Molacort Tablet 0,5 mg

01 Apr 2020| Maria Yuniar

Deskripsi obat

Molacort tablet digunakan untuk rheumatoid arthritis, alergi kulit, masalah pernafasan, gangguan usus dan gangguan kelenjar adrenal. Obat ini merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter. Molacort mengandung daxamethasone.

Molacort Tablet 0,5 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaDeksametason.
Kelas terapiAntiinflamasi.
Klasifikasi obatKortikosteroid.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (0,5 mg)
ProdusenMolex Ayus

Informasi zat aktif

Deksametason merupakan obat yang termasuk dalam golongan glukokortikoid yang sangat kuat dan bekerja lama yang bertindak sebagai agen anti-inflamasi dengan menekan migrasi neutrofil, menurunkan produksi penyebab peradangan, membalikkan peningkatan permeabilitas kapiler, dan menekan respons imun.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, deksametason diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran pencernaan. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) selama 1-2 jam (oral).
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Pengikatan protein plasma: Sekitar 77%, terutama pada albumin.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urin (hingga 65%). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) 4 ± 0,9 jam (oral).

Indikasi (manfaat) obat

Mengobati:

  • Peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).
  • Terapi tambahan jangka pendek pada asma bronkhial.
  • Dermatitis dan biduran (urtikaria).
  • Gangguan sistem darah, hormon ataupun kekebalan tubuh.
  • Reaksi alergi.
  • Masalah pernafasan.
  • Gangguan usus dan kanker tertentu.
  • Gangguan kelenjar adrenal (sindrom Cushing).

Komposisi obat

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 0,5 mg - 9 mg dalam dosis terbagi sebanyak 2 kali/hari.
  • Anak-anak:
    • 6-12 tahun: 0,25 mg - 2mg sebanyak 2 kali/hari.
    • 1-5 tahun: 0,25 mg - 1 mg sebanyak 2 kali/hari.
    • 1 tahun ke bawah: 0,1 mg - 0,25 mg sebanyak 2 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi bersama makanan.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan molacort tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Memar atau pendarahan yang tidak dapat dijelaskan yang tidak normal, feses berwarna kehitaman, atau Anda muntah darah atau muntah hitam atau coklat tua, ini bisa menjadi tanda perdarahan internal.
  • Perubahan mendadak pada penglihatan Anda.
  • Suhu tinggi, menggigil, sakit tenggorokan yang sangat, sakit telinga atau sinus, batuk, batuk lebih banyak lendir (dahak) atau perubahan warna lendir Anda, nyeri saat buang air kecil, sariawan atau luka yang tidak akan sembuh ini bisa menjadi tanda infeksi.
  • Sakit perut yang parah, sakit punggung yang parah, sakit perut yang parah atau muntah, ini bisa menjadi tanda-tanda masalah pankreas.
    bengkak atau berdenyut di lengan atau kaki Anda, atau jika Anda merasa sesak napas atau mengalami nyeri dada, ini bisa menjadi tanda dari pembekuan darah.
  • Wajah bengkak dan bulat, penambahan berat badan di punggung atas atau perut, ini terjadi secara bertahap dan bisa menjadi tanda sindrom Cushing.
  • Sakit perut atau mutah, pusing yang sangat parah atau pingsan, otot lemas, sangat lelah, suasana hati yang berubah-ubah, kehilangan nafsu makan dan penurunan berat bada, ini bisa menjadi tanda-tanda masalah kelenjar adrenal.
  • Mengantuk atau bingung, merasa sangat haus atau lapar, perlu buang air kecil lebih sering dari biasanya, kemerahan, nafas cepat atau nafas yang berbau seperti buah, ini bisa jadi tanda-tanda gula darah tinggi (hiperglikemia).
  • Nyeri otot, kelemahan atau kram, atau jantung berdebar, ini bisa menjadi tanda kadar kalium yang rendah.

MAS. http://www.ptmasplus.com/product/detail/325/index.html
Diakses pada 31 Maret 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

4 Penyebab Kulit Kering Bersisik yang Terjadi Menurut Medis

Ada banyak penyebab kulit kering bersisik. Namun secara umum, kulit bersisik muncul sebagai akibat penyakit kulit seperti eksim, psoriasis, dermatitis popok, dll.Baca selengkapnya
4 Penyebab Kulit Kering Bersisik yang Terjadi Menurut Medis

Ini Cara Mengatasi Alergi Obat pada Anak yang Ampuh

Alergi obat pada anak bisa menyebabkan ruam di kulit, gatal, biduran, demam, pusing, atau bahkan pingsan. Desensitisasi obat dapat menjadi pilihan untuk menanganinya.
29 Jul 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Ini Cara Mengatasi Alergi Obat pada Anak yang Ampuh

Mengenal Dermatitis Stasis, Peradangan Kulit Akibat Masalah Sirkulasi di Kaki

Dermatitis stasis adalah peradangan kulit yang terjadi akibat masalah sirkulasi di kaki. Kondisi ini rentan dialami orang berusia di atas 50 tahun dan lebih sering terjadi pada perempuan dibanding laki-laki.
12 Sep 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Mengenal Dermatitis Stasis, Peradangan Kulit Akibat Masalah Sirkulasi di Kaki