Molacort tablet 0,75 mg obat yang digunakan untuk mengobati rheumatik arthtritis
Molacort tablet 0,75 mg obat yang digunakan untuk mengobati rheumatik arthtritis
Molacort tablet 0,75 mg obat yang digunakan untuk mengobati rheumatik arthtritis
Molacort tablet 0,75 mg obat yang digunakan untuk mengobati rheumatik arthtritis
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 2.372/strip (0,75 mg) per Oktober 2019
Kemasan 1 box isi 20 strip @ 10 tablet (0,75 mg)
Produsen Molex Ayus

Molacort adalah obat yang digunakan untuk mengobati arthritis, reaksi alergi, masalah pernapasan, mengurangi gejala seperti pembengkakan dan reaksi alergi. Obat ini merupakan golongan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Molacort mengandung dexamethasone sebagai zat aktifnya.

  • Peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).
  • Terapi tambahan jangka pendek kondisi medis yang menyebabkan jalan napas paru-paru membengkak dan menyempit (asma bronkial).
  • Peradangan pada kulit yang menyebabkan kulit memerah dan gatal (dermatitis).
  • Biduran serta gejala alergi lainnya.

Dexamethasone 0,75 mg

Dewasa: 0,5-10 mg/hari.
Anak-anak: 0,08-0,3 mg/kg BB/hari terbagi dalam 3 atau 4 dosis.

Dikonsumsi sesudah makan.

  • Pengobatan yang berkepanjangan dapat mengakibatkan moonface, tukak lambung, osteoporosis, glaukoma, retensi cairan dan natrium.
  • Muskuloskeletal: otot lemas, miopati steroid, kompresi fraktur vertebal, fraktur patologik, pada tulang panjang dan osteonekrosis.
  • Saluran pencernaan: tukak lambung dengan kemungkinan perforasi dan pendarahan pankreatis distensi abdominal dan eosofagus ulseratif.
  • Saluran pencernaan: tukak lambung dengan kemungkinan perforasi dan pendarahan pankreatis distensi abdominal dan eosofagus ulseratif.
  • Dermatologi: eritema, keringat bertambah.
  • Sistem saraf: kejang, vertigo, sakit kepala, tekanan intra kranial bertambah dengan papilledemia (pseudotumor cerebri).
  • Endokrin: haid tidak teratur, penekanan pada pertumbuhan anak-anak, insufisiensi adrenal sekunder khususnya pada waktu stress seperti trauma dan pembedahan.
  • Pada mata: glaukoma, exopthalmos, katarak sub kapsular posterior, tekanan intra okuler bertambah.
  • Gangguan cairan dan elektrolit: retensi natrium dan cairan, hipokalemia, hipertensi dan gagal jantung bawaan.
  • Pasien penderita tukak lambung.
  • Pasien penderita kondisi saat kualitas kepadatan tulang menurun (osteoporosis).
  • Pasien penderita penyakit kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita salah sebuah infeksi yang dapat menyebabkan herpes (herpes simplex) pada mata.
  • Pasien penderita infeksi fungsi sistemik.
  • Penderita yang hipersensitif terhadap dexamethasone.
  • Pasien penderita lemah jantung.
  • Pasien penderita tukak lambung.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien penderita kerusakan saraf mata akibat meningkatnya tekanan pada bola mata (glaukoma).
  • Pasien penderita kondisi saat kualitas kepadatan tulang menurun (osteoporosis).
  • Pasien kelainan mental.
  • Pasien gangguan ginjal.

Sesuai kemasan per Oktober 2019.

Artikel Terkait