Mofulex 0,1% Krim 5 g

16 Sep 2020| Dea Febriyani

Deskripsi obat

Mofulex krim adalah obat yang digunakan untuk mengatasi peradangan, gatal, dan kemerahan pada kulit Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Mofulex krim mengandung zat aktif mometason furoat.
Mofulex 0,1% Krim 5 g
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaMometason furoat.
Kelas terapiAntialergi dan antiinflamasi.
Klasifikasi obatKortikosteroid topikal.
Kemasan1 box isi 1 tube @ 5 g
ProdusenMolex Ayus

Informasi zat aktif

Mometason atau obat kortikosteroid bekerja menekan pembentukan, pelepasan dan aktivitas mediator kimiawi inflamasi endogen (misalnya kinin, histamin, enzim liposom dan prostaglandin) untuk mengurangi pembengkakan, kemerahan, dan gatal. Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, mometason diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diabsorpsi sebanyak 1%.
  • Distribusi: Volumi distribusi adalah 152 L dan ikatan protein plasma 98-99%.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme di hati oleh isoenzim CYP3A4.
  • Ekskresi: Diekskresi melalui feses dan urin. Waktu paruh eliminasi terminal sekitar 5 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Meringankan peradangan (inflamasi) dan kondisi gatal yang meliputi seluruh atau sebagian tubuh (pruritus) dari dermatosis yang responsif terhadap kortikosteroid seperti:

  • Peradangan kulit yang ditandai dengan ruam merah, kulit kering, tebal, bersisik, dan mudah terkelupas (psoriasis).
  • Kulit meradang, gatal, kering, dan pecah-pecah (dermatitis atopik).

Mometason furoat adalah kelas obat yang disebut kortikosteroid. Mometason furoat bekerja dengan mengaktifkan zat alami di kulit untuk mengurangi pembengkakan, kemerahan, dan gatal.

Komposisi obat

Tiap 1 g: mometason furoat 1 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Gunakan sebanyak 1 kali/hari.

Aturan pakai obat

Oleskan secara tipis dan merata di tempat yang terjadi peradangan.

Efek samping obat

  • Sensasi kulit seperti terbakar.
    Jika Anda merasa kulit seperti terbakar setelah menggunakan mometason furoat, Anda tidak perlu khawatir sebab efek samping ini akan berlangsung selama beberapa hari setelah itu kondisi kulit Anda akan membaik.
  • Penipisan kulit, garis samar pada kulit (stretch mark), perdangan kulit (dermatitis kontak alergi), jerawat, kulit kemerahan dan bintik seperti jerawat (rosacea), dan pertumbuhan rambut di tempat aplikasi.
    Efek samping tersebut biasanya hanya akan memengaruhi Anda jika Anda menggunakan mometasone untuk jangka waktu yang lama.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan jerawat atau bintik kemerahan seperti jerawat (rosacea).
  • Pasien yang memiliki infeksi yang aktif.
  • Wanita hamil atau berencana untuk hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien yang memiliki kulit yang terbakar atau rusak.
  • Pasien yang mengalami pengelupasan atau penipisan kulit.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap mometason atau steroid.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan mofulex krim pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan tuberkulosa kulit.
  • Pasien penderita cacar air (varisela).
  • Pasien yang memiliki penyakit yang dapat menjangkit mulut, kulit, dan alat kelamin yang disebabkan oleh virus (herpes simpleks).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Omasetaksin.
    Penggunaan omasetaksin bersama dengan mometason furoat dapat meningkatkan risiko infeksi serius.
  • Mifepriston.
    Penggunaan mifepriston bersama dengan mometason furoat dapat meningkatkan keracunan (toksisitas) masing-masing obat.
  • Aldesleukin.
    Penggunaan mifepriston bersama dengan mometason furoat dapat menurunkan efektivitas dari aldesleukin.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya gunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa menggunakan obat.
    Jika sering lupa untuk menggunakan obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal pemakaian obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal pemakaian obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika mengalami ruam pada kulit, kemerahan, pembengkakan, dan timbul gejala infeksi yang terjadi pada tempat yang dioleskan mefurosan krim, hentikan penggunaan krim ini dan segera konsultasikan ke profesional kesehatan Anda.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/mometasone?mtype=generic
Diakses pada 26 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/loksin
Diakses pada 26 Agustus 2020

Patient. https://patient.info/medicine/mometasone-for-severe-inflammatory-skin-conditions-elocon#nav-4
Diakses pada 26 Agustus 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a687014.html#if-i-forget
Diakses pada 26 Agustus 2020

ClevelandClinic. https://my.clevelandclinic.org/health/drugs/18672-mometasone-skin-cream-lotion-or-ointment
Diakses pada 26 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Mengenal Penyebab Eksim Atopik dan Cara Pengobatannya

Penyebab eksim atopik belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli berpendapat penyakit ini merupakan kombinasi antara penyakit genetik dengan faktor lainnya.
02 Jan 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Mengenal Penyebab Eksim Atopik dan Cara Pengobatannya

Mengenal Ruam HIV dan Perbedaannya dari Ruam Lain

Ruam HIV (human immunodeficiency virus) seringkali hanya dianggap sebagai ruam umum yang biasanya disebabkan oleh produk kosmetik maupun reaksi alergi. Sebenarnya, apa yang membedakan ruam HIV dari ruam pada umumnya?
26 May 2020|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Mengenal Ruam HIV dan Perbedaannya dari Ruam Lain

Muncul Bintik Merah Seperti Darah di Bawah Kulit, Bisa Jadi Gejala Eritema Multiformis

Adanya bintik merah seperti darah di bawah kulit bisa jadi gejala penyakit eritema multiformis. Ini adalah reaksi kulit sangat sensitif yang biasa dialami anak-anak akibat infeksi. Pada orang dewasa, eritema ini bisa dialami mereka yang berusia antara 20-40 tahun.
30 Oct 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Muncul Bintik Merah Seperti Darah di Bawah Kulit, Bisa Jadi Gejala Eritema Multiformis