Mosavon Tablet 8 mg

23 Okt 2020| Dea Febriyani
no-image-drug

Deskripsi obat

Mosavon tablet adalah obat untuk mengatasi batuk berdahak dan memudahkan pengeluaran dahak (mukolitik). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Mosavon tablet mengandung zat aktif bromheksin hidroklorida.
Mosavon Tablet 8 mg
Golongan ObatObat bebasObat bebas terbatas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya perlu diperhatikan.
Produk HalalYa
Kandungan utamaBromheksin hidroklorida.
Kelas terapiMukolitik dan ekspektoran.
Klasifikasi obatFenilmetilamina
Kemasan1 box isi 25 strip @ 4 tablet (8 mg)
ProdusenHarsen

Informasi zat aktif

Bromheksin bermanfaat dalam mengatasi gangguan saluran pernapasan seperti batuk berdahak yang bekerja dengan mengencerkan dahak sehingga dahak mudah dikeluarkan melalui batuk. Bromheksin hidroklorida merupakan obat golongan mukolitik atau mengencerkan dahak.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, bromheksin hidroklorida diketahui memiliki status:

  • Absorbsi: Sepenuhnya diabsorpsi di saluran pencernaan.
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas ke jaringan tubuh, melintasi sawar darah otak dan plasenta dalam julmah kecil.
  • Metabolisme: Dimetabolisme dalam hati.
  • Ekskresi: Sekitar 85%-90% melalui urin dalam bentuk metabolit. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi): 13-40 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengobati gangguan pada saluran pernapasan seperti batuk berdahak dan memudahkan pengeluaran dahak (mukulotik).

Bromheksin hidroklorida merupakan obat yang termasuk golongan mukolitik yaitu obat yang bekerja dengan cara mengencerkan dahak sehingga dahak mudah dikeluarkan pada saat batuk.

Komposisi obat

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas: 8-16 mg sebanyak 3 kali/hari.
  • Anak-anak:
    • 2-5 tahun: 4 mg sebanyak 2 kali/hari.
    • 6-11 tahun: 8 mg sebanyal 3 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Mual.
    Cobalah untuk mengonsumsi obat ini dengan makanan atau ketika sesudah makan untuk mengurangi rasa mual.
  • Diare atau muntah.
    Konsumsi banyak cairan untuk mencegah terjadinya dehidrasi, dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urin, urin berwarna gelap, dan berbau menyengat.
  • Pembengkakan pada beberapa bagian tubuh akibat alergi (angioedema).
  • Penyempitan saluran pernapasan (bronkospasme).
  • Reaksi alergi seperti kulit kemerahan.
  • Reaksi alergi (anafilaksis).
  • Biduran (urtikaria).

Perhatian Khusus

  • Pengobatan dengan obat batuk pada anak-anak (terutama di bawah 6 tahun).
  • Pasien yang menderita luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Pasien penderita gangguan hati dan ginjal berat.
  • Wanita hamil pada trimester pertama.
  • Pasien dengan riwayat asma.
  • Ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori A: Hasil penelitian menunjukkan obat cukup aman dan tidak menggangu perkembangan janin di trimester pertama maupun trimester selanjutnya.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap bromheksin.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Antibiotik seperti amoksisilin, sefuroksim, dan doksisklin.
    Penggunaan bersama antibiotik di atas dapat menyababkan terjadinya peningkatan kadar antibiotik dan menimbulkan risiko terjadinya efek samping.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Jika Anda mengalami pembengkakan di bibir, lidah atau tenggorokan saat mengonsumsi obat ini, hal ini dapat mengindikasikan terjadinya reaksi alergi. Konsultasikan ke dokter jika Anda memiliki efek samping yang menyebabkan masalah pada otot Anda.
  • Jika Anda mengalami efek samping seperti terjadi masalah pada detak jantung, gangguan pencernaan, atau ruam kulit yang terjadi secara tiba-tiba segera hubungi dokter Anda.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/bromhexine/?mtype=generic
Diakses pada 30 September 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/solvinex?type=brief&lang=id
Diakses pada 30 September 2020

Pionas. http://pionas.pom.go.id/monografi/bromheksin
Diakses pada 30 September 2020

Rxwiki. https://www.rxwiki.com/bromhexine
Diakses pada 30 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email