine-finder/moxicam-tablets
Diakses pada 13 Juli 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/meloxicam
Diakses pada 13 Juli 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-911/meloxicam-oral/details
Diakses pada 13 Juli 2020

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/meloxicam-oral-route/description/drg-20066928
Diakses pada 13 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Ini Dia Makanan Pantangan Asam Urat yang Harus Dihindari Penderitanya!

Penyebab asam urat tinggi adalah karena mengonsumsi makanan yang tinggi kandungan purin. Contoh makanannya seperti ikan teri, sarden, rumput laut, dan salmon.Baca selengkapnya
Ini Dia Makanan Pantangan Asam Urat yang Harus Dihindari Penderitanya!

8 Makanan Penyebab Nyeri Sendi yang Sebaiknya Dihindari, Apa Saja?

Makanan penyebab nyeri sendi harus dihindari sebagai cara mencegah sendi nyeri kambuh kembali. Apa saja jenis makanan untuk penderita nyeri sendi yang sebaiknya dihindari?Baca selengkapnya
8 Makanan Penyebab Nyeri Sendi yang Sebaiknya Dihindari, Apa Saja?

7 Penyebab Rahang Kaku dan Berbunyi Ini Perlu Anda Waspadai

Rahang kaku dan berbunyi seringkali terjadi secara bersamaan. Keduanya dapat menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman, apalagi saat mengunyah makanan. Kenalilah berbagai penyebabnya ini!
29 Sep 2020|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
7 Penyebab Rahang Kaku dan Berbunyi Ini Perlu Anda Waspadai