Molacort tablet 0,75 mg

04 Nov 2019| Dina Rahmawati
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Rp 2.372/strip (0,75 mg) per Oktober 2019
Kemasan
1 box isi 20 strip @ 10 tablet (0,75 mg)
Produsen
Molex Ayus

Molacort adalah obat yang digunakan untuk mengobati dan mengurangi gejala pembengkakan pada sendi (arthritis) dan reaksi alergi. Obat ini merupakan golongan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Molacort mengandung dexamethasone sebagai zat aktifnya.

  • Peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).
  • Terapi tambahan jangka pendek kondisi medis yang menyebabkan jalan napas paru-paru membengkak dan menyempit (asma bronkial).
  • Peradangan pada kulit yang menyebabkan kulit memerah dan gatal (dermatitis).
  • Biduran serta gejala alergi lainnya.

Dexamethasone 0,75 mg

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 0,5-10 mg/hari. (rata-rata penggunaan 2-4 tablet (0,75 mg)/hari)
Anak-anak: 0,08-0,3 mg/kg BB/hari, dihitung dengan mengalikan berat badan anak dalam kg dengan 0,08-0,3 mg obat, dibagi dalam 3 atau 4 dosis per harinya. 

  • Dikonsumsi sesudah makan.
  • Simpan pada suhu di bawah 30°C dalam keadaan kering dan wadah tertutup rapat.
  • Pengobatan yang berkepanjangan dapat mengakibatkan moonface, tukak lambung, osteoporosis, glaukoma, retensi cairan dan natrium.
  • Muskuloskeletal: otot lemas, miopati steroid, kompresi fraktur vertebal, fraktur patologik, pada tulang panjang dan osteonekrosis.
  • Saluran pencernaan: tukak lambung dengan kemungkinan perforasi dan pendarahan pankreatis distensi abdominal dan eosofagus ulseratif.
  • Saluran pencernaan: tukak lambung dengan kemungkinan perforasi dan pendarahan pankreatis distensi abdominal dan eosofagus ulseratif.
  • Dermatologi: eritema, keringat bertambah.
  • Sistem saraf: kejang, vertigo, sakit kepala, tekanan intra kranial bertambah dengan papilledemia (pseudotumor cerebri).
  • Endokrin: haid tidak teratur, penekanan pada pertumbuhan anak-anak, insufisiensi adrenal sekunder khususnya pada waktu stress seperti trauma dan pembedahan.
  • Pada mata: glaukoma, exopthalmos, katarak sub kapsular posterior, tekanan intra okuler bertambah.
  • Gangguan cairan dan elektrolit: retensi natrium dan cairan, hipokalemia, hipertensi dan gagal jantung bawaan.
  • Pasien penderita tukak lambung.
  • Pasien penderita kondisi saat kualitas kepadatan tulang menurun (osteoporosis).
  • Pasien penderita penyakit kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita salah sebuah infeksi yang dapat menyebabkan herpes (herpes simplex) pada mata.
  • Pasien penderita infeksi fungsi sistemik.
  • Penderita yang hipersensitif terhadap dexamethasone.
  • Pasien penderita lemah jantung.
  • Pasien penderita tukak lambung.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien penderita kerusakan saraf mata akibat meningkatnya tekanan pada bola mata (glaukoma).
  • Pasien penderita kondisi saat kualitas kepadatan tulang menurun (osteoporosis).
  • Pasien kelainan mental.
  • Pasien gangguan ginjal.

Sesuai kemasan per Oktober 2019.

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Penyebab Alergi Deterjen dan 5 Cara Mengatasinya dengan Tepat

Penyebab alergi deterjen bisa karena kandungan zat atau kondisi dermatitis kontak. Lantas, bagaimana cara mengatasi dan mencegahnya dengan tepat?Baca selengkapnya
Penyebab Alergi Deterjen dan 5 Cara Mengatasinya dengan Tepat

Mengenal Alergi Udang, Apa Penyebab, Gejala dan Pengobatannya?

Alergi udang adalah hal yang menyebalkan. Sebab selain lezat, udang menjadi salah satu makanan laut yang sehat. Jika Anda merasa memiliki alergi udang, kenali gejala hingga pengobatannya ini.
12 Apr 2020|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Mengenal Alergi Udang, Apa Penyebab, Gejala dan Pengobatannya?

Gatal di Kemaluan Gejala Alergi Sperma, Ketahui Cara Mendeteksinya

Alergi sperma banyak terjadi pada wanita, namun dapat pula terjadi pada pria. Selain gatal di kemaluan, gejala alergi sperma juga menimbulkan kemerahan di kulit, sensasi terbakar, bengkak dibagian tubuh yang terkena sperma, hingga biduran.
28 Jun 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Gatal di Kemaluan Gejala Alergi Sperma, Ketahui Cara Mendeteksinya