Molexflu sirup 60 ml

19 Nov 2019| Maria Yuniar
Golongan
Obat bebasObat bebas terbatas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya perlu diperhatikan.
HET
Rp 8.589/botol (60 ml) per November 2019
Kemasan
1 botol @ 60 ml
Produsen
Molex ayus

Molexflu adalah obat yang digunakan untuk meringankan gejala flu. Obat ini merupakan obat bebas terbatas. Molexflu mengandung zat aktif paracetamol, phenylpropanolamine HCl, chlorpheniramine maleate, dan alkohol.

Meringankan gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin.

Tiap 5 ml:

  • Paracetamol 125 mg.
  • Phenylpropanolamine HCl 3,125 mg.
  • Chlorpheniramine maleate 0,5 mg.
  • Alkohol 3 %.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Anak-anak 6-12 tahun: 2 sendok takar (10 ml) sebanyak 3 kali/hari.

Dikonsumsi secara oral sesuai petunjuk dokter.

  • Mengantuk.
  • Gangguan pencernaan.
  • Gangguan psikomotor.
  • Detak jantung melebihi 100 kali/menit (takikardia).
  • Gangguan detak jantung (aritmia).
  • Mulut kering.
  • Jantung terasa berdegup kencang (palpitasi).
  • Gangguan pada kandung kemih untuk mengeluarkan urin (retensi urin).
  • Penggunaan jangka panjang dan dosis besar menyebabkan kerusakan hati.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi atau yang mempunyai potensi tekanan darah tinggi atau stroke.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien dengan kondisi ketika kelenjar prostat membesar (hipertrofi prostat).
  • Pasien dengan kelebihan hormon tiroid dalam tubuh (hipertiroid).
  • Pasien dengan gangguan pada kandung kemih untuk mengeluarkan urin (retensi urin).
  • Anak-anak 6 tahun ke bawah.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Dapat mempengaruhi kemampuan mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin.
  • Penggunaan bersama dengan obat-obat yang menekan susunan syaraf pusat.
  • Penggunaan pada penderita yang mengkonsumsi alkohol dapat meningkatkan resiko kerusakan fungsi hati.
  • Anti depresan penghambat MAO

Sesuai kemasan per November 2019

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Roseola Infantum, Penyakit yang Rawan Diderita Anak Usia Empat Bulan hingga Empat Tahun

Gejala ruam dan demam tidak hanya dialami oleh penderita cacar air ataupun campak, tetapi juga dialami oleh penderita roseola infantum. Penyakit roseola infantum umumnya menyerang anak-anak dan diawali dengan demam yang kemudian memunculkan ruam-ruam berwarna merah muda pada kulit anak.
02 Dec 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Roseola Infantum, Penyakit yang Rawan Diderita Anak Usia Empat Bulan hingga Empat Tahun

4 Cara Mengatasi Anak Muntah karena Masuk Angin, Orang Tua Wajib Tahu

Cara mengatasi anak muntah karena masuk angin bisa dengan memberi minum air dan menidurkan anak di posisi….Baca selengkapnya
4 Cara Mengatasi Anak Muntah karena Masuk Angin, Orang Tua Wajib Tahu

Perbedaan Flu dan Pilek, Ini Gejala dan Cara Mengobatinya

Perbedaan flu dan pilek penting Anda ketahui untuk menentukan pengobatan yang tepat. Baik pilek maupun flu, keduanya adalah penyakit yang disebabkan karena adanya infeksi pada saluran pernapasan.
19 May 2020|Nurul Rafiqua
Baca selengkapnya
Perbedaan Flu dan Pilek, Ini Gejala dan Cara Mengobatinya